DOI: http://dx.doi.org/10.20473/jkr.v2i1.3690

EKSTRAK DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) SEBAGAI ANTIJAMUR TERHADAP JAMUR Candida albicans DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWANYA

Dian Riana Ningsih

Abstract


Abstrak

Candida albicans adalah salah satu jamur yang dapat menyebabkan infeksi candidiasis. Salah satu bahan obat alami dari ekstrak tanaman yang berpotensi sebagai antijamur adalah ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur daun mangga terhadap C. albicans, penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan mengidentifikasi golongan senyawa kimia dari ekstrak tersebut yang berpotensi sebagai antijamur. Daun mangga diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol daun mangga yang dihasilkan dilakukan uji aktivitas antijamur terhadap C. albicans dengan menggunakan metode difusi. Setelah diketahui aktivitasnya, ekstrak metanol daun mangga kemudian ditentukan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan diuji kandungan metabolit sekundernya dengan uji fitokimia. Hasil ekstraksi daun mangga dengan pelarut metanol menghasilkan ekstrak metanol dengan rendemen 10,55% (b/b) dan menghasilkan aktivitas antijamur dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 1000 ppm dengan zona hambat 8,12 mm. KHTM ekstrak metanol daun mangga terhadap C. albicans yaitu pada konsentrasi 65 ppm dengan zona hambat sebesar 0,64 mm. Berdasarkan hasil uji fitokimia ekstrak metanol daun mangga menunjukkan adanya senyawa golongan alkaloid, flavonoid, stereoid, polifenol, tanin, dan saponin.

 

Kata kunci : antijamur, Candida albicans, KHTM, Mangifera indica L. 


Full Text:

PDF

References


Adegoke, A.A. dan A. Bukola. (2009). Antibacterial activity and phytochemical analysis of leaf extracts of Lasienthera africanum. African Journal of Biotechnology, Vol 3, No 3 hal. 156.

Djunaedy, A. (2008). Aplikasi Fungisida Sistemik dan Pemanfaatan Mikoriza dalam Rangka Pengendalian Patogen Tular Tanah pada Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Embryo, Vol. 5. No. 2, Hal. 1-9.

Fitriani, A, A. Aryani, H. Yusuf & Y. Permatasari. (2012). The Exploration of Ketosynthase Gene on Endophytic Bacterial Root of Vetiveria zizanioides L. International Journal of Basic & Applied Sciences, Vol.13, No.04, Hal. 112-119.

Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia : Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan Edisi Kedua. Bandung: ITB.

Ismail, A., Marjan, Z., Foong, C. (2004). Total Antioxidant Activity and Phenolic Content in Selected Vegetables. Food Chemistry. Vol.87, No.1, Hal. 581-586.

Jawetz, Melnick, Adelberg. (2005). Mikrobiologi Kedokteran. Edisi I: 352-358. Jakarta: Salemba Medika.

Mustikasari, K & Ariyani, D. (2010). Skrining fitokimia ekstrak metanol biji Kalangkala (Litsea angulata). Sains dan Terapan Kimia. Vol.4, No.2, Hal.131-136.

Ningsih, Dian. R, Zusfahair, Purwati. (2014). Potensi Ekstrak Daun Kamboja (Plumeria Alba L.) Sebagai Antibakteri Dan Identifikasi Golongan Senyawa Bioaktifnya. Jurnal Molekul. Vol.9, No.2, Hal. 101-109.

Ningsih, D. R., Zusfahair, Kartika D. (2016). Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Serta Uji Aktivitas Ekstrak Daun Sirsak Sebagai Antibakteri. Jurnal Molekul. Vol. 11 No. 1 Hal. 101-111.

Nobre, C., Moura, F. (2005). Standardization of Extracts from Momordica Charantia L. (Cucurbitaceae) by Total Flavonoids Content Determination. Actafarm Bonaerense. Vol. 24, No.1, Hal. 562-566.

Nychas, G. J. E. dan C. C. Tassou. (2000). Traditional Preservatives-Oil and Spices. London: Academic Press.

Pelczar, M.J. dan Chan, E.C.S. (1988). Dasar-dasar Mikrobiologi. Jilid 2. Penerjemah Ratna Siri hadioetomo. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Pohan, A., Purwaningsih, E., Dwijayanti, A. (2013). Efek Kelasi Ekstrak Etanol Daun Mangifera foetida pada Feritin Serum Penderita Talesemia di RS Cipto Mangunkusumo, J.I. Med Assoc., Vol. 1, No.1, Hal. 45-52.

Sabir, A. (2005). Aktivitas antibakteri flavonoid propolis Trigona sp. terhadap bakteri Streptococcus mutans (in vitro). Jurnal Kedokteran Gigi. Vol.38, No.3, Hal. 135-141,

Sari, N. (2010). Daya Antibakteri Estrak Tumbuhan Majapahit (Crescentia cujete L.) terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila. Laporan Penelitian. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.

Widijanti, A., dan T.R Bernard. (2007). Pemeriksaan Laboratorium Penderita Diabetes Melitus. Laboratorium Patologi klinik RSUD Dr. Saiful Anwar. http://www.tempo.co.id/medika/online/tmp.online.old/pus-1.htm. diakses tanggal 08 Desember 2015.

Zhu Y., Qi X.Z., Zhong J.J. (2000). Epoxide Sesquiterpenes and Steroid From Cremathodium discoideum, Australian Journal of Chemistry, Vol.53, No.10, Hal. 831-834.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.