Risk Factors Correlated with Incidence of Low Birth Weight Cases

Anjas Dwi Purwanto, Chatarina Umbul Wahyuni

= http://dx.doi.org/10.20473/jbe.V4I32016.349-359
Abstract views = 4208 times | downloads = 8717 times

Abstract


One risk factor that contributes high to infant mortality especially in early and advanced neonatal periods is Low Birth Weight (LBW). About 17% of births from 25 million deliveries per year in the world are babies with LBW. LBW is caused by multifactorial factors such as maternal factors (age, level of education, maternal work status, pregnancy gap, history of illness, gestational age, parity, twin pregnancy, hypertension, anemia, behavior), placental factors, fetal factors, and environmental factors. This study aims to analyze the relationship between gestational age, twin pregnancy, hypertension, and anemia with the incidence of LBW. This research is observational research using a case-control design. The total number of samples used was 120 mothers who gave birth at Mother and Child Hospital of Kendangsari Surabaya. Subject selection uses a systematic random method. The independent variables in this study were maternal age, level of education, pregnancy gap, parity, gestational age, twin pregnancy, hypertension, and maternal anemia, while the dependent variable in this study was LBW. Based on the Chi-square statistical test results, it was found that there was a significant relationship between gestational age (p = 0,000; OR = 13,571; 95% Cl = 3,814–48,295), twin pregnancy (p = 0,001; OR = 2,224; 95% CI= 1,807-2,0738), hypertension (p = 0.037; OR = 2,753; 95% Cl = 1,040-7,292) and anemia during pregnancy (p = 0,000; OR = 4,030; 95% Cl = 1,881–8,635) with LBW events. The conclusion of this study is that there are 4 factors associated with LBW events, namely gestational age, multiple pregnancy, hypertension, and anemia during pregnancy.


Keywords


low birth weight, risk factors, babies, maternal, pregnancy

Full Text:

PDF

References


Albugis, D., 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Jembatan Serong Kecamatan Pancoran Mas Depok Jawa Barat. Skripsi. Depok: Program Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Amalia, L., 2011. Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSU Dr. MM Limboto Kabupaten Gorontalo. Sainstek, 6(3), pp. 41-231.

Bawazier, L.A., 2008. Hipertensi pada Kehamilan: Kajian pada Anemia Defisiensi. Skripsi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Chuku, S.N., 2008. Low Birth Weight in Nigeria: Does Antenatal Care Matter? Journal of Arts in Development Studies, Institute of Social Study Netherland, Vol 12: 66-71.

Damayanti, Siswanto A.W. dan Detty S.N., 2010. Pengaruh Kenaikan Berat Badan Rata-Rata Per Minggu pada Kehamilan Trimester II dan III terhadap risiko Berat Lahir Rendah. Berita Kedokteran Masyarakat, Vol 26 No.1: 40-46.

Depkes R.I., 2002. Ibu Sehat, Bayi Sehat. Jakarta:

Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat.

Dinkes Jatim, 2014. Profil Kesehatan Jawa Timur Tahun 2014. Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Ehiri, J., 2009. Maternal and Child Health: Global Challenges, Programs and Policies. USA:

University of Arizona.

Festy, P., 2010. Analisis Faktor Risiko pada Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Sumenep. Skripsi. Surabaya: Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Fortey A. dan Whitone E.W., 2010. Ilmu Kebidanan:Patologi dan Fisiologi Persalinan. Yogyakarta: Yayasan Essential Medika.

Kemenkes RI, 2010. Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2010. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Kemenkes RI, 2013. Profil Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kesehatan.

Kemenkes RI, 2014. Riskesdas 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.

Ladewig, W.P., 2013. Asuhan Keperawatan Ibu Bayi Baru Lahir. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Manuaba, I.B., 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Maryunani, A., 2013. Asuhan Bayi dengan Berat Lahir Rendah. Jakarta: Trans Info MediaMurti, B., 2007. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Merzaila, N., 2012. Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2010-2011. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.

Murti, B., 2007. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Notoatmodjo, Soekidjo, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Ohlsson, A., dan Shah, P., 2008. Determinants and Prevention of Low Birth Weight: A Synopsis of The Evidence. Canada: Institute of Health Economics.

Pantiawati, I., 2010. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah. Yogyakarta: Nuha Medika.

Prawiroharjo, S., 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Purnomo, M.S., dan Putro, G., 2008. Risiko Terjadinya Berat Bayi Lahir Rendah Menurut Determinan Sosial, Ekonomi dan Demografi di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan Depkes RI, Surabaya, Vol. 12 No.2: 127-132.

Purwanto, A.D., 2016. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (Studi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari Surabaya). Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Saraswati, 2006. Faktor Kesehatan Reproduksi Ibu Hamil dan Hubungannya dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Kota Sukabumi Tahun 2005-2006. Jurnal Kesehatan Masyarkaat Nasional, Volume 1 No.3, pp.106-111.

Simartama, O.S., 2010. Hubungan Kualitas Pelayanan Antenatal Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Indonesia (Analisis DataSekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2007. Tesis. Depok: Universitas Indonesia.

Sugiyarto. 2001. Faktor Risiko BBLR dan Kelangsungan Hidupnya di Puskesmas Bandongan Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Berita Kedokteran Masyarakat, VII(2): 1-6.

Sumarmi, 2000. Pengaruh Intevensi Seng (Zn) pada Ibu Hamil Terhadap Status Seng dan Berat Badan Bayi yang Dilahirkan. Forum Ilmu Kesehatan Masyarakat. Thn. XIX No. 19: 58-67.

Suryati, 2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. Vol 8, No 2, Hal 71-77.

Sutan, R., Mohtar, M., Mahat, A.N., Tamil, A.M. 2014. Determinant of Low Birth Weight Infants: A Matched Case Control Study. Journal of Preventive Medicine. Vol 4: 91-99.

Takziah, M., 2013. Determinan Epidemiologi Kejadian BBLR pada Daerah Endemis Malaria di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Tesis. Surabaya: Universitas Airlangga: 21-56.

WHO. 2004. The Incidence of Low Birth Weight. World Health Statistic: Geneva

Widyastuti, P., 2009. Faktor-Faktor Risiko Ibu Hamil yang Berhubungan dengan Kejadian BBLR (Studi Kasus di Wilayah Kerja Pusksesmas Ampel I Boyolali Tahun 2008. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Yuliva. 2009. Hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Berat Lahir Bayi di RSUP dr. M.Djamil Padang. Berita Kedokteran Masyarakat: Vol 25, No. 2.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




    

    

     
 
                                                                    Creative Commons License
JBE by Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
                                                                          License.

                                          Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

                                                         Kampus C Universitas Airlangga

                                        Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

                                            E-mail: jbepid@gmail.com / jbe@fkm.unair.ac.id

                                                            Phone: +62 877-3928-1082

 

Visit JBE Stats