PENYEBAB KETERLAMBATAN PENANGANAN PADA KASUS KANKER RONGGA MULUT DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

Lathifah Nurul Fajri, Dwi Hari Susilo, Florentina Sustini

= http://dx.doi.org/10.20473/juxta.V8I12016.1-6
Abstract views = 1 times | downloads = 24 times

Abstract


Pasien kanker rongga mulut paling banyak datang dengan stadium lanjut, menyebabkan keterlambatan dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan keterlambatan penanganan dari sisi pasien, dokter dan rumah sakit, sehingga dapat dilakukan pecegahan melalui faktor-faktor tersebut. Penelitian dilakukan pada 20 pasien kanker rongga mulut stadium 3 dan 4 di IRNA bedah, POLI bedah dan ruang kemoterapi RSUD Dr. Soetomo. pengambilan data melalui metode wawancara dengan kuisioner dan data rekam medis pada bulan Maret-Agustus 2014. Berdasarkan data yang diambil dari 20 pasien di penelitian ini, peneliti menemukan bahwa karakteristik pasien dapat mempengaruhi keterlambatan penanganan dari kasus. Faktor pasien terbanyak adalah pasien tidak merasakan sakit yang berbahaya terdapat pada 60% pasien. Faktor dokter terbanyak adalah kesalahan diagnosis yang pada pemeriksaan pertama terdapat pada 85% pasien. Faktor rumah sakit terbanyak adalah waktu tunggu kamar pasien yang terjadi pasa 60% pasien. Pada sebagian besar kasus lama tunggu kamar adalah 3 bulan dimana waktu tersebut dapat mempengaruhi progresivitas kanker. Faktor yang berperan pada keterlambatan penanganan kanker rongga mulut dapat lebih dari satu pada setiap pasien dimana satu faktor dapat mempengaruhi satu faktor yang lain.

Keywords


Kanker; kanker rongga mulut; keterlambatan penanganan; faktor keterlambatan pasien; faktor keterlambatan dokter; faktor keterlambatan rumah sakit

Full Text:

PDF

References


Brailoa V., Vucićević-Boras V, Cekić-Arambasin A, Alajbeg IZ, Milenović A, Lukac J. The significance of salivary interleukin 6 and tumor necrosis factor alpha in patients with oral leukoplakia. J Head and neck oncology pathology. 2006 [Diakses tanggal 26 Mei 2013]; 42(4):370-3. Diakses dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16324876.

Oral Cancer Foundation. Rates of occurrence in the United States. 2013 [Diakses tanggal 6 Mei 2013]. Diakses dari: http://oralcancerfoundation.org/facts/index.htm.

Sahudi. Penanganan Kanker Rongga Mulut Di RSUD Dr. Sutomo Studi Klinikostatistik. Jurnal Bedah Kepala Leher Indonesia. 2013; 3(1):13-18.

Hasibuan, Sayuti. Prosedur Dini dan Diagnosis Kanker Rongga Mulut. 2004 [Diakses tanggal 28 Mei 2013]. Diakses dari: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1159/1/fkg-sayuti2.pdf.

Universitas Sumatera Utara. Bab I Pendahuluan. 2010 [Diakses tanggal 3 Juli 2013] Diakses dari: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23120/5/Chapter%20I.pdf.

Neville, B. W. & Day, T. A. Oral Cancer and Precancerous Lesions. CA Cancer J Clin. 2002 [Diakses tanggal 17 Oktober 2014]; 52(4):195-215 Diakses dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12139232.

Suyatno, Pasaribu, Emir T. Bedah Onkologi Diagnoatik dan Terapi. Jakarta: CV Sagung Seto. 2010.

Ijulchaniago. Penguatan Faskes Primer Sebagai Ujung Tombak pelayanan Kesehatan Peserta BPJS kesehatan. 2014 [Diakses tanggal 25 Oktober 2014] Diakses dari: http://bpjs-kesehatan.go.id/index.php/post/read/2014/278/Penguatan-Faskes-Primer-Sebagai-Ujung-Tombak-pelayanan-Kesehatan-Peserta-BPJS-kesehatan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga

INDEXED BY:

   

         

Creative Commons License

JUXTA (p-ISSN: 1907-3623, e-ISSN: 2684-9453) is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 View JUXTA Stats