GAMBARAN KLINIS SINDROM KORONER AKUT BERDASARKAN STATUS GULA DARAH DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

Thomas Jatiman, Sony Wibisono, Achmad Lefi

= http://dx.doi.org/10.20473/juxta.V8I12016.41-46
Abstract views = 250 times | downloads = 2000 times

Abstract


Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk Indonesia. SKA merupakan kumpulan gejala akibat iskemia miokardium karena terdapat penyumbatan pada arteri koronaria. Penyumbatan tersebut sebagian besar disebabkan oleh terbentuknya plak aterosklerosis. Salah satu faktor risiko terbentuknya plak aterosklerosis adalah gangguan metabolisme glukosa. Di sisi lain, gangguan metabolisme glukosa dapat terjadi pada penyakit akut dan kritis, sindroma koroner akut adalah salah satu dari antaranya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita SKA berdasarkan kadar gula darah acak ketika masuk rumah sakit RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini menggunakan data rekam medis penderita SKA yang masuk rumah sakit pada periode Januari - Desember 2013 di Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana jumlah sampel yang diperoleh yaitu 62 sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa 72,6% penderita SKA mengalami hiperglikemia. Hiperglikemia terjadi pada penderita berjenis kelamin laki-laki dan berusia lebih dari 55 tahun. Gejala nyeri dada spesifik lebih banyak dikeluhkan pada penderita hiperglikemik (66,7%) daripada normoglikemia (47,1%). Diagnosa akhir ST-Elevation Myocardium Infarction (STEMI) lebih banyak daripada Non ST-Elevation Myocardium Infarction (NSTEMI) baik pada hiperglikemia (97,8% banding 2,2%) maupun normoglikemia (82,4% banding 17,6%). Riwayat penyakit diabetes mellitus tipe 2 lebih banyak didapatkan pada penderita SKA dengan hiperglikemik (53,3%) daripada normoglikemia (11,8%). Komplikasi ketika perawatan lebih banyak terjadi pada penderita SKA dengan hiperglikemia (1,2 komplikasi/penderita) daripada normoglikemia (1,17 komplikasi/penderita), dengan komplikasi organ jantung yang paling banyak terjadi, yaitu 64,4% pada hiperglikemia dan 58,8% pada normoglikemia. Lama rawat penderita SKA dengan hiperglikemia lebih lama daripada normoglikemia (7,81 ± 2,71 hari banding 6,67 ± 1,03 hari). Penderita SKA dengan hiperglikemia lebih banyak yang meninggal daripada penderita SKA normoglikemia.

Keywords


ACS; GDA; hiperglikemia

Full Text:

PDF

References


WHO.int. 2013. WHO | Cardiovascular diseases (CVDs). [online] Available at: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs317/en/index.html

Tim RISKESDAS 2006-2008. 2008. Laporan Nasional 2007. [report] Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, pp. 277-278.

Albatas, V., Albatas, K., Berković-Cigrovski, M., Maloševac, S., Vrkljan, M., Heitzler, VN.2011. Glucose Metabolism Disorders In Patients With Acute Coronary Syndromes. Acta Clinica Croatica, 51(1), pp.71-77.

Deedwania, P., Kosiborod, M., Barrett, E., Ceriello, A., Isley, W., Mazzone, T. and Raskin, P. 2008. Hyperglycemia and Acute Coronary Syndrome A Scientific Statement From the American Heart Association Diabetes Committee of the Council on Nutrition, Physical Activity, and Metabolism. Circulation, 117 (12), pp. 1610—1619

Kosiborod, M. (2008). Blood glucose and its prognostic implications in patients hospitalised with acute myocardial infarction. Diabetes and Vascular Disease Research, 5(4), 269–275. doi:10.3132/dvdr.2008.039

Angeli, F., Reboldi, G., Poltroneiri, C., & Verdecchia, P. (2013). Hyperglycemia During Acute Coronary Syndrome: Prognostic Implications. J Diabetes Metab, 04(07). doi:10.4172/2155-6156.1000e111

Mansour, A. A., & Wanoose, H. L. (2011). Original Article Acute Phase Hyperglycemia among Patients Hospitalized with Acute Coronary Syndrome: Prevalence and Prognostic Significance, 26(2), 85–90.

Kosiborod, M., Inzucchi, S. E., Krumholz, H. M., Xiao, L., Jones, P. G., Fiske, S., Spertus, J. a. (2008). Glucometrics in patients hospitalized with acute myocardial infarction: defining the optimal outcomes-based measure of risk. Circulation, 117(8), 1018–27. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.107.740498

Thalib, L., Zubaid, M., Rashed, W., Suwaidi, J. Al, Almahmeed, W., Alozairi, E., Al - Motarreb, A. (2011). Impact of diabetic status on the hyperglycemia -induced adverse risk of short term outcomes in hospitalized patients with acute coronary syndromes in the Middle East: findings from the Gulf registry of Acute Coronary Events (Gulf RACE). Clinical Medicine & Research, 9(1), 32–7. doi:10.3121/cmr.2010.946

WHO.int. 2013. WHO | Global Health Observatory: Life Expectancy. [online] Available at: http://www.who.int/gho/mortality_burden_disease/life_tables/situation_trends/en/

El-Menyar, A., & Zubaid, M. (2011). Atypical presentation of acute coronary syndrome : A significant independent predictor of in-hospital for the Gulf Registry of Acute Coronary Events (Gulf RACE) Investigators. Journal of Cardiology, 57(2), 165– 171. doi:10.1016/j.jjcc.2010.11.008

Hess, K., Marx, N., and Lehrke, M. 2012. Cardiovascular disease and diabetes: the vulnerable patient. European Heart Journal Supplement, 14 (Supplement B), B4-B13. doi: 10.1093/eurheartj/sus002

Brownlee, M. 2005. The pathobiology of diabetic complications a unifying mechanism. Diabetes, 54 (6), pp. 1615-1625.

Giacco, F. and Brownlee, M. 2010. Oxidative stress and diabetic complications. Circulation research, 107 (9), pp. 1058—1070

Ferreiro, J. and Angiolillo, D. 2011. Diabetes and Antiplatelet Therapy in Acute Coronary Syndrome. Circulation, 123 (7), pp. 798-813. Available at: http://circ.ahajournals.org/content/123/7/798

PERKENI. 2011. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia, pp. 6-10.

WHO. 2006. Definition and diagnosis of diabetes mellitus and intermediate hyperglycaemia: report of a WHO/IDF consultation. Geneva: World Health Organization


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Thomas Jatiman, Sony Wibisono, Achmad Lefi

INDEXED BY:

   

             

Creative Commons License

JUXTA (p-ISSN: 1907-3623, e-ISSN: 2684-9453) is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 View JUXTA Stats