Risk Analysis of Typhoid Fever Based on Personal Hygiene and Street Food Consumption Habit at Home

Hilda Nuruzzaman, Fariani Syahrul

= http://dx.doi.org/10.20473/jbe.V4I12016.74-86
Abstract views = 4157 times | downloads = 4768 times

Abstract


Typhoid fever is a disease caused by Salmonella typhi bacteria that is transmitted through contaminated food and drink. Data from the Regional Public Hospital (RSUD) dr. Abdoer Rahem shows that from 2011-2013 the incidence of typhoid fever has always increased and is often found at the age of 5-14 years. This study aims to analyze the risk of typhoid fever based on personal hygiene and snacking habits at home in children aged 7-12 years. This research is an observational analytic study with case-control study design. The data of this study were taken from the lotus unit medical records last 1 year at the RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, while the control is a neighbor of the case. The research sample was 80 people. The results showed that the greater risk of typhoid fever with poor handwashing habits after defecation at home (OR = 3.67; 95% CI = 1.29-10.64), poor handwashing habits before eating at home (OR = 4.33; 95% CI = 1.54 –12.44), dirty short nails (OR = 7.79; 95% CI = 1.46–46.18) often get snacks when at home (OR = 3.89; 95% CI = 1.39–11.06), buy snacks at street vendors when at home (OR = 3.95; 95% CI = 1.40–11.30), snack packages that open when bought at home (OR = 3.5; 95% CI = 1.26-9.93). The good habit of washing hands after defecation and before eat, as well as the condition of clean short fingernails, rarely snack when at home, buy snacks at the supermarket, and buy snacks with a closed snack condition when at home can reduce the risk of typhoid fever in children aged 7 - 12 years.


Keywords


typhoid fever; risk factors; personal hygiene; hand washing habits; street food consumption habits

Full Text:

PDF

References


Adriani dan Wirjatmadi. 2012. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Astuti. 2010. Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Demam Tifoid Pada Anak. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan. 2007. Acuan Label Gizi Produk Pangan. www.pom.go.id diakses pada tanggal 3 juni 2015.

Budiarto dan Anggraeni. 2012. Pengantar Epidemiologi. Jakarta: EGC.

Dian. 2007. Studi Biologi Molekuler Resistensi Salmonella Typhi Terhadap Kloramfenikol. ADLN Digital Colections.

Departemen Kesehatan RI. 2009. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta.

Gaman dan Sherrington. 1994. Mikrobiologi Pada Air Susu. Jakarta: Erlangga.

Kementerian Kesehatan RI. 2007. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. 2012. Antisipasi Penyakit Menular Saat Banjir. Jakarta.

Laporan Tahunan RSUD dr.Abdoer Rahem tahun 2014.

Muliawan, Moehario, Sudarmono. 2000. Validitas Pemeriksaan Uji Aglutinin O dan H, Salmonella Typhi dalam Menegakkan Diagnosis Dini Demam Tifoid. Jakarta: Universitas Trisakti: 22–26

Murti, Bhisma. 1997. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Murti, Bhisma. 2010. Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Nurvina. 2013. Hubungan antara Sanitasi Lingkungan, Hygiene perorangan dan Karakteristik Individu dengan Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang: 34–0.

Nuruzzaman. 2015. Perbandingan Faktor Risiko Kejadian Demam Tifoid Berdasarkan Kebersihan Diri dan Kebiasaan Jajan Pada Anak Usia 7–12 Tahun di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Padila.2013. Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.

Pramitasari. 2013. Faktor Risiko Kejadian Penyakit Demam Tifoid Pada Penderita Yang Dirawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran. Tesis. Dipenogoro: Diponegoro University.

Proverawati dan Rahmawati. 2012. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yogyakarta: Nuha Medika.

Rahayu. 2000. Faktor Risiko Kejadian Demam Tifoid Penderita yang Dirawat Di RSUD Dr. Soetomo. Tesis. Surabaya: Universitas Airlangga.

Rakhman. 2009. Faktor-Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Demam Tifoid Pada Orang Dewasa. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Sumarmo, Herry, Sri. 2009. Buku Ajar Infeksi Pediatri Tropis. Jakarta. Ikatan Dokter Anak Indonesia: 65–68.

Soegijanto. 2002. Ilmu Penyakit Anak Diagnosa & Penatalaksanaan. Jakarta: Salemba Medika: 12–13.

Widoyono. 2011. Penyakit Tropis. Jakarta: Erlangga: 36.

World Health Organization. 2009. Thypoid Fever. http://www.WHO.int. diakses pada tanggal 28 Januari 2015.

Zulkoni. 2010. Parasitologi. Yogyakarta: Nuha Medika.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




    

    

     
 
                                                                    Creative Commons License
JBE by Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
                                                                          License.

                                          Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

                                                         Kampus C Universitas Airlangga

                                        Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

                                            E-mail: jbepid@gmail.com / jbe@fkm.unair.ac.id

                                                            Phone: +62 877-3928-1082

 

Visit JBE Stats