Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Calon Pengantin di Puskesmas Pucang Sewu Surabaya

Riantini Amalia, Pulung Siswantara

= http://dx.doi.org/10.20473/jbk.v7i1.2018.29-38
Abstract views = 85 times | views = 31 times

Abstract


Premarital period is the best time to prepare physical, psychological, and social condition. Health check-up program and reproductive health promotion for prospective wives are ways to form the quality of family’s health. The aim of this study is to figure out the difference of knowledge before and after reproductive health promotion for prospective wives. This study was conducted in September 2017 at Puskesmas Pucang Sewu. This study is a quntitative research with cross sectional method with paired t-test. The sample of this study was 32 respondents and were given some questionnaires which provided questions about prospective wives’ knowledge of reproductive health before and after the promotion. The promotion of reproductive health was done to increase their knowledge in terms of nutrition level, reproductive health to prepare the precious generation. This research found thatbefore counseling 62.5% of respondents had less knowledge. It then decreased to 12.5% after counseling. The average value of respondents before counseling was 50.62 and then increased to 66.25 after counseling. The mean value is 15.625 and the p value is 0.031 or α less than 0.05. Thus, there was a significant difference of prospective wives’ knowledge before and after promotion was given. Puskesmas Pucang Sewu is recommended to keep giving the premarital counseling with lectures and frequently asked questions method and using slide show media because it has been proven to improve wives’ knowledge. Beside, it is necessary to implement collaboration of wives’ program holder with nutrition and psycology officer related about promotion materials in order to improve knowledge about nutrition and psycology management at wives’.

Keywords


knowledge, reproductive health, promotion

Full Text:

PDF

References


Aminah, U. 2016. Analisis Terhadap Program Kursus Calon Pengantin (Suscatin) dalam Menekan Angka Perceraian. Jurnal. IAIN Sultan Maulana Hasanuddin: Banten.

Arruum, R. L., T. F, Sahidah, dan Z, Febriani. 2016. Peningkatan Optimisme dan Pengetahuan Mengenai Pernikahan Pada Calon Pengantin Melalui Program Pelatihan Persiapan Pra Nikah. Prosiding SNaPP: Kesehatan (Kedokteran, Kebidanan, Keperawatan, Farmasi dan Psikologi), Vol. 2 No.1, Tahun 2016.

Atoillah, I. 2016. Pemeriksaan Kesehatan Pra Nikah dalam Perspektif Hukum Islam (Studi KUA Jetis Kota Yogyakarta tahun 2011). Jurnal. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga: Yogyakarta.

Azwar, A. 1983. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Cetakan Ketiga. Jakarta: Mutiara.

Badilag Surabaya. 2017. Tingkat Perceraian di Kota Surabaya. Surabaya: Mahkamah Agung.

Budiharto. 2010. Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta: EGC.

Budiman, 2014. Hubungan Kurus Calon Pengantin dengan Keikutertaan Imunisasi Tetanus Toxoid di Kecamatan Soreang Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Priangan, Vo. 1 No. 3, Januari 2014.

Dewi, R. J. 2015. Faktor Tingginya Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kota Palembang. Jurnal. Univeritas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: Jakarta.

Depkes R.I. 2002. Buku Panduan Strategi Promosi Kesehatan di Indonesia. Depkes RI. Jakarta.

Dita, R. H. 2016. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi dengan Kesiapan Menikah pada Calon Pengantin di KUA Umbulharjo Yogyakarta Tahun 2016. Jurnal. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta: Yogyakarta.

Effendy, N. 2012. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. 2nd Ed. Jakarta. EGC.

Faisal, A. 2007. Efektivitas BP4 dan Peranannya dalam memberikan Penataran atau Bimbingan Pada Calon Pengantin. Tesis. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Fatmawati, E. 2010. Efektifitas Bimbingan Pra Nikah Calon Pengantin Sebagai Upaya dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah di BP4 Kota Pekalongan. Jurnal. IAIN Walisongo.

Hapipah. 2013. Peran Bimbingan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciputat Kota Tanggerang Selatan. Jurnal. UIN Syarif Hidayatullah.

Haryanto. 2010. Perbedaan Pegetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Murid Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata (SMIP) Negeri dan Swasta Jakarta. Jurnal. Universitas Atmajaya.

Hendra, A. A., dan A. Miko. 2017. Peningkatan Pengetahuan Calon Pengantin Melalui Konseling ASI Ekslusif di Aceh Besar. Jurnal Penelitian Kesehatan, Vol. 45, No. 4 Desember 2017.

Instruksi Walikota Surabaya Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin.

Kementrian Agama. 2010. Pedoman Konselor Keluarga Sakinah. Surabaya: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam hal 165.

Kementrian Agama. 2012. Tuntunan Praktis Rumah Tangga Bahagia. Sidoarjo: BP4 Provinsi Jawa Timur.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Kesehatan Reproduksi dan Seksual Bagi Calon Pengantin. Jakarta: Kemenkes.

Maisura, A., dan Darmawati. 2016. Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Pengetahuan Tanda Bahaya Kehamilan Pada Ibu Hamil di Puskesmas Darussalam. Jurnal Keperawatan.Universitas Syiah Kuala: Banda Aceh.

Maulana, H. 2009. Promosi Kesehatan. Jakarta. EGC.

Nurihsan, A. 2009. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Rafika Aditama.

Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta. Salemba Medika.

Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Purwaningsih, E. 2017. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Seks Pranikah Pada Remaja Dusun Bembem Jetis Bantul Yogyakarta. Jurnal. Universitas ‘Aisyiyah.

Saragih, F. S. 2010. Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Makanan Sehat dan Gizi Seimbang di Desa Merek Jaya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Sawitri. 2011. Gambaran Persepsi Petugas Kesehatan dan Petugas Kantor Urusan Agama (KUA) pada Pelaksanaan Program Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) Pada Calon Pengantin Wanita di Kota Tanggerang Selatan. Jurnal. UIN Syarif Hidayatullah.

Setiowati, D. 2014. Efektifitas Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja di SMK Islam Wijaya Kusuma Jakarta Selatan. Jurnal Keperawatan Soedirham, Volume 9 No. 2 Juli 2014.

Sugandhi, N.M. 2011. Konseling Pra Nikah Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Melalui Pendekatan Kelompok. Jurnal Psikologi. Universitas Pendidikan Indonesia.

Sururun, dan M. Muslim. 2014. Pendidikan Calon Pengantin. Jurnal Bimas Islam, Vol. 7 No. 2 Tahun 2014.

Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Yuliana, I.W., Nur, S.D., dan Ken I. U. 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause dengan Dukungan Sosial Suami Saat Istri Menghadapi Menopause di Desa Somagede Kecamatan Somagede Banyumas. Jurnal Kesmas, Vol. 3 No. 3, September 2014.

Wan, C. N. 2017. Faktor Penyebab Tingginya Cerai Gugat pada Mahkamah Syar’iyah Meulaboh. Jurnal Deliberatif, Vol. 1 No. 1, Juni 2017.

Wawan, A., dan M. Dewi. 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Biometrika dan Kependudukan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

   

 

 

View My Stats

 

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Kampus C Universitas Airlangga

Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

E-mail: j.biokep@gmail.com / jbk@fkm.unair.ac.id

Phone: +62 816 502 307