SUBSTITUSI FERMENTASI LIMBAH PADAT SURIMI IKAN SWANGGI (Priacanthus macracanthus) PADA TEPUNG IKAN TERHADAP RETENSI PROTEIN DAN RETENSI LEMAK IKAN LELE DUMBO (Clarias sp.)

Alif Aunurrofiq, Prayogo Prayogo, Muhammad Arief

= http://dx.doi.org/10.20473/jafh.v6i3.11290
Abstract views = 740 times | downloads = 1185 times

Abstract


Lele mudah beradaptasi dengan lingkungan air tawar. Prospek tersebut membuat ikan lele mendapat perhatian bagi pengusaha untuk mengelolanya. Pakan pada akuakultur berperan penting dalam menentukan keberhasilan perikanan dalam memenuhi kebutuhan ikan. Tingkat pertumbuhan ikan yang baik sangat bergantung pada formula pakan yang didasarkan pada kebutuhan ikan itu sendiri. Pemenuhan pakan ikan yang memiliki kandungan gizi sempurna hanya mengandalkan bahan pakan impor yang sangat mahal, oleh karena itu untuk mempercepat pertumbuhan dan menghemat biaya pakan diperlukan tambahan bahan pakan alternatif. Limbah padat Surimi terdiri dari kepala, kulit, duri dan tulang ikan. Perlakuan secara biologis yang dikenal dengan proses fermentasi adalah memanfaatkan kemajuan bioteknologi mikroba dan cara alternatif untuk mengoptimalkan daur ulang limbah perikanan. Prinsip kerja proses fermentasi yaitu memecah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh mikroorganisme. Penelitian ini menggunakan empat jenis perlakuan dengan lima ulangan pada masing-masing perlakuan. Substitusi fermentasi limbah padat ikan surimi swanggi pada P0, P1, P2 dan P3 adalah 0%, 25%, 50% dan 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi fermentasi limbah padat surimi swanggi pada tepung ikan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (p> 0,05) pada retensi protein ikan dan menunjukkan hasil yang berbeda nyatao(p <0,05) terhadap retensi lemak ikan lele. Pemeliharaan kualitas air pada media ikan lele meliputi suhu 26-28 C, oksigen terlarut 5-8 mg / l, pH 7-8, dan amonia 0-1,5 mg / l. 


Keywords


Ikan Lele; Limbah Padat Surimi; Retensi Protein; Retensi Lemak

Full Text:

PDF

References


Abidin Nur, Zaenal Arifin. 2004. Nutrisi dan Formulasi Pakan Ikan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara. Jepara.

Afrianto, E dan E. Liviawati. 2005. Pakan Ikan. Kanisius. Yogyakarta. hal 18- 24.

Agustono., H. Setyono, T. Nurhajati, M. Lamid, M. A. Al-Arief, W. P. Lokapirnasari. 2011a. Petunjuk Praktikum Nutrisi Ikan. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya. hal 23.

Agustono, H. Setyono, T. Nurhajati, M. Lamid, M. A. Al-Arief, W. P. Lokapirnasari. 2011a. Petunjuk Praktikum Nutrisi Ikan. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya. hal 3, 7.

Budianto A.K., 2009. Pangan, Gizi, dan Pembangunan Manusia Indonesia: Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Malang: UMM Press 1-6.

Boyd, C. E. 1982. Water Quality Management for Pond Fish Culture. Amsterdam : Elsevier Scientific Publ. P:319.

Buwono, I.D. 2000. Kebutuhan Asam Amino Esensial Dalam Ransum Ikan. Kanisius. Yogyakarta. hal. 11, 12, 13, 17, 18, 30.

Djarijah, A. S. 1995. Pakan Ikan Alami. Kanisius. Yogyakarta.

Djatmika, D.H., Farlina, Suguharti, E. 1986. Usaha Budidaya Ikan Lele. C.V. Simplex. Jakarta.

Ghufran H. Kordi K., 2008. Budidaya Perairan. PT. Citra Aditya. Bandung.

Hariati, A.M. 1989. Makanan Ikan. LUW/UNIBRAW/Fish Fisheries Project Malang. 99 hal.

Harsono Puspowardoyo. 2002. Pembenihan dan Pembesaran Lele Dumbo Hemat Air. Yogyakarta.

Halver, J.E. and Hardy. 2002. Fish Nutrition. Third Edition. California USA. Academy Press inc. 822 pp. P: 712-713.

Irianto, Kus. 2007. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Yrama Widya. Bandung.

Kumar Et Al. 2008. Biosorption Of Chromium (VI) From Aqueous Solution and Electroplating Wastewater Using Fungal Biomass. Chemical Enginering Journal vol. 135, hal. 202-208.

Kusriningrum, R. S. 2012. Perancangan Percobaan. Airlangga University Press. Surabaya. hal 43-63.

Khairuman dan K. Amri. 2011. Buku Pintar Budidaya dan Bisnis 15 Ikan Konsumsi. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Lesmana, E. 2015. Pemberian Pakan dengan Substitusi Fermentasi Limbah Padat Surimi Ikan Swanggi (Priacanthus macracanthus) dalam Ransum Pakan sebagai Substitusi Tepung Ikan Terhadap Laju Pertumbuhan Harian dan Efisiensi Pakan Ikan lele (Clarias sp.). Skripsi. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya.

Lovell, T. 1989. Nutrition and Feeding of Fish. Auburn University. New York. 217 hal.

Mudjiman, A. 2004. Makanan Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta. 190 hal.

Muis, A, Khairani, C, Sukarjo, Rahardjo,Y.P. 2008. Petunjuk Teknis Teknologi Pendukung Pengembangan Agribisnis di Desa P4MI. Badan Penelitian Dan Pengambangan Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.

Sulawesi Tengah.

Mulyanto. 1992. Lingkungan Hidup Untuk

Ikan. Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan. Jakarta.

Nurilmala, M. 2004. Kajian Potensi

Limbah Tulang Ikan Keras (Teleostei) sebagai Sumber Gelatin dan Analisis Karakteristiknya. Institut Pertanian Bogor. Bogor. hal 5-42.

Oktaviana T.D., Aptika. 2009. Analisa Pengolahan Limbah Lateks Menjadi Biogas di PT. Perkebunan Nusantara IX (PERSERO) Kerjoarum Karanganyar Jawa Tengah. Surakarta : Universitas Sebelas Maret.

Parakkasi, A., 1995. Ilmu Nutrisi Ruminansia Pedaging. Departemen Ilmu Pakan Ternak, Fakultas Pertanian, IPB Bogor.

Park JW dan Morrissey MT. 2000. Manufacturing of surimi from light muscle fish. Dalam: Park JW (eds). Surimi and Surimi Seafood. New York: Marcel Dekker, Inc. pp. 23- 58.

Priyadi, A., Azwar, Z. I., Subamia, I.W., dan Hem, S. 2008. Pemanfaatan Maggot Sebagai Pengganti Tepung Ikan Dalam Pakan Buatan Untuk Benih Ikan Balashark (Balanthiocheilus Melanopterus Bleeker).

Rahman, A. 1992. Teknologi Fermentasi. Arcan. Jakarta.

Rengpipat S, Rukpratanporn S, Piyatitivorakul S, Menasaveta P. 2000. Immunity Enhancement in Black Tiger Shrimp (Panaeus Monodon) by a Probiont Bacterium (Bacillus S 11). Aquaculture 191:271-288.

Rustidja, 1997. Kebutuhan Makan Benih Ikan Lele Clarias bathracus. Tesis Program Pasca Sarjana. Fakultas Perikanan IPB. Bogor.

Santoso, B. 1994. Petunjuk Praktis Budidaya Lele Dumbo dan Lokal. Kanisius. Jakarta.

Suharto. 2010. Limbah Kimia dalam Pencemaran Air dan Udara. Andi. Yogyakarta.

Suparjo. 2010. Analisis Bahan Pakan Secara Kimiawi:Analisis Proksimat dan Analisis Serat. Laboratorium Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Jambi. Jambi.

Syamsuddin, R. 2010. Sektor Perikanan Kawasan Indonesia Timur: Potensi, Permasalahan, dan Prospek. PT Perca. Jakarta.

Watanabe, T., M.J. Lee, J. Mitzutani, T. Yamada, S. Satoh, T Taeuchi, N. Yossida, T. Kitada and T. Arakawa. 1991. Effective Components in Cuttlefish Meal and Raw Krill for Improvement of Quality of Red Sea Bream Pagrus Major Eggs. Bull. Jpn. Soc. Sci. Fish. pp. 681-694.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Alif Aunurrofiq, Prayogo Prayogo, Muhammad Arief

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by:

      

     

  

 

JAFH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Flag Counter