INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental https://e-journal.unair.ac.id/JPKM <p>Salam sehat mental!</p> <div style="text-align: justify;"> <p>In recent times, mental health issues have drawn great attention from the public, especially to health policymakers. Global Burden of Disease study, a global research conducted by IHME discovered that six mental health problems were included in the list of top 20 diseases lead to disability and caused immense social and economic burden. In Indonesia, mental disorders are not currently seen as a serious epidemiological threat, especially when those are compared with communicable diseases that always become the priority of health policies and programmes.</p> <p><br />The discourse of mental health in Indonesia is still limited to severe mental health conditions, such as Schizophrenia as well as inhumane treatment to Schizophrenic patients known as <em>pasung </em>(confinement), while in fact, the problems are often more convoluted than what it seems. Therefore, <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://journal.unair.ac.id/INSAN@insan-media-psikologi-media-8.html" target="_blank" rel="noopener">INSAN Media Psychology</a></span>, since 2016, has changed its name to INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental (JPKM). In consideration, we strive to specify the topic of our content, adjusting to the Faculty of Psychology Airlangga University’s research speciality. In addition, we want to expand the scope of our target readers, thus, INSAN JPKM welcomes research articles from mental health researchers outside Psychology.</p> <p><br />INSAN JPKM is a peer-reviewed journal, and it has now indexed by Google Scholar, PKP Index, ROAD, CrossRef, neliti.com and ResearchGate.</p> <p><br />INSAN JPKM invites all scholars to submit their <strong>RESEARCH PAPERS</strong> and <strong>BOOK REVIEWS</strong> related to our journal’s focus and scope. Among them are:</p> <ol> <li>Psychopathology</li> <li>Mental health promotion</li> <li>Community mental health</li> <li>Mental health in industrial and organizational settings</li> <li>Public mental health</li> <li>Mental health in school settings</li> <li>Inclusive education</li> <li>Mental health of children and adolescents</li> <li>Quality of mental health service</li> </ol> <p><br /> INSAN JPKM also receives <strong>CASE REPORTS,</strong> which contain detailed reports on psychological therapy/interventions conducted by practitioners/mental health workers. We hope that INSAN JPKM can be a scientific journal that disseminates the study of the effectiveness of certain therapy/psychological intervention conducted by practitioners/mental health professionals.</p> </div> Airlangga University Press, Universitas Airlangga en-US INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental 2528-0104 <div style="text-align: justify;"> <p>INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental is a periodical open-access publication with Creative Commons Attribution 4.0 International (CC-BY 4.0). <span style="text-decoration-line: underline;"><strong>Therefore, the copyright remains with the author.</strong></span></p> <p>With this license, anyone has the right to use the information and to re-distribute the content contained in this journal for any purpose, including commercial purposes. It can be done as long as it fulfills two conditions: (1) you shall provide attribution by citing the original link source, and state if any changes have been made; and (2) you may not use any legal provisions or technological means of control that can legally restrict others from doing the things that are permitted by this license.</p> <p>Journal editors will not ask the author to approve the transfer of copyright on all published manuscripts.</p> </div> <div id="gtx-trans" style="position: absolute; left: 226px; top: 70.8889px;"> </div> “Ruang Refleksi”: Insight dari Program Pendampingan Sebaya Daring di Masa Pandemi COVID-19 https://e-journal.unair.ac.id/JPKM/article/view/31110 Laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan Ruang Refleksi Online (RRO), sebuah program pendampingan sebaya yang diselenggarakan oleh Halo Jiwa Indonesia yang menyasar remaja dan dewasa muda, khususnya di masa pandemi <em>Coronavirus Disease-19</em> (COVID-19). Melalui program ini, prinsip konseling sebaya daring dan <em>Psychological First Aid</em> (PFA) berupaya dipadukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecenderungan persoalan yang dialami partisipan tergolong masalah personal, khususnya manajemen diri dan kecemasan. Terkait dengan efek pendampingan, partisipan melaporkan perasaan positif, seperti kelegaan dan perasaan senang. Mayoritas partisipan juga memberikan penilaian memuaskan terhadap RRO, yang mana pelayanannya dinilai dapat membantu mereduksi stres yang dirasakan. Hasil dari laporan ini juga menyajikan sejumlah kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman dari program RRO yang dapat menjadi pertimbangan untuk pengembangan program serupa yang menggunakan prinsip pendampingan sebaya, pertolongan pertama psikologis, dan pelayanan psikologis daring yang potensial di masa yang akan datang seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Syurawasti Muhiddin Afga Yudistikhar Azmul Fuady Idham Sitti Muthia Maghfirah Massinai Syarifa Nadhrah Mustamin Griselda Maria Ancela Wodong Copyright (c) 2021 Syurawasti Muhiddin, Afga Yudistikhar, Azmul Fuady Idham, Sitti Muthia Maghfirah Massinai, Syarifa Nadhrah Mustamin, Griselda Maria Ancela Wodong 2021-11-29 2021-11-29 6 2 90 105 10.20473/jpkm.V6I22021.90-105 Distres Psikologis di Masa Pandemi COVID 19: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis https://e-journal.unair.ac.id/JPKM/article/view/23000 Pandemi <em>Coronavirus Disease-19</em> (COVID-19) menimbulkan distres psikologis bagi masyarakat yang terdampak sehingga dibutuhkan adanya kesadaran terkait seperti apa distres psikologis yang ditimbulkan di masa pandemi. Studi ini merupakan tinjauan literatur dengan pendekatan sistematis yang bertujuan untuk menggali tentang ragam distres psikologis yang muncul pada masyarakat terdampak pandemi COVID-19, gejala-gejala yang ditimbulkan, serta mengenali apa saja <em>stressor</em> yang menimbulkan gejala-gejala tersebut. Adapun hasil dari studi ini yaitu distres psikologis yang dominan dirasakan masyarakat terdampak COVID-19 meliputi gejala kecemasan, gejala depresi, gejala stres akut, serta gejala <em>post-traumatic stress disorder </em>(PTSD). Gejala-gejala distres psikologis lainnya yang dirasakan berupa perasaan kesepian, ketidakberdayaan, kemarahan, ketakutan, insomnia, penghindaran <em>stressor</em>, mimpi buruk, pusing, serta palpitasi. Penyebab kemunculan gejala tersebut dipicu oleh adanya <em>stressor</em> berupa kondisi ketidakpastian, hilangnya <em>sense of control</em>, ketidakberdayaan, persepsi negatif terkait kesehatan orang lain, tinggal sendirian saat menjalani karantina, tingginya risiko individu terpapar COVID-19, dekatnya jarak dengan orang yang berisiko tinggi atau penderita COVID-19, serta adanya stigmatisasi dari orang sekitar. Gusti Ayu Ardhia Candra Trikusuma Wiwin Hendriani Copyright (c) 2021 Gusti Ayu Ardhia Candra Trikusuma 2021-12-01 2021-12-01 6 2 106 116 10.20473/jpkm.V6I22021.106-116 Studi Kualitatif dalam Kajian Stres Akademik https://e-journal.unair.ac.id/JPKM/article/view/22948 Studi ini merupakan <em>narrative review</em> mengenai temuan dari penelitian kualitatif yang mengkaji stres akademik. Penelitian kualitatif memiliki keunggulan dibanding penelitian kuantitatif untuk menggali kedalaman data seperti <em>stressor</em> dan cara <em>coping </em>yang tepat untuk permasalahan yang dihadapi, namun masih sedikit kajian stres akademik dari segi kualitatif. Hasil <em>narrative review</em> menunjukkan <em>stressor</em> apa saja yang dihadapi oleh mahasiswa pada konteks bervariasi serta strategi <em>coping</em> yang tepat. Ini mendukung perlunya penelitian kualitatif pada kajian stres sebagai penggalian data terhadap persepsi individu terkait stres itu sendiri. Meskipun demikian kelemahan kualitatif saat ini menjadikannya metode penelitian ini sebagai komplementer dari kuantitatif.<br /><div class="notranslate" style="all: initial;"> </div> Adismara Putri Pradiri Wiwin Hendriani Endang Retno Surjaningrum Copyright (c) 2021 Adismara Putri Pradiri; Wiwin Hendriani; Endang Retno Surjaningrum 2021-11-29 2021-11-29 6 2 79 89 10.20473/jpkm.V6I22021.79-89 Gambaran Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan Pada Masa Awal Pandemi COVID-19 https://e-journal.unair.ac.id/JPKM/article/view/25765 Dalam waktu kurang dari tiga bulan, penyebaran <em>Coronavirus Disease-19 </em>(COVID-19) sudah mencapai ke berbagai negara di dunia. Sebagai garda terdepan yang menghadapi COVID-19, tenaga kesehatan memiliki risiko terpapar yang tinggi. Meskipun terdapat ancaman dan tuntutan tinggi yang mereka hadapi sebagai <em>stressor</em> setiap hari, mereka harus tetap melaksanakan prosedur pelayanan kesehatan dengan optimal dengan tujuan menekan ancaman yang ditimbulkan oleh wabah tersebut. <em>Stressor</em> di tempat kerja berpotensi menghambat penyesuaian diri mereka terhadap situasi kerja sehingga berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan mental tenaga kesehatan di masa awal pandemi COVID-19 di Indonesia, yaitu di bulan Mei 2020. Pemilihan partisipan dilakukan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>, dan metode yang digunakan adalah studi eksploratif. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Secara umum, tenaga kesehatan menunjukkan respon yang cukup adaptif terhadap situasi di masa pandemi dan dapat menjaga kesehatan mental mereka dengan cukup baik. Namun, beberapa simtom depresi dan kecemasan ditemukan lebih parah pada perawat. Hana Kamilah Hanifah Hanifah Copyright (c) 2021 Hana Kamilah, Hanifah 2021-12-01 2021-12-01 6 2 117 126 10.20473/jpkm.V6I22021.117-126 Faktor-Faktor Kecemasan Tenaga Kesehatan Selama Pandemi COVID-19 https://e-journal.unair.ac.id/JPKM/article/view/29100 Salah satu dampak dari pandemi COVID-19 adalah meningkatnya prevalensi kecemasan tenaga kesehatan. Penelitian ini bersifat analisis kuantitatif dengan desain studi <em>cross-sectional</em>. Sebanyak 167 tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD Pasar Rebo direkrut sebagai sampel menggunakan teknik <em>convenience sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Zung <em>Self-Rating Anxiety Scale</em> yang disebarkan secara daring. Data dianalisis dengan menggunakan uji <em>Chi Square</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, usia, status pernikahan, status memiliki anak, bekerja sebagai perawat, dan beban kerja berat dengan tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan. Diharapkan rumah sakit dapat mengambil upaya khusus untuk menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan seperti memberikan konsultasi, mensosialisasikan mekanisme <em>coping</em> yang efektif pada tenaga kesehatan Tyara Aderalda Deminanga Azizah Musliha Fitri Arga Buntara Dyah Utari Copyright (c) 2021 Tyara Aderalda Deminanga, Azizah Musliha Fitri, Arga Buntara, & Dyah Utari 2021-12-01 2021-12-01 6 2 127 137 10.20473/jpkm.V6I22021.127-137