Kasus Scabies (Sarcoptes Scabiei) Pada Kucing Di Klinik Intimedipet Surabaya

Heri Susanto

= http://dx.doi.org/10.20473/jbp.v22i1.2020.37-45
Abstract views = 12662 times | downloads = 4372 times

Abstract


Abstrak

Sarcoptes  scabiei  merupakan salah satu ektoparasit yang biasa menyerang kucing. Tungau ini hidup pada kulit dengan membuat terowongan pada stratum corneum dan melangsungkan hidupnya pada tempat tersebut (Henggae et al, 2006). Penyakit skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan lain yang terkena skabies atau dengan adanya sumber tungau skabies di wilayah tempat tinggal kucing (Wardhana et al, 2006). Hewan terserang mengalami penurunan kondisi tubuh, menimbulkan dampak negatif bagi pemelihara dan lingkungan.

Studi kasus ini dilakukan dengan cara mengambil data pasien kucing melalui pengamatan langsung dengan melakukan pemeriksaan fisik hewan, dilanjutkan diagnosa oleh Dokter Hewan di Klinik Intimedipet, kemudian dilakukan pengobatan skabies. Parameter yang diamati dalam kegiatan ini berupa kondisi menyeluruh kucing yang diperiksa dan penanganan yang diberikan untuk kasus yang menderita skabies.

Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 1 umur kucing yang terkena skabies di Klinik Intimedipet rata-rata berumur kurang dari satu tahun, kemungkinan tertular dari induk yang sudah terinfeksi scabies sebelumnya. Sedangkan dari jenisnya 80% menyerang anak2 kucing Persian yang berbulu panjang. Saran yang perlu disampaikan  bahwa penyakit skabies merupakan penyakit zoonosis, sehingga apabila hewan peliharaan yang terserang penyakit skabies sebaiknya segera dilakukan pengobatan secara intensif.

 

 

Kata kunciScabies, kucing, klinik Intimedipet


Keywords


natural science, biomedical engineering, immunology, forensic science, fishery and marine biotechnology, veteriner

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Alexander, J .O . 1984 . Scabies : Arthropods and Human Skin. New York : Springer - Verlag . pp . 227 - 292 .

Arlian LG, Morgan MS. 2017. A review of Sarcoptes scabiei: past, present, and future. Parasit Vectors. 10(1): 297-319.

Arlian, LG. 1989. Biology, Host Relation, and Epidemiology of Sarcoptes Scabiei. Annual Review of Entomologi. 34:139-161.

Budiantono. 2004. Kerugian Ekonomi Akibat Skabies dan Kesulitan dalam Pemberantasannya. Bali:Jurnal Penelitian BBVet Denpasar . 1

Buffet, N. and N. Dupin. 2003. Current treatments for scabies. Fundam. Clin. Pharmacol. 17(2): 217-225.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2010. Parasite-Scabies. Retrieved May 4, 2014, from Centers for Disease Control and Prevention: http://www.cdc.gov/parasites/scabies/biology.html. Diakses pada tanggal 5 Mei 2014. Pukul: 20.00.

Flynn, R.J. 2002. Parasites Of Laboratory Animal. The Lowa State University Press. Ames. Lowa.

Hengge UR, Currie BJ, Jager G, Lupi O, Schwartz RA.2006. Scabies: a ubiquitous neglected skin disease. Lancet Infect Dis. 6(12):769-779

Huang HP, Liang SL, Yang HL, and Chen KY. 1998. Sarcoptes scabiei Infestation in a Cat. http: // www. Innovet.com /journalis /felprac/ abstr98/ 260202.htm [11 November 2011].

Kelly WR. 1984. Veterinary Clinical Diagnostics Third Edition. London : Baillire Tindall.

Lawrence, G., J . Leafasia, J . Sheridan, S . Hills, J . Wate, C. Wate, J . Montgomery, N . Pandeya And D. Purdie . 2004 . Control Of Scabies, skin sores and haematuria in children in the Solomon Islands : Another role for ivermectin . Bull . WHO. 83(1) : 34-42.

Levine, N.D. 1990. Text Book of Veterinary Parasitology. Bursess Publishing Company. New York. pp. 325 328.

McCarthy, JS, Kemp, D, dan Currie, BJ. 2004. Scabies : more than just an irritation. Postgraduate Medical Journal. 80:382-387.

Nahm J & Corwin RM. 1997. Arthropoda. http: // www.missouri.edu.html /vmicroc / arthropod/ arachnids / scabies.htm [19 November 2011].

Oakley, A. 2009. Scabies.Diagnosis and Management. Best Practice Journal. (19):12-16.

Setiawan Prayogi, Betta Kurniawan. 2016. Pengaruh Personal Hygiene Dala Pencegahan Penyakit Skabies. Vol. 5. No. 5.

Sischo, W.M., Ihrke, P.J., Franti, C.E., 1989. Regional distribution of 10 common skin diseases in dogs. J. Am. Vet. Med. Assoc. 195, 752–756.

Soeharsono. 2007. Penyakit Zoonotik Pada Anjing Dan Kucing. Kanisius : Yogyakarta.

Sungkar S. 2004. Parasitologi Kedokteran. Penyakit Yang Disebabkan Artropoda. Balai penerbit FKUI. Jakarta.

Taylor MA, Coop RL, Wall RL. 2007. Veterinary Parasitology. Ed ke-3. Oxford (GB): Blackwell Publishing.

Triplehorn C.A., Johnson N.F. (2005). Borror and delong’s introduction to the study of insec. Ed. 7. Thomson Brooks/Cole: Belmon

Urquhart, G.M., J. Armaur, H. Duncan, A.M. Doon and F.W. Jenning. 1989. Veterinary Parasitology. Long Man Scientific and Technical. New York. pp. 184 187.

Urquhart,G.M.,Armour,J.,Duncan,J.L.,Dunn,A.M.,Jennings,F.W.,1996.Veterinaryentomology.In:Urquhart, G.M., Armour, J., Duncan, J.L., Dunn, A.M., Jennings, F.W. (Eds.), Veterinary Parasitology, 2nd Edition. Blackwell Scientific Publications, Oxford, pp. 190–201.

Walton, S, Myerscough, M, dan Currie, B. 2000. Studies in vitro on the relative efficacy of current acaricides for Sarcoptes scabiei var. hominis. Trans R Soc Trop Med Hyg. 94 (1):92-96.

Wardhana AH, Manurung J, Iskandar T. 2006. Skabies: tantangan penyakit zoonosis masa kini dan masa datang. Wartazoa. 16(1): 40-52.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

             

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.