TINGKAT MORTALITAS TERAPI REPERFUSI PADA PENDERITA STEMI DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

STEMI PCI fibrinolitik

Authors

August 2, 2020

Downloads

Infark miokard akut (IMA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama baik pada negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia. IMA merupakan suatu keadaan terjadinya kematian sel miokardium karena terjadinya penyumbatan pada arteria koronaria. Penyumbatan tersebut sebagian besar disebabkan oleh plak aterosklerosis. Keberhasilan terapi penderita IMA sangat ditentukan oleh jenis maupun waktu penanganannya. Dimana upaya utama yang dilakukan adalah dengan melancarkan kembali aliran darah arteri koronaria yang tersumbat yaitu dengan terapi reperfusi baik dengan PCI maupun dengan fibrinolitik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI) yang memperoleh terapi reperfusi di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien STEMI dengan terapi reperfusi yang MRS pada tahun 2013 di IRNA Departemen Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana jumlah sampel yang diperoleh yaitu 104 sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien STEMI yang memperoleh terapi reperfusi baik PCI maupun fibrinolitik di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2013 sebesar 41% dari total 251 pasien STEMI. Pasien STEMI yang memperoleh PCI sebesar 28 % (29 pasien), sedangkan terapi fibrinolitik sebesar 78 % (75 pasien). Adapun mortalitas pasien STEMI dengan terapi reperfusi di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2013 yaitu 12 % (13 pasien). Mortalitas dengan PCI sebesar 7 % (2 pasien), sedangkan terapi fibrinolitik sebesar 15% (11 pasien).