Editorial Policies

Focus and Scope

Jurnal Ilmiah MGI menerima manuskrip tentang gizi dan pangan, baik dari hasil penelitian maupun studi kepustakaan yang meliputi:

1. Gizi masyarakat

2. Gizi klinis

3. Gizi institusi

4. Food service

5. Teknologi pangan

6. Tema-tema gizi dan pangan yang sedang populer.

 

Section Policies

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Semua manuskrip akan di review secara double blind oleh minimal 2 reviewer. Keputusan akhir mengenai penerimaan manuskrip akan ditetapkan oleh pemimpin redaksi. Pemeriksaan plagiarisme akan dilakukan menggunakan software Turnitin.

 

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

 

Archiving

This journal utilizes the LOCKSS system to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration.

 

Plagiarism Screening

Manuskrip yang dimasukkan akan dicek dengan menggunakan software Turnitin. Manuskrip dinyatakan lolos jika didapatkan kesamaan kurang dari 30%.

 

Publication Ethics

ETIKA PUBLIKASI

Pernyataan Etika Penerbitan

Jurnal ini menerima artikel ilmiah tentang gizi, baik dari hasil penelitian maupun studi kepustakaan yang meliputi gizi masyarakat, gizi klinis, gizi institusi, teknologi pangan serta tema-tema gizi yang sedang populer. Semua artikel akan direview oleh mitra bestari dan memenuhi gaya selingkung jurnal ini. Penulis wajib menandatangani surat pernyataan tentang orisinalitas dan artikel tidak sedang dan tidak akan dikirimkan ke jurnal lain sampai ada keputusan dari redaksi jurnal MGI. Biaya penerbitan penulis dilakukan setelah ada keputusan bahwa artikel telah layak dipublikasi.

Review manuskrip dalam jurnal MGI melalui proses double blind review sehingga penulis dan reviewer tidak mengetahui satu sama lain. Oleh karena itu diperlukan standar perilaku etika bagi semua pihak yang terlibat (editor jurnal, reviewer, dan penulis).

Tugas dan Tanggung Jawab Editor

  1. Editor Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) bertanggung jawab memutuskan artikel yang akan dipublikasikan dari artikel yang diterima. Keputusan ini didasarkan pada validasi atas artikel serta kontribusi artikel tersebut bagi peneliti dan pembaca. Dalam menjalankan tugasnya, Editor dipandu oleh kebijakan dari dewan editor dan tunduk pada ketentuan hukum yang perlu ditegakkan seperti pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan plagiarisme. Editor dapat berdiskusi dengan dewan editor atau reviewer lainnya dalam pengambilan keputusan tersebut.
  2. Penilaian yang obyektif

Editor melakukan evaluasi atas suatu naskah berdasarkan konten intelektualitasnya tanpa adanya diskriminasi dalam agama, etnis, suku, jenis kelamin, bangsa, dan lain-lain.

  1. Kerahasiaan

Editor dan staf editorial tidak boleh mengungkapkan segala informasi tentang naskah yang telah diterima kepada siapapun, selain penulis, reviewer, calon reviewer, dan dewan editor.

  1. Konflik Kepentingan

Materi artikel yang dikirim ke MGI dan belum dipublikasikan tidak boleh digunakan untuk riset pribadi editor tanpa mencantumkan izin tertulis dari penulis. Informasi atau ide yang diperoleh melalui blind review harus dijaga kerahasiaanya dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Editor harus menolak untuk meninjau naskah jika editor memiliki benturan kepentingan, yang disebabkan karena adanya hubungan kompetitif, kolaboratif, atau hubungan lainnya dengan penulis, perusahaan, atau institusi yang berhubungan dengan naskah tersebut.

  1. Kerjasama dalam investigasi

Editor harus mengambil langkah responsif apabila terdapat keluhan terkait etika pada naskah yang telah diterima ataupun pada artikel yang telah dipublikasikan. Editor dapat menghubungi penulis naskah serta memberikan pertimbangan atas keluhan tersebut. Editor dapat juga melakukan komunikasi lebih lanjut kepada institusi atau lembaga riset terkait. Ketika keluhan telah teratasi, hal-hal seperti publikasi atas koreksi, penarikan, pernyataan keprihatinan, ataupun catatan lainnya, perlu dipertimbangkan untuk dilakukan.

Tugas dan Tanggung Jawab Reviewer

  1. Kontribusi terhadap Keputusan Editor

Double blind peer review oleh reviewer membantu editor dalam mengambil keputusan serta dapat membantu penulis dalam memperbaiki tulisannya melalui komunikasi editorial antara reviewer dengan penulis. Peer review merupakan suatu komponen penting dalam komunikasi keilmuan formal (formal scholarly communication) dan pendekatan ilmiah.

  1. 2.       Ketepatan Waktu

Apabila reviewer yang ditugaskan merasa tidak memiliki kualifikasi untuk melakukan review atas suatu naskah atau mengetahui bahwa tidak mungkin untuk melakukan review dengan tepat waktu, reviewer yang ditugaskan harus segera memberitahukannya pada editor.

  1. Kerahasiaan

Setiap naskah yang telah diterima untuk direview harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Naskah tesebut tidak boleh diperlihatkan kepada atau didiskusikan dengan orang lain kecuali jika telah diotorisasi oleh editor.

  1. Obyektif

Review harus dilakukan secara objektif. Kritik yang bersifat pribadi atas penulis adalah tidak tepat. Reviewer harus menyampaikan pandangannya secara jelas disertai dengan argumen yang mendukung.

  1. 5.       Kelengkapan dan Keaslian

Referensi Reviewer harus mengidentifikasi karya publikasi yang belum dikutip oleh penulis. Suatu pernyataan tentang observasi atau argumen yang telah dipublikasikan sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Reviewer harus memberitahukan kepada editor atas kesamaan yang substansial atau overlap antara naskah yang sedang di-review dengan tulisan lainnya yang telah dipublikasikan, sesuai dengan pengetahuan reviewer.

  1. Konflik Kepentingan

Materi artikel yang belum dipublikasikan tidak boleh digunakan dalam riset pribadi reviewer tanpa mencantumkan izin tertulis dari penulis. Informasi atau ide yang diperoleh melalui peer review harus dijaga kerahasiaanya dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Reviewer harus menolak mereview naskah jika reviewer memiliki benturan kepentingan, yang disebabkan karena adanya hubungan kompetitif, kolaboratif, atau hubungan lainnya dengan penulis, perusahaan, atau institusi yang berhubungan dengan karya tersebut.

Tugas dan Tanggung Jawab Penulis

  1. Standar Penulisan

Penulis harus menyajikan makalah/artikel yang akurat atas penelitian yang dilakukan serta menyajikan diskusi yang obyektif atas signifikansi penelitian tersebut. Data penelitian harus disajikan secara akurat dalam artikel. Suatu artikel harus cukup terinci dengan referensi yang memadai untuk memungkinkan orang lain melakukan replikasi atas karya tersebut. Penipuan atau penyajian makalah yang tidak akurat merupakan perilaku tidak etis dan tidak dapat diterima.

  1. Akses Data Penelitian

Penulis dapat diminta untuk menyediakan data mentah atas tulisan yang akan direview dan harus dapat menyediakan akses publik atas data tersebut jika memungkinkan, serta harus dapat menyimpan data tersebut dalam jangka waktu yang wajar setelah publikasi.

  1. Orisinalitas dan Plagiarisme

Plagiarisme dalam semua bentuk merupakan perilaku tidak etis dalam publikasi karya ilmiah dan tidak dapat diterima. Penulis harus memastikan bahwa seluruh hasil kerja yang disajikan merupakan karya orisinil, dan jika penulis telah menggunakan pekerjaan dan/atau perkataan dari orang lain, maka penulis harus menyajikan kutipan secara tepat.

Menurut PerMenDikBud Nomor 17 tahun 2010:

Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Plagiarisme meliputi (tapi tidak terbatas pada) :

  1. Mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai;
  2. Mengacu dan/atau mengutip  secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai;
  3. Menggunakan sumber gagasan, pendapat, atau teori tanpa menyatakan sumber yang memadai;
  4. Merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri dari sumber kata-kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai

Catatan:

jika sudah menulis nama sumbernya, tetapi tidak melakukan parafrase, yaitu hanya melakukan copy and paste atau ”mengetik ulang pernyataan seperti sumber aslinya”, JUGA merupakan plagiarism, kecuali diberi tanda kutip sebagai tanda kutipan langsung, atau paragraf ditakikkan.

Parafrase adalah:

Membuat/menulis kata-kata atau kalimat sendiri, dari suatu pendapat atau tulisan orang lain, bukan sekedar mengganti beberapa kata saja, dan kemudian menulis asal sumbernya.

Tulisan yang bebas plagiarism adalah

  1. Tulisan yang ketika mengutip dari tulisan lain (dengan cara kutipan tak langsung) telah dilakukan parafrase dengan baik, yaitu membuat kata -kata sendiri, bukan melakukan copy and paste, bukan ”mengetik kata-per-kata persis seperti aslinya ”, dan menulis sumber bacaannya dengan kaidah penulisan ilmiah yang benar.
  2. Tulisan yang ketika melakukan kutipan langsung, yaitu mengutip persis kata - katanya seperti pada tulisan aslinya dengan cara memberi tanda kutip (jika jumlah kata kurang dari 40 kata), atau jika lebih dari 40 kata menandai paragraf dengan cara penampilan paragraf yang berbeda (ukuran font berbeda, dan paragraf ditakikkan)
  3. Menyebutkan sumber aslinya jika menggunakan ide-ide orang lain baik dari tulisan yang dipublikasi atau tidak, baik dari sumber secara lesan maupun tertulis, dan dari media apapun.

 

  1. Ketentuan Pengiriman Tulisan

Penulis tidak boleh memublikasikan naskah yang sama pada lebih dari satu jurnal. Mengajukan naskah yang sama pada lebih dari satu jurnal merupakan perilaku tidak etis dalam publikasi karya ilmiah dan tidak dapat diterima.

  1. Pencantuman Sumber Referensi

Pengakuan dengan benar atas hasil karya orang lain harus selalu dilakukan. Penulis harus menyebutkan publikasi yang berpengaruh dalam penyusunan karyanya. Informasi yang diperoleh secara pribadi, seperti dalam percakapan, korespondensi, atau diskusi dengan pihak ketiga, tidak boleh digunakan atau dilaporkan tanpa izin tertulis dari sumber informasi tersebut.

  1. Authorship Tulisan

Penulis adalah orang yang telah memberikan kontribusi sigifikan terhadap konsepsi, desain, eksekusi, atau interpretasi atas tulisan di artikel. Semua pihak yang telah memberikan kontribusi signifikan dicantumkan sebagai co-author. Penulis korespondensi harus memastikan bahwa semua co-author telah dicantumkan dalam naskah, dan semua co-author telah membaca dan menyetujui versi akhir atas karya tersebut serta telah menyetujui pengajuan naskah untuk publikasi.

  1. Kesalahan dalam Tulisan yang dipublikasikan

Ketika penulis menemukan kesalahan yang signifikan atau ketidaktepatan dalam karyanya yang telah dipublikasikan, penulis bertanggung jawab untuk segera memberitahukan hal tersebut kepada editor jurnal, serta berkerjasama dengan editor untuk menarik kembali atau memperbaiki tulisan tersebut. Jika editor memperoleh informasi dari pihak ketiga bahwa suatu karya publikasi mengandung kesalahaan yang signifikan, penulis bertangggung jawab untuk segera menarik kembali atau melakukan koreksi atas tulisan tersebut atau memberikan bukti kepada editor terkait ketepatan tulisan aslinya.

 

 

Document Template

Indonesian Version