Differences Characteristics Patients Diabetes Mellitus Type 2 with and without Coronary Heart Disease

Nindara Citra Aquarista

= http://dx.doi.org/10.20473/jbe.V5I12017.37-47
Abstract views = 1930 times | downloads = 3473 times

Abstract


Diabetes mellitus is the 3rd highest Non-Communicable Disease (NCD) which causes death in Indonesia. The biggest cause of mortality and morbidity in type 2 diabetes mellitus is coronary heart disease. The incidence of coronary heart disease in diabetes mellitus is relatively high, 65% of people with diabetes mellitus die from coronary heart disease and stroke. This study aims to analyze differences in characteristics in patients with diabetes mellitus type 2 with and without coronary heart disease in the Haji Public Hospital (RSU Haji) in 2016. This study is an observational analytic study with a cross-sectional study design. The subject of the study was the incidence of diabetes mellitus type 2 with and without coronary heart disease who underwent treatment in the outpatient installation of RSU Haji Surabaya in 2016. Samples were taken using the fixed-disease sampling method. The sample size was 42 people. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that smoking behavior (p = 0.00; PR = 7.85; 95% CI = 2.09–29.50) and hypertension (p = 0.002; PR = 3.51; 95% CI = 1, 42–8,67) has a significant difference in the incidence of diabetes mellitus type 2 with and without coronary heart disease. It was concluded that smoking behavior and hypertension can lead to complications of coronary heart disease in patients with diabetes mellitus type 2 at RSU Haji Surabaya in 2016. Awareness is needed to conduct routine blood pressure checks and eliminate smoking as prevention of complications of coronary heart disease in people with diabetes mellitus type 2.


Keywords


diabetes mellitus type 2; coronary heart disease; hypertension; smoking behavior

Full Text:

PDF

References


Arifin, A. 2010. Overview and Phatophysiology of Hypertension, dalam One Day Symposium Update Management Of Hypertension and Its Complication. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surakarta.

Awad, Nadyah. 2011. Gambaran Faktor Risiko Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di FK-UNSRAT RSU Prof., Dr. R.D Kandou.Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas SamRatulangihttp://www. academia.edu.[Sitasi 25 Desember 2016].

Bandiyah, S., Lukluk, Z.A. 2008. Psikologi Kesehatan. Jogjakarta: Mitra Cendika.

Bonakdaran S., S Ebrahmizadeh., SH Noghabi. 2011. Cardiovascular disease and risk factors in patients with type 2 diabetes melitus in Mashhad, Islamic Republic of Iran. Eastern Mediterranean Health Journal. 2011;17(9):640-6. [Sitasi 25 Desember 2016]

Buraerah, Hakim. 2010. Analsis Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tanrutedong, Sidenreng Rappang, 2007. Jurnal Ilmiah Nasional. [http://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=617 &src=a&id=186192] [Sitasi 20 Desember 2016]

Bustan, M.N., 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta

Delima., Mihardja L., Siswoyo H. 2009. Prevalensi dan Faktor DeterminanPenyakit Jantung di Indonesia, dalam: Buletin Penelitian Kesehatan. 37:142-159.

Farahdika A., Azam M. 2015.Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Penyakit Jantung Koroner Pada Usia Dewasa Madya (41-60 Tahun) (Studi Kasus di RS Umum Daerah Kota Semarang). Universitas Negeri Semarang. Journal Of Public Health.;Volume 4 No.2.

Fitriyani. 2012. Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Citangkil dan Puskesmas Kecamatan Pulo Merak Kotacilegon. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Depok

Garnita, D. 2012. Faktor Risiko Diabetes Melitus di Indonesia (Analisis Data Sakerti 2007).Fakultas Kesehatan Masyarkat Universitas Indonesia Depok.

International Diabetes Federation (IDF). 2011.Global Diabetes Plan 2011-2021,http://www.idf.org/sites/default/files/Global_Diabetes_Plan_Final. pdf[Sitasi tanggal 23 Desember 2016]

Jansson, S.P.O. 2014. A Longiytudinal study of Diabetes Melitus. With Special Reference to Incidenceand Prevalence, and to Determinants of Macrovascular Complications and Mortality. Sweden: Uppsala universitypress

Kabo, P. 2008. Mengungkap Pengobatan Penyakit Jantung Koroner: Kesaksian seorang ahli jantung dan ahli obat. Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kementrian Kesehatan RI, 2013. Profil Kesehatan Indonesia 2010. Kemenkes RI. Jakarta

Majid, A. 2008. Penyakit Jantung Koroner: Patofisiologi, Pencegahan dan Pengobatan Terkini. http://www.usu.ac.idid/files/pidato/ppgb/2007/ppgb_2007_abdul_majid.pdf. [Sitasi 21 November 2016]

Malau, M.A. 2011. Hubungan Penyakit Jantung Koroner dengan Tingkat Hipertensi Di RSUP H. Adam Malik Medan Periode Juni-Desember 2010. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara.URL:HYPERLINKhttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31242/7/[Sitasi 3 Desember 2016]

McCance, K., Huether, Sue E., Brashers, Valentina L., Rote, Neal S., Boss Barbara J., Carrol, Kristen Lee., Cheek, Dennis J. 2010. Pathophysiologi: The Biologic Basis For Disease In Adult and Children. Mosby Elsevier.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). 2011. Konsesus Pengolahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2011. Semarang: PB PERKENI

Pernama, H. 2013. Komplikasi Kronik dan Penyakit Penyerta pada Diabetes. Bandung: Division of Endocrinology and Metabolism Department of Internal Medicine Padjadjaran University Medical School/Hasan Sadikin Hospital.

Price, Sylvia Anderson., Wilson, M., Loraine. 2006. Komplikasi Diabetes Melitus dalam Patofisiologi Konsep Klinis Proses -Proses Penyakit. Edisi 6. EGC.Jakarta. pp.1260- 1272

Rilantono, L. I, 2012. Komplikasi Hipertensi, dalam: Buku Ajar Kardiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta; 201-205

Sitorus, R.H. 2008. Tiga Jenis Penyakit Pembunuh Utama Manusia. Penerbit Yrama Widya: Bandung.

Sumiati., Rustika., Tutiany., Nurhaeni., Mumpuni. 2010. Penanganan Stress pada Penyakit Jantung Koroner. Jakarta : TIM

Supriyono, M., 2008. Faktor-faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) Pada Kelompok Usia ≤ 45 Tahun (Studi Kasus di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan RS Telogorejo Semarang). Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang.

Susanti, S.H. 2010. Pengaruh DSME (Diabetes Self-Management Education) Berbasis Keluarga terhadap Tingkat Kemandirian Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki kotaBandung. Thesis. Fakultas Keperawatan Program Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran.

Susilo, C., 2015. Identifikasi Faktor Usia, Jenis Kelamin dengan Luas Infark Miokard pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Ruang ICCU RSD DR. Soebandi Jember.Skripsi. Departemen Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah. Jember

Syahrul, F., dan Hidajah, A.C., 2007. Bahan Ajar Dasar Epidemiologi. Surabaya; Bagian Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

Swarjana, Ketut. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan.Yogyakarta.Penerbit buku ANDI.

Tisa AN. 2012. Hubungan antara Kebiasaan Merokok dengan Tekanan Darah Meningkat Karyawan Laki-Laki di Nasmoco Semarang 2012. Universitas Negeri Semarang. http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm/article/download/1097/1120. [Sitasi 2 Desember 2016]

World Health Organization (WHO). 2011. Cardiovaskular Disease.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




    

    

     
 
                                                                    Creative Commons License
JBE by Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
                                                                          License.

                                          Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

                                                         Kampus C Universitas Airlangga

                                        Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

                                            E-mail: jbepid@gmail.com / jbe@fkm.unair.ac.id

                                                            Phone: +62 877-3928-1082

 

Visit JBE Stats