CAKUPAN ANC DAN CAKUPAN TABLET FE HUBUNGANNYA DENGAN PREVALENSI ANEMIA DI JAWA TIMUR

Sylvi Natalia, Sri Sumarmi, Siti Rahayu Nadhiroh

= http://dx.doi.org/10.20473/mgi.v11i1.70-76
Abstract views = 326 times | views = 1044 times

Abstract


Iron supplementation is one of the anemia prevention program in Indonesia. Success Indicator of its program is ANC coverage and coverage of iron tablet distribution. This study aimed to analyze the relationship between the ANC (Antenatal Care) and iron tablet coverage with prevalence of anemia among pregnant women in East Java year 2015. This research used data report from Nutrition Division and Family Health Division of Provincial Health Office East Java. Data was analyse using Pearson correlation test. The prevalence of anemia among pregnant women in East Java was 5.8%, the result are still below the national target which is 28%. The result showed that there was no relationship between the ANC and iron tablet coverage with the prevalence of anemia (p-value > 0.05). It is concluded that coverage of iron supplementation among pregnant women through ANC does not describe the prevalence of anemia among pregnant women due to many factors that infl uence anemia such as bioavailability of iron and compliance pregnant women consume iron.


Keywords: anemia, ANC coverage, iron tablet


Full Text:

PDF

References


Agustini, N.Y.M., Suryani, N., Murdani, P. (2013). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga dengan Cakupan Pelayanan

Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Buleleng I. Jurnal Magister Kedokteran Keluarga, 1(1), 67–69.

Amiruddin. (2004). Studi Kasus Hubungan Kontrol Faktor Biomedis terhadap Kejadian Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Bantimurung Maros Tahun 2004. Jurnal Medika Unhas, 3(2), 1–7.

Brabin, L., Nicholas, S., Gogate, A., Karande, A. (1998). High Prevalence of Ananemia Among Women in Mumbai India. Food and Nutritional Bulletin, 19(3), 1–102. Diakses dari www.nzdl.org

Departemen Kesehatan RI. (2010). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta: Bina Kesehatan Masyarakat. Diakses dari Departemen

Kesehatan RI. (2015). Data dan Informasi Tahun 2014 (Profil Kesehatan Indonesia). Jakarta; Bina Kesehatan Masyarakat. Diakses dari http://www.depkes.go.id//.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2012). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2011. Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Diakses dari http://www.depkes.go.id//.

Fanny, L., Mustamin, H., Dewi, T., Kartini, Hj. (2012). Pengaruh Pemberian Tablet Fe Terhadap Kadar Hb Ibu Hamil di Puskesmas Tamamaung tahun 2011. Jurnal Media Gizi Pangan, 13(1), 7–11.

Fitrayeni, Suryati, Faranti, R.,M. (2015). Penyebab Rendahnya Kelengkapan Kunjungan Antenatal Care Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pegambiran. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), 101–107.

Litasari, D., Sartono, A.,Mufnaetty. (2014). Kepatuhan Minum Tablet Zat Besi dengan Peningkatan Kadar Hb Ibu Hamil di Puskesmas Purwoyoso Semarang. Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang, 3(2), 25–33.

Husnah. (2012). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Antenatal Care dengan Konsumsi Tablet Besi pada Ibu Hamil di Puskesmas Ulee Kareng Kareng Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 12(3), 127–131.

Handayani, L.(2015). Peran Petugas Kesehatan dan Kepatuhan Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Besi. Jurnal Kesmas, 7(2), 83–88.

Hasanah, U. (2012). Hubungan Asupan Tablet Besi dan Asupan Makanan dengan Kejadian Anemia Pada Kehamilan di Puskesmas Mojo Tengah

Kabupaten Wonosobo tahun 2012. (Skripsi, Universitas Indonesia, Jakarta). Diakses darilib.ui.ac.id/fi le/20318196

Hidayat, W., Anasari, T. (2012). Hubungan Kepatuhan Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia di Desa Pageraji

Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 3(2), 41–53.

Irawati, E. (2012). Gambaran Keterpaduan Program KIA dan Gizi dalam Pelaksanaan Distribusi Tablet Fe Ibu Hamil di Puskesmas Perawatan

Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan. (Skripsi, Universitas Indonesia, Jakarta). Diakses dari lib.ui.ac.id/

fi le/20319818

Kautshar, N. (2013). Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengonsumsi Tablet Zat Besi (Fe) di Puskesmas Bara-Baraya Tahun 2013. Jurnal Gizi dan Pangan, 2(1), 12-21

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Profi l Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta: Bina Kesehatan Masyarakat. Diakses dari http://www.depkes.go.id//.

Kementerian Kesehatan RI. (2013). Rencana Kerja Pembinaan Gizi Masyarakat Tahun 2013. Jakarta: Dirjen Bina Gizi dan KIA. Diakses dari

http://www.dekpes.go.id//.

Muhilal, Sumarno, Komari. (1996). Ironsupplementation programmes: Compliance of target groups and frequency of tablet intake. Food and Nutrition Bulletin, 17(1), 1–92. Diakses dari www.nzdl.org.

Puspasari, F., D. Saryono, Ramawati, D. (2008). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengonsumsi Tablet Besi

di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Jurnal Keperawayan Soedirman, 3(1), 25–1.

Ritonga. (2012). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ibu Hamil dalam Melakukan Pemeriksaan Antenatal Care. Jurnal Keperawatan Klinis,

(1), 1–5.

Stoltzfus, R., Dreyfuss, M. (1998). Guidelines for The Use of Iron Supplements to Prevent and Treat Iron Defi ciency Anemia. International

Nutritional Anemia Consultative Group (INACG), Washington DC.

Sulistianingsih, Yanti, D.A.M., Ramadhan, R. (2015). Hubungan Ketepatan Waktu Konsumsi Tablet Besi dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil TM III. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 5(4), 28–35.

Sumaiku,W. (2013). Hubungan Antenatal Care dan Suplementasi Fe dengan Anemia pada Ibu Hamil di Desa Sapa Kecamatan Tenaga Kabupaten Minahasa Selatan. (Skripsi, Universitas SamRatulangi, Manado). Diakses dari fkm.unsrat.ac.id/2013/08

Subarda. (2011). Pelayanan Antenatal Care Dalam Pengelolaan Anemia Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Minum Tablet. Jurnal Gizi Klinik, 8(1), 7–13.

Tumaji. (2014). Pemberian Tablet Zat Besi oleh Tenaga Kesehatan dan Kepatuhan Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Besi Lebih dari 90 Tablet

yang Diperoleh dari Tenaga Kesehatan di Daerah Kumuh Perkotaan di Propinsi Jawa Barat dan Yogyakarta. Jurnal Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 17(3), 241–248.

Vita, K.M. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Kecamatan Kamoning dan Tambelengan Kabupaten Sampang Jawa Timur. Jurnal Penelitian Kesehatan Sistem Kesehatan, 17(2), 193-202.

WHO.(2001). Iron Defi ciency Anaemia Assesment Prevention and Control a Guide Programme Managers., Geneva: WHO.

WHO. (2014). Global Nutrition Targets 2025: Anaemia Policy Bief. Geneva: WHO.

WHO. (2015). WHO Statistics. Geneva, Switzerland: WHO.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Media Gizi Indonesia



Creative Commons License
JMGI by unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

              

View MGI Stats