Perbandingan Profil Kadar IL-5 dan Jumlah Eosinofil pada Petani yang Terinfeksi Soil Transmitted Helminth di Dusun Sumberagung Kecamatan Gurah dan Dusun Janti Kecamatan Papar Kabupaten Kediri

Siska Kusuma Wardani

= http://dx.doi.org/10.20473/bsn.v18i1.3024
Abstract views = 210 times | views = 420 times

Abstract


ABSTRAK

 

Soil Transmitted Helmint (STH) merupakan cacing tanah golongan nematoda yang penularannya melalui tanah. Cacing yang banyak menginfeksi manusia adalah Ascaris lumbricoides, Trichiuris trichiura, cacing tambang. Insiden tinggi ditemukan pada petani yang langsung berhubungan dengan tanah.Respon imun hospes terhadap infeksi cacing dimulai dengan teraktifasinya Th2 dengan peningkatan yang signifikan dari IL-4, IL-5, IL-9, IL-10 dan IL-13. Sitokin IL-5 yang terbentuk merangsang perkembangan dan aktivasi eosinofil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kadar IL-5 dan jumlah eosinofil pada petani yang terinfeksi STH di Dusun Sumberagung Kecamatan Gurah dan Dusun Janti Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Telah dilakukan penelitian secara cross sectional terhadap 20 orang yang terinfeksi STH dan 20 orang yang tidak terinfeksi STH. Spesimen feses, darah dan serum dengan pemeriksaan feses secara mikroskopis, kadar IL-5 metode ELISA dan jumlah eosinofil secara hematology analyzer.

Data analisis dengan uji t independent dengan hasil statistik bermakna bila p<0,05. Didapatkan kadar kadar IL-5 pada petani yang terinfeksi STH 5,7 pg/ml dan jumlah eosinofil 4,45%. Pada hasil korelasi kadar IL-5 dan jumlah eosinofil pada petani yang terinfeksi STH  di dapatkan hasil p=0,001<0,05 dan jumlah eosinofil p=0,014<0,05 dapat di simpulkan bahwa kadar IL-5 dan jumlah eosinofil berpengaruh terhadap petani yang terinfeksi STH. Pada hubungan jenis spesies dan jumlah spesies dengan kadar IL-5 dan jumlah eosinofil tidak menunjukkan perbedaan pada infeksi tunggal, baik pada A. lumbrocoides, T.trichiura, Hookworm dan juga pada infeksi ganda A. lumbrocoides dan T.trichiura

 

Kata Kunci. Soil Transmitted Helminth (STH), petani, eosinofil, IL-5


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abbas & Lichtman. 2007. Cellular and Molecular Immunology. Philadelphia: Elvesier Saunders

Amry dkk, 2013. Gambaran Parasit Soil Transmitted Helminths Dan Tingkat Pengetahuan, Sikap Serta Tindakan Petani Sayur Di Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon. Kesehatan Lingkungan : Universitas Hasanuddin

Bariah, Ideham dan Sahintam (Ed). 2007. Buku Penuntun Praktis Parasitologi Kedokteran. Surabaya : Airlangga University Press

Bethony J, dkk. 2006. Soil Transmitted Helminth Infection: Ascariasis, Trichuriasis, and Hookworm. Lancer

Bradley JE. Jackson JA. 2004. Immunity, Immunogerulation and the Ecology of Trichuriasis and Ascariasis. Parasit Immunol

CDC. 2013. Laboratory Identification of Parasitic Diseases of Public Health Concern. http://dpd.cdc.gov/dpdx. Diakses tanggal 7 Februari 2016 Pukul 13:00 WIB

Cooper PJ, Chico m, Sandoval C, Espinel I, Guevara A, Levine et al. 2000. Human Infections With Ascaris lumbricoides is Associated with a Polarized, cytokins respons. The Journal of Infections Diseases

Dachi, R.A. 2005. Hubungan Perilaku Anak Sekolah Dasar Terhadap Infeksi Cacing Perut Di Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir Tahun 2005. Jurnal Mutiara Kesehatan Indonesia. vol.1 .(2), Hal 1- 7

Gandasoebrata, R. 2008. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Penerbit Buku Dian Rakyat

Handayani, Dwi, dkk. 2015. Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) dengan Prestasi Belajar pada Siswa SDN 169 di Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Kita Palembang. Jurnal ISSN 0852-3835 MKS Th. 47 No. 2 , April Tahun 2015

Hidajati, Sri, dkk. 2014. Atlas Parasitologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Husodo SY, 2006 dalam Sandi, Adytri, 2014. Gambaran Nilai Hematokrit Dengan Menggunakan Metode Mikro Pada Buruh Tani Di Desa Kandat Kabupaten Kediri. Kediri : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Irianto, Koes. 2013. Parasitologi Medis. Bandung: Alfabeta

KEPMENKES RI. 2006. Pedoman Pengendalian Cacingan Nomor 424/MENKES/SK/VI/2006. Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Kumoro, Adhi. 2014. Parasitologi Praktikum Analis Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Kuntoro, Haji. 2010. Metode Sampling dan Penentuan Besar Sampel.Surabaya: Penerbit Pustaka Melati Surabaya

Loukas A, Prociv P. 2001. Immune Respon in Hookworm Infection. Clin Mikrobiol

MacDonald AS, Araujo Ml, Pearce EJ. 2002. Immunology of Parasitic Infetions. Infections and Immunity.

Maizel RM, Yazdanbakhsh M. 2003. Immune Regulation by Helminth Parasites Cellular and Molekular Mechanism, Nature Review

Mc Sorley HJ, Maizels RM. 2012. Helminth Infection and Host Immune Regulation. Clin Microbiol

Meideros D, Almerinda Selvia, Rizzo JA, Motta ME, Oliveira FHB, Sarinho ES. 2005. Total IgE level in Respiratory Allergy; Study of Patiens at High Risk for Helminth Infection J De Pediatric

Moreau E, Chauvin A. 2010. Immunity Against Helminths: Interaction with the Host and the Intercurrent Infections. J Biomed Biotech

Notoatmodjo. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta

Nurtukbroto. 2006 dalam Sandi, Adytri. 2014. Gambaran Nilai Hematokrit Dengan Menggunakan Metode Mikro Pada Buruh Tani Di Desa Kandat Kabupaten Kediri. Kediri : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Nutman TB. 2007. Evaluation and Differential Diagnosis of Marked, Persistent Eosinophilia. Immunol Allergy Cklin North Am

Pearce N, Ait Khaled N, Beasly R, Malool J, Keil U. 2007. Worldwide trend in the Prevalence of Astma symptoms; phase III of the Internatoinal Studt of Asthma and Allergen in Childhood

Roit I. 2002. Imunologi, Essential Immunology. Edisi 8. Jakarta: Penerbit Widya Medika

Soedarto. 2009. Penyakit Menular di Indonesia Cacing Protozoa Bakteri Virus Jamur. Surabaya : Sugung Seto

Staff Pengajar FKUI(Ed). 2006. Parasitologi Kedokteran Edisi 3. Jakarta : Universitas Indonesia

Soemarmo dkk. 2008. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis Edisi Ke 2. Jakarta : Bagian Penerbit IDAI

Syahyuti. 2013. Pemahaman Terhadap Petani Kecil Sebagai Landasan Kebijakan Pembangunan Pertanian. Bogor : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Teo CG, Singh M, Ting WC, Ho LC, Ong YW. 1985.Evalution of the Common Condition Associated with Eosinophilia. J Clin Pathol

Widjana DP, Sutisna P. 2000. Prevalence of Soil Transmitted Helminth Infection in the rural population of Bali, Indonesia. Southeast Asian J Trop Med Public Health

Widoyono (Ed). 2011. Penyakit Tropis Epidemologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga

Yazdanbakhsh M, Van den Biggelaar A, Maizels RM. 2001. Th2 responses without atopy: immunoregulation in chronic helminth infection and reduced allergic disease. Trend Immunol.

Zulkoni, Akhsin. 2011. “Parasitologi untuk Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, dan Teknik Lingkungan”. Yogyakarta : Nuha Medika


Refbacks

  • There are currently no refbacks.