Pengaruh Meniran Dosis Bertingkat Terhadap Ekspresi IGF-1 Dan Ketebalan Endometrium Pada Mencit Betina Model Endometriosis

Eka Deviany Widyawaty

= http://dx.doi.org/10.20473/bsn.v20i1.Y2018.10553
Abstract views = 272 times | views = 318 times

Abstract


Abstrak

 

Endometriosis menyebabkan 10-15% dari nyeri panggul dan infertilitas pada wanita usia reproduksi. Walaupun endometriosis dapat mempengaruhi infertilitas, tetapi mekanisme dari hal tersebut sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat terhadap ekspresi Igf-1 dan ketebalan endometrium pada mencit (Mus musculus) betina model endometriosis. Sampel penelitian ini adalah mencit (Mus Musculus) betina model endometriosis. Pada hari ke-15, Kelompok Kontrol (K1) diberi Na CMC 0,5 % dan Kelompok perlakuan (K2), (K3), (K4) diberi ekstrak herba etanol herba meniran dosis 14 mg/20 gBB, 28 mg/20gBB, dan 56 mg/20gBB. Pada hari ke-29 dilakukan pembedahan dan pengambilan sampel endometrium dengan pemeriksaan imunohistokia pada ekspresi IGF-1 dan pewarnaan Hematoxylin-eosin pada ketebalan endometrium. Uji statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllantinus niruri L.) dosis bertingkat terhadap ekspresi IGF-1 dengan nilai p = 0,041 < 0,05 dan ada pengaruh pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllantinus niruri L.) dosis bertingkat terhadap ketebalan endometrium dengan nilai p = 0,021 < 0,05. Pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat pada mencit (Mus musculus) betina  model endometriosis dapat meningkatkan ekspresi Igf-1 dan ketebalan endometriosis.

 

Kata Kunci        :    Ekstrak etanol herba meniran, ekspresi IGF-1, ketebalan endometrium


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Amer, S. 2008. Endometriosis. Obstetric Gynaecology Reproductive Medicine. 18 : 126 -133.

Annas, JY., Hendarto, H., Widjiati. 2014. Khasiat Berbagai Dosis Suplementasi Kurkumin pada Progresivitas Endometriosis di Hewan Coba Mencit. Majalah Obstetri dan Ginekologi. 22 (3) : 118-125.

Azinar, LD. 2003. Patogenesis Endometriosis. Kumpulan Kuliah FER PPDS-Obstetri Ginekologi FK Unair Surabaya.

Baldi Alfonso, Campioni Mara, Peirtro G. Signorile. 2008. Endometriosis : Pathogenesis, diagnosis, therapy and association with cancer. ONCOLOGY REPORTS 19: 843-846. url : https://pdfs.semanticscholar.org/3f5f/9c2fd17e255080c78b312d00b196800a2b6a.pdf

Bulun, S. E. (2009). Endometriosis. The New England Journal of Medicine, 360(3), 268–79. http://doi.org/10.1056/NEJMra0804690.

Burney, RO., and Giudice, LC. 2012. Pathogenesis and Endometriosis Breast Cancer Rev. 4:197-201. 68.

Chil TJ, Tan SL. 2001. Endometriosis Etiology.Pathogenesis, and Treatment. DrugsVolume 61 (12) : 1735 -1750.

Dmwowski WP, Braun DP. 2004. Immunology of Endometriosis. Best Practice and Research Clinical Obstetrics and Gynaecology Volume 18 (2) : 245-263.

Ghazal, S., McKinnon, B., Zhou, J., Mueller, M., Men, Yang, Taylor, H. S. (2015). H19 lncRNA alters stromal cell growth via IGF signaling in the endometrium of women with endometriosis. EMBO Molecular Medicine, 7(8), 996–1003. http://doi.org/10.15252/emmm.2015052 45

Giudice L. C. (2010). Clinical practice. Endometriosis. N. Engl. J. Med. 362 2389–2398

Giudice, L.C. 2006. Endometrium in PCOS : implantation and predisposition to endocrine CA. Best practice and research clinical endocrinology and metabolism. 20 (2). 235-244.

Gonzalez Tirado I., Barrientos G., Tariverdian N., Arck P. C., Garc ia M. G., Klapp B. F., et al. (2012). Endometriosis research: animal models for the study of a complex disease.J. Reprod. Immunol. 86 141–147

Gupta, S., Goldberg, J.M., Aziz, N., Goldberg, E., Krajcir, N. and Agarwal, A. 2008. Pathogenic mechanism in endometriosis-associated infertility. Fertility Sterility 90 : 247-257.

Guyton Arthur C, John E Hall. 2012. Textbook of medical Physiology ed 12. Johanneshov : Philadelphia.

Hendarto H, Widjiati, Sudiana IK, Saadi A. 2009. Khasiat curcumin terhadap perubahan ekspresi VEGF, GDF-9, Hyaluronan untuk perbaikan terapi dan hasil fertilisasi pada endometriosis. Laporan penelitian unggulan strategis nasional 2009. Universitas Airlangga. Tidak diterbitkan.

Idikio H. A. 2010. Immunohistochemistry in diagnostic surgical pathology contributionof protein life-cycle, use of evidence-based methods and data normalization on interpretation of immunohistochemical stain. International journal of clinical and experimental pathology. 3 (2).169.

Keating GM, (2008). Mecasermin. Bio Drugs, 22: 177.

Kementerian Kesehatan RI. 2012. Vademekum Tanaman Obat Saintifikasi Jamu Jilid 1 (Edisi Revisi). Jakarta : Badan Litbang Kesehatan.

Kusumawati, D. 2016. Bersahabat dengan hewan coba cetakan kedua. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Kyama Cleophas M, Sophie Debrock, Jason M Mwenda, Thomas M D'Hooghe. 2003. Potential involvement of the immune system in the development of endometriosis. DOI: 10.1186/1477-7827-1-123

Liguori, Alfonsus Vincent Sugiarto. 2016. Pengaruh Pemberian Ekstrak Meniran (Phyllantinus niruri L.) Dosis bertingkat terhadap gambaran mikroskopis gaster. http://eprints.undip.ac.id/54121/1/ALFONSUS _LIGUORI_VINCENT_22010113130170_Lap.KTI_Bab0.pdf

Merritt M, Strickler H, Einsten M, Yang H, Sherman M, Wentzensen N, BrouwerVisser J, Jose Cossio M, Whitney KD, Yu H, Gunter M, Huang G. (2015). Insulin/ IGF and hormone axes in human endometrium and associations with endometrial cancer risk factor. Cancer Causes Control, 27:737-748.

Nasu K., Masakazu N, Ueda T, Akitoshi Y. 2007.Application of NFkB Inhibitor BAY 11-7085 for The Treatment Endmetriosis : An In vitro study. Am J Physiology Endocrinology Methabolism Volume 293 :16-23.

Norwitz E, Schorge J. 2010. Obstetric and gaenocology at a glance third edition. Wiley-Balckwell Publishing. Oxford.

Permana SV, Hendarto H, Soehartono DS. 2006. Pengaruh pemberian siklosporin A sebagai penurun jumlah limfosit serum terhadap terjadinya implan endometriosis pada mencit. Tesis. Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Tidak diterbitkan.

Samsulhadi. 2002. Endometriosis dari Biomolekuler sampai Masalah Klinik dalam Majalah Obstetri dan Ginekologi vol. 10 no. 1 : 43-50. SMF Obstetri dan Ginekologi Fak. Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Juli 2002.

Sharpe-Timms, Kathy L. 2001. Endometrial anomalies in women with endometriosis. url : www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11594534

Sourial S, Nicola Tempest, Dharani K. Hapangama. 2014. Theories on the Pathogenesis of Endometriosis. Hindawi Publishing Corporation International Journal of Reproductive Medicine

Volume 2014, Article ID 179515, 9 pages doi : http://dx.doi.org/10.1155/2014/179515

Speroff, L. and Fritz, M.A. (2005) Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. 7th Edition, Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia.

Sumarsono, P. 2016. Potensi Antioksidan buah merah terhadap ekspresi caspase 9 dan jumlah sel tropoblas mencit bunting sebelum terpapar plumbum. Tesis. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Tidak diterbitkan.

Wulandari Lisa Purbawaning, Budi Santoso, Bambang Purwanto. 2017. Kadar Malondialdehid Tikus Model Sindroma Ovarium Polikistik Dengan Daun Kelor (Moringa Oleifera). Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 19 No. 3. doi : http://dx.doi.org/10.20473/bsn.v19i3.7575


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Biosains Pascasarjana



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.