Gambaran Status Gizi Remaja Akhir Pendidikan Dokter Universitas Airlangga Angkatan 2012

Gemilang Nurhasanah, Abdurrachman Abdurrachman, Susilowati Andajani

= http://dx.doi.org/10.20473/juxta.V9I12017.66-72
Abstract views = 264 times | downloads = 186 times

Abstract


Masalah status gizi remaja akhir-akhir ini dapat menjadi faktor resiko penyakit seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner, dan Ferrous Anemia Defisiensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang status gizi remaja akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada bulan Juli 2014. Metode pada penelitian ini menggunakan studi deskriptif di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya pada bulan Juli 2014. Total sampel pada penelitian ini adalah 274 sampel. Penelitian ini mengukur index massa tubuh, jenis kelamin, usia, aktivitas, dan etnis. Hasil dari penelitian ini adalah status gizi yang normal merupakan status gizi yang paling banyak ditemui (62,40%), diikuti oleh kemukan (13,50%), status gizi kurang (9,48%), dan gemuk (8,02%). Kegemukan dan gemuk lebih sering terjadi pada laki-laki sedangkan status gizi kurang dan status gizi normal lebih sering terjadi pada perempuan. Keseluruhan status gizi terbanyak pada masa mahasiswa berumur 20 dan beretnis Jawa. Aktivitas sedang sebagian besar ditemukan pada kegemukan, gemuk, dan status gizi normal sementara aktivitas ringan sebagian besar ditemukan pada status gizi kurang. Kesimpulannya adalah gizi terbanyak merupakan status gizi normal yang dikarenakan sebagian besar remaja akhir (90,02%) mengerti akan dampak positif dari gizi normal maupun dampak negatif dari gizi lebih dan gizi kurang sehingga menerapkan pola hidup sehat sehari-hari, sedangkan status gizi tersedikit adalah gemuk, dimana seluruh (100%) remaja gemuk mengerti akan dampak negatif dari gizi lebih namun menyatakan masih sulit untuk menerapkan pola hidup sehat dikarenakan keterbatasan waktu untuk melakukan aktivitas fisik.


Keywords


Status gizi; usia; jenis kelamin; etnik

Full Text:

PDF

References


Indriyati E. Antropometri untuk Kedokteran, Keperawatan, dan Olahraga. Citra Aji Parama, Yogyakarta, hal. 2010;70(82):123.

Azwar S. Sikap manusia: teori dan pengukurunnya. Liberty; 1988.

Adiningsih S. Ukuran Pertumbuhan dan Status Gizi Remaja Awal. Prosiding Kongres Nasional Persagi dan Temu Ilmiah. 2002.

Ali M, Asrori M. Psikologi remaja perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara. 2004.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Gizi Maryarakat. 2003.

Annas M. Hubungan Kesegaran Jasmani, Hemoglobin, Status Gizi, dan Makan Pagi terhadap Prestasi Belajar. Media Ilmu Keolahragaan Indonesia. 2011; 1(2).

Anuurad E, Shiwaku K, Nogi A, Kitajima K, Enkhmaa B, Shimono K, Yamane Y. The new BMI criteria for asians by the regional office for the western pacific region of WHO are suitable for screening of overweight to prevent metabolic syndrome in elder Japanese workers. Journal of occupational health. 2003; 45(6): 335-43.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Riset Kesehatan Daerah (RISKESDAS). 2013.

Baliwati YF, Khomsan A, Dwiriani CM. Pengantar pangan dan gizi. Jakarta: Penebar Swadaya. 2004.

Brown JE. Nutrition through the life cycle. Cengage Learning; 2016 Mar 4.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 2003.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga

INDEXED BY:

   

         

Creative Commons License

JUXTA (p-ISSN: 1907-3623, e-ISSN: 2684-9453) is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 View JUXTA Stats