KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA DI RSUD DR SOETOMO SURABAYA PERIODE JANUARI 2012 HINGGA DESEMBER 2012

Hernalia Martadila Putri, Susilowati Andajani, Djohar Nuswantoro

= http://dx.doi.org/10.20473/juxta.V7I12015.25-31
Abstract views = 2 times | downloads = 43 times

Abstract


Pendahuluan: Preeklampsia merupakan satu dari dua penyebab terbesar kematian ibu setelah perdarahan di dunia. Menurunkan angka kematian ibu menjadi prioritas utama dalam perkembangan kesehatan di Indonesia dan berbagai upaya telah dilakukan termasuk upaya untuk menurunkan angka preeklampsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik ibu hamil dengan preeklampsia dan eklampsia di RSUD Dr Soetomo Surabaya periode Januari hingga Desember 2012. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan data sekunder dari data rekam medis pasien dengan preeklampsia dan eklampsia. Data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan metode deskriptif. Besar sampel pada penelitian ini adalah 393 sampel. Preeklampsia berat (PEB) lebih banyak terjadi dibandingkan preeklampsia lain (75,06%). Sebagian besar kasus (24,17%) didapatkan pada usia 26-30 tahun dengan puncak kejadian preeklampsia berat (PEB) pada usia >35 tahun. Didapatkan data nullipara 42,24%, telah melakukan ANC≥4 kali (69,72%), melakukan persalinan pada usia kehamilan 37-42 minggu (62,12%), melahirkan bayi dengan berat lahir normal (66,67%) dan tidak memiliki riwayat hipertensi (75,83%). Temuan klinis di atas didukung oleh beberapa penelitian sebelumnya dimana angka kejadian preeklampsia berat merupakan yang paling tinggi, meskipun kisaran usia penderita yang ditemukan tidak sesuai dengan teori yang ada. Kejadian tertinggi pada nullipara sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya dan teori yang menyebutkan nullipara sebagai salah satu faktor risiko preeklampsia, namun demikian, hipertensi yang dicurigai sebagai faktor risiko pada preeklampsia tidak didapatkan pada penelitian ini. Karakteristik ibu hamil dengan preeklampsia dan eklampsia di RSUD Dr Soetomo Surabaya periode Januari hingga Desember 2012 adalah usia ibu hamil 26-30 tahun, nullipara, frekuensi ANC≥4 kali, melakukan persalinan pada usia kehamilan 37-42 minggu, melahirkan bayi dengan berat lahir normal dan tidak memiliki riwayat hipertensi.

Keywords


Preeklampsia; paritas; usia kehamilan; berat lahir; hipertensi

Full Text:

PDF

References


WHO. Maternal Mortality. 2013. [online] Available at: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs348/en/index.html [Diakses pada 25 Juni 2013].

Kementerian Kesehatan RI. Bidan Berperan Penting Turunkan AKI dan AKB. 2011. [online] Available at: http://buk.depkes.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=296:bidan-berperan-penting-turunkan-aki-dan-akb&catid=113:keperawatan&Itemid=139 [Diakses pada 30 Juni 2013]

Pemerintah Kota Surabaya. Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Kota Surabaya Tahun 2008. Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya; 2009.

Cunningham F.G., et al., 2008. Obstetri Williams. Jakarta : EGC. 12. Sibai BM, Witlin AG, 1998. Magnesium sulfate therapy in preeclampsia and eclampsia. Obstet Gynecol, Nov, 92(5), pp. 883-889.

Amirah N. Karakteristik Ibu Penderita Preeklampsia Berat dan Eklampsia Serta Hubungannya Dengan Faktor Risiko, di RSU H. Adam Malik, Medan Dalam Tahun 2008-2010. USU Institutional Repository. 2011. [pdf] Available at: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/22337 [Diakses pada 12 Oktober 2014].

Sudinaya I P. Insiden Preeklamsia-Eklamsia di Rumah Sakit Umum Tarakan, Kalimantan Timur-Tahun 2000. Cermin Dunia Kedokteran. Jakarta : Grup PT Kalbe Farma; 2003; 139:13–15. [pdf] Available at: http://180.247.110.218/cdkpdf/cdk139.pdf [Diakses pada 12 Oktober 2014].

Preeclampsia Foundation. FAQs : Eclampsia. 2013. [online] Available at:

http://www.preeclampsia.org/health-information/faqs#eclampsia [Accessed at November 29th 2014].

Royston E dan Armstrong S. Pencegahan Kematian Ibu Hamil. Jakarta: Binarupa Aksara; 1994.

Direkvand A, Moghadam A, Khosravi A et al. Predictive Factors for Preeclampsia in Pregnant Women : A Unvariate and Multivariate Logistic Regression Analysis. ACTA Biochimica Polonica. 2012; 59(4):673–677. [pdf] Available at: www.actabp.pl [Accessed at October 12th 2014].

Shamsi U, Saleem S, Nishter N. Epidemiology and Risk Factors of Preeclampsia ; An Overview of Observational Studies. Al Ameen J Med Sci. 2013; 6(4):292–300. [pdf] Available at: http://ajms.alameenmedical.org/ArticlePDFs/AJMS%20V6.N4.2013%20p%20292-300.pdf [Accessed at October 12th 2014].

Djannah S N, Arianti I S. Gambaran Epidemiologi Kejadian Preeklampsia/Eklampsia di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2007-2009. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 2010; 13(4):378-385. [pdf] Available at: [Diakses pada 12 Oktober 2014].

Vinatier D, Monnier J C. Pre-eclampsia: Physiology and Immunological Aspects. European Journal of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Biology. 1995; 61(2):85–97. [online] Available at: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7556848 [Accessed at November 30th 2014].

Pusdiknakes, WHO Jh Piego. Paduan Pengajaran Asuhan Kebidanan Bagi Dosen Diploma II Kebidanan, Buku 2 Agustus Antenatal. Jakarta : Pusdiknakes. 2003.

Moldenhauer J S, Stanek J, Warshak C et al. The Frequency and Severity of Placental Findings in Women with Preeclampsia are Gestational Age Dependent. Am J Obstet Gynecol. 2003; 189(4):1173–1177. [pdf] Available at: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0002937803005763 [Diakses pada: 12 Oktober 2014].

Salafia C M, Pezzullo J C, Ghidini A et al. Clinical Correlations of Patterns of Placental Pathology in Preterm Pre-eclampsia. Placenta. 1998; 19:67–72. [pdf] Available at: http://www.placentajournal.org/article/S0143-4004(98)90100-X/abstract [Diakses pada: 15 Oktober 2014].

Yazdani S, Yosofniyapasha Y, Nasab B H et al. Effect of Maternal Body Mass Index on Pregnancy Outcome and Newborn Weight. BMC Research Notes. 2012; 5(1):34. [pdf] Available at: http://www.biomedcentral.com/1756-0500/5/34 [Accessed at October 15th 2014].

Luealon P, Phupong V. Risk Factors of Preeclampsia in Thai Women. J Med Assoc Thai. 2010; 93(6):661–666. [pdf] Available at: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20572370 [Diakses pada: 12 Oktober 2014]


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga

INDEXED BY:

   

         

Creative Commons License

JUXTA (p-ISSN: 1907-3623, e-ISSN: 2684-9453) is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 View JUXTA Stats