KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA DI RSUD DR SOETOMO SURABAYA PERIODE JANUARI 2012 HINGGA DESEMBER 2012

Preeklampsia paritas usia kehamilan berat lahir hipertensi

Authors

August 2, 2020

Downloads

Pendahuluan: Preeklampsia merupakan satu dari dua penyebab terbesar kematian ibu setelah perdarahan di dunia. Menurunkan angka kematian ibu menjadi prioritas utama dalam perkembangan kesehatan di Indonesia dan berbagai upaya telah dilakukan termasuk upaya untuk menurunkan angka preeklampsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik ibu hamil dengan preeklampsia dan eklampsia di RSUD Dr Soetomo Surabaya periode Januari hingga Desember 2012. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan data sekunder dari data rekam medis pasien dengan preeklampsia dan eklampsia. Data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan metode deskriptif. Besar sampel pada penelitian ini adalah 393 sampel. Preeklampsia berat (PEB) lebih banyak terjadi dibandingkan preeklampsia lain (75,06%). Sebagian besar kasus (24,17%) didapatkan pada usia 26-30 tahun dengan puncak kejadian preeklampsia berat (PEB) pada usia >35 tahun. Didapatkan data nullipara 42,24%, telah melakukan ANC≥4 kali (69,72%), melakukan persalinan pada usia kehamilan 37-42 minggu (62,12%), melahirkan bayi dengan berat lahir normal (66,67%) dan tidak memiliki riwayat hipertensi (75,83%). Temuan klinis di atas didukung oleh beberapa penelitian sebelumnya dimana angka kejadian preeklampsia berat merupakan yang paling tinggi, meskipun kisaran usia penderita yang ditemukan tidak sesuai dengan teori yang ada. Kejadian tertinggi pada nullipara sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya dan teori yang menyebutkan nullipara sebagai salah satu faktor risiko preeklampsia, namun demikian, hipertensi yang dicurigai sebagai faktor risiko pada preeklampsia tidak didapatkan pada penelitian ini. Karakteristik ibu hamil dengan preeklampsia dan eklampsia di RSUD Dr Soetomo Surabaya periode Januari hingga Desember 2012 adalah usia ibu hamil 26-30 tahun, nullipara, frekuensi ANC≥4 kali, melakukan persalinan pada usia kehamilan 37-42 minggu, melahirkan bayi dengan berat lahir normal dan tidak memiliki riwayat hipertensi.