Tumpang-Tindih Konflik dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan

Rusi Aswidaningrum Aswidaningrum

= http://dx.doi.org/10.20473/mozaik.v17i1.6596
Abstract views = 422 times | downloads = 2097 times

Abstract


Abstrak
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  membedah  tumpang  tindih  konflik  dalam  novel Kambing  dan  Hujan
karya  Mahfud  Ikhwan dengan  menggunakan  teori  narasi  Gerard  Genette.  Dengan  mengungkap unsur-unsur  dominan  seperti  tata,  perspektif,  dan  penutur, ditemukan  adanya  tumpang  tindih
konflik seperti berikut: (1) konflik percintaan Mif dan Fauzia yang merupakan pembuka dan penutup
Kambing dan Hujan tampak menjadi sentral cerita, (2) konflik Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah
yang mendominasi cerita bukanlah konflik utama, dan (3) cinta segitiga Pak Fauzan, Bu Yat, dan Pak
Iskandar  merupakan  konflik  utama  yang  menjadi  kunci kemunculan konflik  lain.  Dengan menemukan  adanya  tumpang  tindih konflik, konflik-konflik  yang  sepintas  terlihat  sebagai  fokus cerita ternyata hanya merupakan bagian dari konflik utama, sehingga dapat diketahui bahwa konflik agama  bisa  saja  muncul  karena  konflik  pribadi  para  tokoh-tokoh  besarnya. Hal  ini  disebabkan budaya  patriarkhi  yang  mendorong  Pak  Fauzan  dan  Pak  Iskandar  untuk  mendapatkan  legitimasi
sebagai  laki-laki  dalam  memperebutkan  perempuan yakni Bu  Yatun  sebagai  objek. Untuk  itu, penelitian  ini  dapat  membuka  wawasan  pembaca  agar  tidak  menelan  teks  secara  mentah  dengan
melihat secara sekilas apa yang tampak pada permukaan cerita.

Keywords


penutur, perspektif, tata, tumpang tindih konflik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Rusi Aswidaningrum Aswidaningrum

    

  

 

Free counters!

View Mozaik Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.