Dukungan Sosial dalam Melakukan Vasektomi di Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo

Dwi Ayu Cahyani

= http://dx.doi.org/10.20473/jbk.v6i2.2017.171-179
Abstract views = 398 times | downloads = 359 times

Abstract


According to BKKBN, men are still minimal to want to do a vasectomy because they think there are many other contraceptives, lack of knowledge about vasectomy, and also the myths circulating in the community about vasectomy. Sidoarjo regency growth rate according to BPS East Java in 2015 was 1.60%, growth rate of Sidoarjo regency was the highest in East Java compared to other districts. Tanggulangin sub-district was the second lowest districts of active male KB participants from 18 districts in Sidoarjo District. The purpose of this study was to analyze social support that affect the participation of men in doing Vasectomy in Tanggulangin sub-district, Sidoarjo Regency. The kind of research used was observational with descriptive research method, because that was done to identify influencing behavior factors of man  whom lack participation in family planning. The research design that used was cross sectional because just describes the relationship between social support factors with men doing vasectomy. Respondents were taken from the population using purposive sampling 50 people in total. The conclusion of this study is the level of social support by respondents who do not do vasectomy concluded enough with the details of respondents who have low social support as much as 16%, who have enough social support as much as 70% and who have high social support as much as 14% . Based on the result of the research, it was suggested to conduct routine socialization and service activities, provide assistance to KB cadres and PLKB and provide information and education about male KB to wife and also mass media.

Keywords


participation, social support, vasectomy

Full Text:

PDF

References


BKKBN. 1999. Informasi Dasar Gerakan KB di Indonesia. Jakarta: BKKBN.

BKKBN. 2005. Program KB Nasional. Jakarta: BKKBN.

BKKBN. 2007. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Jakarta: BKKBN.

BKKBN. 2008. Evaluasi Hasil Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2008. Jakarta: BKKBN.

BKKBN. 2014. Analisis Data dan Evaluasi Pelaksanaan Program KKB Materi Persiapan Rapat Kerja Nasional. Jakarta.

BKKBN. 2015. Laporan Umpan Balik Hasil Pelaksanaan Subsistem Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta

BKKBN. 2012. Kemenkes Republik Indonesia. 2012. Jenis Metode KB Pasca Persalinan. Jakarta.

BKKBN. 2012. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Modul Pria. Jakarta.

BPS. 2016. Statistik Kecamatan Tanggulangin 2016. Sidoarjo.

Ernawati. 2016. Faktor yang Mempengaruhi Keluarga Berencana (KB) Pria dengan Partisipasi Pria dalam Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Sedayu II. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia. Yogyakarta: Universitas Alma Ata.

Kementerian Kesehatan R.I. 2014. Pusat Data dan Informasi Situasi dan Analisis keluarga Brencana. Jakarta Selatan.

Ibad, M. 2015. Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pria Melakukan Vasektomi Pada Akseptor KB di Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Galih, D.S. 2013. Upaya Peningkatan Partisipasi Pria dalam Mengikuti Kegiatan KB Pria (Vasektomi) di Kecamatan Pakal Kota Surabaya. Skripsi. Surabaya: Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN” Jawa Timur.

Lestari, V. 2016. Hubungan Antara Dukungan Sosial Orang Tua dengan Penyesuaian Diri Remaja dengan Orang Tua Bercerai. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Maharyani, H.W dkk. 2010. Hubungan Karakteristik Suami dengan Keikutsertaan Suami Menjadi Akseptor Keluarga Berencana di Wilayah Desa Karangduwur Kecamatan Petahanan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Jurnal Kesmas UAD Vol 4 No. 1. Yogyakarta: Univesitas Ahmad Dahlan.

Maryatun. 2011. Kajian Persepstif Gender Pria dalam Penggunaan Kontrasepsi. Jurnal Vol. 8. No. 1 Februari 2011 (647–655). Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Surakarta.

Novianti S. dkk., 2014. Faktor Persepsi dan Dukungan Istri yang Berhubungan dengan Partisipasi KB Pria. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol. 10 No. 2. Tasikmalaya.

Notoatmodjo, S. 2007. Perilaku Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Novianita, N. 2007. Faktor Yang Mendorong Pengambilan Keputusan Pada Akseptor KB Vasektomi (Studi di Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung). Skripsi. Surabaya: FKM Universitas Airlangga.

Putri K.D.P. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Sikap dan Terpaan Iklan Layanan Masyarakat KB Versi Shireen Sungkar dan Tuku Wisnu di TV Terhadap Perilaku KB pada Wanita atau Pria dalam Usia Subur.

Rizki, I.Z. 2015. Dukungan Sosial dalam Upaya Mengurangi Angka Unmet Need Studi Kualitatif di Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember.Skripsi. Jember. Universitas Negeri Jember.

Smet, Bart. 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta. Grasindo.

Yuniarti, dkk. 2014. Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Suami Pada Program KB Vasektomi di Wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur. Jurnal. Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kebidanan.

Zahrah. 2015. Partisipasi Pria dalam Program Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Pakal Surabaya. Jurnal Volume 3, Nomor 2, Mei–Agustus 2015. Surabaya. Universitas Airlangga.

Rodges A. David. A Longitudinal Study of the Psycho-Social Effects of Vasectomy. Journal of Marriage and Family, Vol. 27 No.1 (Feb 1965), pp. 59–64.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Biometrika dan Kependudukan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This Journal is Indexed By:

             

 

View My Stats

 

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Kampus C Universitas Airlangga

Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

E-mail: j.biokep@gmail.com / jbk@fkm.unair.ac.id

Phone: +62 816 502 307