Aktivitas Antibakteri dan Perubahan Morfologi dari Propionibacterium Acnes Setelah Pemberian Ekstrak Curcuma Xanthorrhiza

Halimatus Zahrah, Arifa Mustika, Kartuti Debora

= http://dx.doi.org/10.20473/bsn.vol.20-Issue.32018.%25p
Abstract views = 137 times | views = 129 times

Abstract


Abstrak

Penatalaksanaan utama pada masalah akne vulgaris adalah penggunaaan antibotik baik topikal maupun oral. Akan tetapi penggunaan antibiotik dinilai telah menimbulkan dugaan resistensi terhadap P. acnes sebagai agent penyebab akne sehingga mendorong berbagai pihak untuk mengembangkan preparat antiinflamasi yang dapat diberikan topical ataupun sistemik. Curcuma xanthorrhiza Roxb. memiliki senyawa utama xanthorrizol yang dinilai potensial untuk dikembangan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hambat minimum dan kadar bunuh minimum serta perubahan struktur dinding sel dari Curcuma xanthorrhiza Roxb. terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. Desain penelitian yang di gunakan adalah eksperimen dengan sampel P. acnes berupa isolate stock culture (ATCC® 11827) yang selanjutnya ditumbuhkan pada media MHA. Jumlah replikasi yang digunakan sebanyak 4 ulangan. Konsentrasi ekstrak Curcuma xanthorrhiza Roxb. masing-masing 6,25 µg/ml, 12,5 µg/ml, 25 µg/ml, 50 µg/ml dan 100 µg/ml. Pengukuran aktivitas antibakteri didasrkan pada KHM, KBM dan pengamatan struktur dinding sel bakteri melalui metode Microscop Electron Screening (MES). Pemberian ekstrak Curcuma xanthorrhiza Roxb. memiliki efek antibakteri terhadap bakteri P. acnes secara in vitro. Konsentrasi ekstrak 25 µg/ml merupakan kadar minimum yang mampu menghambat pertumbuhan P.acnes melalui dilusi cair, sedangkan konsentrasi minimal yang mampu membunuh P.acnes adalah 50 µg/ml. Bakteri P. acnes yang dipapar dengan ekstrak etanol Curcuma xanthorrhiza Roxb. mengalami perubahan morfologi berupa timbulnya dinding sel kasar kasar akibat penyusutan serta adanya dinding sel yang hancur sehingga sitoplasma keluar dan tampak seperti meleleh. Respon daya hambat pertumbuhan bakteri yang dihasilkan Curcuma xanthorrhiza Roxb. dipengaruhi oleh senyawa aktif yang terkandung didalamnya seperti minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, tanin, kurkuminoid dan terpenoid. Kandungan xanthorrizol yang dimiliki mampu menghambat pertumbuhan P.acnes mampu merusak aktivitas enzim sel, selain itu kandungan Curcuminoid turut berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara mendenaturasi dan merusak membran sel sehingga proses metabolisme sel terganggu

 

Kata Kunci: Antibakteri, Akne vulgaris, Curcuma xanthorriza Roxb., MES


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA:

Afriyanti & Rizqun, N., 2015. Akne Vulgaris Pada Remaja. Jurnal Majority Vol.4/No.6/ Februari 2015. Fakultas Kedokteran. Universitas Lampung.

Balouiri, Mounyr, et al. 2016. Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity: A review. Journal of Pharmaceutical Analysis Vol. 6.

Clatici, Victor Gabriel, et al. 2015. Propionibacterium Acnes And Antibiotic Resistance – Impact On Public Health. Romanian Journal of Clinical and Experimental Dermatology – RoJCED. Online ISSN 2392-8697. 2. 242-247.

Coban, M., et al. 2017. Quality of Life in Patients with Mild or Moderate Akne vulgaris. Clinical Dermatology Open Access Journal. Vol. 2(5): 1

Jawetz, M. & Adelberg’s. 2011. Mikrobiologi Kedokteran, Edisi 23, diterjemahkan oleh Mudihargi, E.,dkk. Jakarta: ECG.

Kumala, Shirly., & Pratiwi, A. A. (2014). Efek Antimikroba dari Kapang Endofit Ranting Tanaman Biduri. JFIOnline| Print ISSN 1412-1107| e-ISSN 2355-696X, 7(2).

Leyden, J. J., et al. 2009. Clinical Considerations in the Treatment of Akne vulgaris and Other Inflammatory Skin Disorders: a Status Report. Dermatologic Clinics Journal, 27(1), 1–15. doi:10.1016/j.det.2008.07.008

Madelina, W dan Sulistyaningsih. 2019. Review: Resistensi Antibiotik Pada Terapi Pengobatan Jerawat. Jurnal Farmaka Volume 16 Nomor 2

Niyomkam, P. et al. 2010, Antibacterial activity of Thai herbal extracts on acne involved microorganism, Jurnal, Pharm. Biol., 48(4), 375–380.

Sari, P.Y. 2010. Pengaruh Penggunaan Masker Biji Kembang Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) Terhadap Pengurangan Jerawat (Akne vulgaris) Tipe Ringan. Jurnal JTR UNJ Vol 8 No 8 (2015):

Science Direct. 2016. Transcriptomic analysis of Propionibacterium acnes biofilms in vitro. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/ S1075996416301202 [Diakses tanggal 13 Agustus 2019]

Vilar GN, Filho JFS, Santos LA. 2015. Quality of Life, Self-esteem and psychosocial factors in Adolescents with Akne vulgaris. An Bras Dermatol. 90(5): 622-629.

Widaty, S, dkk. 2017. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.

Wijayakusuma, M. Hembing. 2007. Penyembuhan dengan Temulawak. Jakarta: Sarana Pustaka Prima

Yenni, Amin Safrudin, Djawad Khairuddin. 2011. Perbandingan Efektivitas Adapelene 0.1% Gel Dan Isotretinoin 0.05% Gel Yang Dinilai Dengan Gambaran Klinis Serta ProfilInterleukin 1 (IL-1) Pada Akne vulgaris. JST Kesehatan.

Zaghi, F. 2011. Transmission And Scanning Electron Microscope Study Of Antimicrobial Effect Of Pholiphenol Compound. Am. Soc. Microbiol: 1-14


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Biosains Pascasarjana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.