Pengembangan Metode Isolasi dan Identifikasi Mitragynine dalam Daun Kratom (Mitragyna speciosa)

Livia Elsa

= http://dx.doi.org/10.20473/bsn.v18i3.3033
Abstract views = 3243 times | views = 3207 times

Abstract


Abstrak

 

Kratom (Mitragina speciosa) merupakan tanaman herbal asal Indonesia. Daun kratom memiliki banyak manfaat sebagai obat herbal seperti obat demam, diare, dan penghilang nyeri. Efek sedatif dan stimulan pada sistem syaraf pusat merupakan efek samping daun Kratom. Harga yang murah dan kemudahan dalam memperoleh daun Kratom menjadi penyebabkan utama daun Kratom banyak disalahgunakan sebagai penganti narkotika terlarang lainnya. Daun kratom masuk kedalam new psychoactive substances (NPS) atau narkotika jenis baru karena memiliki efek ketergantungan dan bertindak seperti opioid lainnya seperti heroin dan ganja.

Daun kratom dapat diperoleh dengan mudah dengan pembelian secara online. Umumnya daun Kratom dijual dalam bentuk olahan yang sulit untuk dikenali bentuknya, seperti sampel dalam penelitian ini berupa bubuk dan serbuk daun kratom. Pengujian yang dilakukan untuk identifikasi daun Kratom dapat dilakukan dengan cara botani dan cara kimia. Metode botani dicari karakteristik spesifik daun kratom dengan uji mikroskopik, dan secara kimia yang menjadi salah satu senyawa penciri daun kratom adalah mitragynine. Pengembangan metode identifikasi mitragynine dilakukan dengan metode GC-MS, KLT, dan KLT-densitometri. Pengembang metode Isolasi mitagynine juga dilakukan karena sulitnya memperoleh standar baku dipasaran. Metode isolasi yang sederhana dan cepat dilakukan dengan metode KLT-Preparatif yang mana hasil isolasinya menunjukkan puncak tunggal pada hasil uji GC-MS.

Kata kunci: Identifikasi, Isolasi, Kratom, Mitragyna speciosa, mitagynine


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Badan Pengawasan Obat dan Makanan [BPOM]. 2005. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor. HK.00.05.41.1384.

Carpenter JM, Criddle CA, Craig HK, Ali Z, Zhang Z, Khan IA, Sufka KJ. 2016. Comparative effects of Mitragyna speciosa extract, mitragynine, and opioid agonists on thermal nociception in rats. J Fitote. 109:87-90.

Chan KB, Pakiam C, Rahim RA. 2009. Psychoactive plant abuse: the identification of mitragynine in ketum and ketum preparations. Bulletin on Narcotics LVII. (1/2):249-256.

Cheaha D, Keawpradub N, Sawangjaroen K, Phukpattaranont, kumarnsit E. 2015. Effects of an alkaloid-rich extract from mitragyna speciosa leaves and fluoxetine on sleep profiles, EEG spectral frequency and ethanol withrawal symptoms in rats. J Phymed. 22:1000-1008.

European Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction [EMCDDA]. Kratom (Mitragyna speciosa). Diakses: http://www.emcdda.europa.eu/publications /drug-profiles/kratom/de (Juli 2016).

Gandjar IG & Rohman A. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka pelajar:Yogyakarta.

Hassan Z, Muzaemi M, Navaratnam V, Yusoff NHM, Suhaimi FW, Vadivelu R, Vicnasingam BK, Amato D, Horsten SV, Ismail NIW, Jayabalan N, Hazim AI, Mansor SM, Muller CP. 2013. From Kratom to mitragynine and its derivatives: Physiological and behavioural effects related to use, abuse, and addiction. J Neubiorev. 32(2):138-151.

Jansen KLR & Prast CJ. 1988. Ethnopharmacology of kratom and the mitragyna alkaloids. J Ethnopharmacology. 2:115-119.

Karasek FW & Clement RE. 2012. Basic Gas Chromatography-Mass Spectrometry: Principles and Techniques. Elsevier:New York.

Kowalczuk AP, Łozak A, Zjawiony JK. 2013. Comprehensive methodology for identification of Kratom in police laboratories. J Forsciint. 1-20.

Lesiak AD, Cody RB, Dane AJ, Musah R. 2014. Rapid detection by direct analysis in real time-mass spectrometry (DART-MS) of psychoactive plant drugs of abuse: The case of Mitragyna speciosa aka “Kratom”. J Forsciint. 242:210-218.

Lu S, Tran BN, Nelsen JL, Aldous KM. 2009. Quantitative analysis of mitragynine in human urine by high performance liquid chromatography-tandem mass spectrometry. J Chromb. 877(24):2499-2505.

Matsumoto K, Horie S, Ishikawa H, Takayama H, Aimi N, Ponglux D, Watanabe K. 2004. Antinociceptive effect of 7-hydroxymitragynine in mice: discovery of an orally active opioid analgesic from the Thai medicinal herb Mitragynaspeciosa. Life Sciences 74, 2143–2155

Parthasarathy S, ramanathan S, murugaiyah V, Hamdan MR, Said MIM, Lai CS, Mansor SM. 2013. A simple HPLC-DAD method for the detection and quantification of psychotropic mitragynine in mitragyna speciosa (ketum) and its product for the application in forensic investigation. J Forsciint. 226:183-187.

Raffa RB. 2014. Kratom and Other Mitragynine: The Chemistry and Pharmacology of Opioids from a Non-Opium Source. CRC Press:Taylor & Francis Group.

Ridayani Y.2013. Uji efek sedatif fraksi etanol daun kratom (Mitragyna speciosa. Korth) pada mencit jantan galur BALB/c. [Skripsi]. Farmasi Fakultas Kedokteran:Universitas Tanjungpura Pontianak (ID).

Singh D, Muller CP, Vicknasingam BK.2014. Kratom (Mitragyna speciosa) dependence,withdraw alsymptoms and craving in regular users. J Drugalcdep. 139(1):132-137.

Tanguay P. 2011. Kratom in Thailand. Legislative Reform of Drug Policies 13:1–16.

Vicknasingam B, Narayanan S, Beng GT, Mansor SM. 2010. The informal use of ketum (Mitragyna speciosa) for opioid withdrawal in the northern states of peninsular Malaysia and implications for drug substitution therapy. International Journal of Drug Policy. 21:283–288.

Warner ML, Kaufman NC, Grundmann O. 2016. The pharmacology & toxicology of kratom. from traditional herb to drug of abuse. International Journal of Legal Medicine. 130(1):127-138.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Biosains



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.