The Surveillance Database Development of Risk Factor for Dengue Fever in Mataram District Health Office

Sinawan Sinawan, Santi Martini, Windhu Purnomo

= http://dx.doi.org/10.20473/jbe.V3I22015.254-264
Abstract views = 1591 times | downloads = 2021 times

Abstract


The epidemiological surveillance system of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) currently underway at the Mataram City Health Office has not been able to provide information on the incidence of DHF based on risk factors. Data processing and analysis are also still done manually. The purpose of this study is to develop a database of risk factors for DHF events. This research is action research. This research was conducted at the Mataram City Health Office in West Nusa Tenggara (NTB) province from April 2014 to August 2014. The informants in this study consisted of 3 people, which are the Head of The Disease Prevention and Control Program (P2P), DHF Prevention and Control Program (P2DHF) officers, and Disease Surveillance Officer. The type of data used is primary and secondary data. The database design includes logical and physical design. In the logical design, data normalization, making relationships between data, describing Entity Relationship Diagrams (ERD), and proceed to a physical design by making a database prototype using Epi Info software application. The trial was conducted involving 2 (two) informants. Evaluation of the trial of the surveillance database for risk factors for dengue events, namely by assessing the level of ease, speed, accuracy, and completeness of the resulting data. The results of this study are the existence of a new DHF risk factor surveillance database that can be used easily, quickly, and can produce more accurate information.


Keywords


dengue hemorrhagic fever; surveillance; risk factor; database

Full Text:

PDF

References


Ardiati, Levina. 2009. Pengembangan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Komputer di Puskesmas Beji Kota Depok Tahun 2009. http://www. digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail. jsp?id=125435&lokasi=lokal (Sitasi 21 Juli 2014).

Azizah, Betty. 2010. Analisis Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue di Desa Mojosongo Kabupaten Boyolali. Eksplanasi Volume 5 Nomor 2 Edisi Oktober 2010.

Depkes. RI. 2005. Pencegahan dan pemberantasan demam berdarah dengue di Indonesia, Dirjen PP & PL Depkes. RI. Jakarta.

Djelantik IG. G., Sukardi, Dalimoenthe A. R., Gerudug E., Gunawan S., Mutaqiem Z. 1999. Penelitian Sero Epidemiologi Infeksi Virus Dengue pada anak-anak dan remaja di Mataram, Medika, Vol. XXV No 12, pp.763–768.

Fathi., Soedjajadi K., Chatarina U.W. 2007. Peran Faktor Lingkungan dan Perilaku terhadap Penularan Demam Berdarah Dengue di Kota Mataram, Jurnal KeshlingVolume 2 No. 1 Artikel Siap.

Ishak, Hasanuddin. 2009. Analisis Faktor-faktor Densitas Larva Aedes aegypti 175 Bulukumba, Sulawesi Selatan. Disajikan pada Seminar Nasional Hari Nyamuk 2009 Tanggal 10 Agustus 2009.

Kemenkes RI. 2011. Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue Dirjen P2PL Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Munsyir, Mujida A. 2010. Pemetaan dan Analisis Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009. Thesis tidak diterbitkan. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Murti B. 2003. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi (edisi kedua) jilid pertama, Gadjah Mada University Press.

O”Brien, James A. 2006. Pengantar Sistem Informasi Edisi 12: Perspektif Bisnis dan Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.

Rahayani, Berta Ratri. 2010. Analisis Spasial Faktor Kepadatan Penduduk, Angka Bebas Jentik, dan Cakupan Penanggulangan Fokus dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Surabaya Tahun 2006–2009. Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Setianingsih, Rien. 2009. Hubungan Kepadatan Penduduk, Kepadatan Rumah, Kepadatan Jentik, dan Ketinggian Tempat dengan Kejadian Penyakit DBD di Kota Semarang Tahun 2007 dengan Pendekatan Spasial I. Skripsi tidak diterbitkan. Universitas Diponegoro: Semarang.

Sitio A. 2008. Hubungan Perilaku tentang PSN dan Kebiasaan Keluarga Dengan Kejadian DBD di Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan 2008, Tesis, Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Sinawan. 2014. Pengembangan Basis Data Surveilans Faktor Risiko Kejadian DBD di Dinas Kesehatan Kota Mataram, Tesis, Lombok Timur.

Sudibyo. 2012. Kepadatan Larva Aedes Aegypti pada Musim Hujan di Kelurahan Petemon, Surabaya. Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Airlangga, Surabaya.

Suroso T. 2005. Situasi epidemiologi dan program pemberantasan demam berdarah dengue di Indonesia dalam seminar kedokteran tropis, kajian KLB demam berdarah dari biologi molekuler sampai pemberantasannya, Pusat Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Whitten, Jeffery L., Bentley, Lonnie D., Dittman, Kevin C. 2004. Metode Desain dan Analisis Sistem Edisi 6. Yogyakarta.

WHO, 2009, Dengue guidelines for diagnosis treatment, prevention and control new edition 2009, WHO.

Wibisono B. H. 1995. Studi epidemiologis demam berdarah dengue pada orang dewasa, Medika, 21, pp. 767–775.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




    

    

     
 
                                                                    Creative Commons License
JBE by Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
                                                                          License.

                                          Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

                                                         Kampus C Universitas Airlangga

                                        Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

                                            E-mail: jbepid@gmail.com / jbe@fkm.unair.ac.id

                                                            Phone: +62 877-3928-1082

 

Visit JBE Stats