Hubungan Antara Keberfungsian Keluarga dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Subjective Well-Being (Studi pada Remaja yang Mengalami Stres di Masa Pandemi COVID-19)

Siti Rochma, Nurul Hartini

= http://dx.doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24690
Sari views = 1684 times | downloads = 545 times

Sari


Pandemi COVID-19 memiliki dampak psikologis stres bagi remaja yang memengaruhi subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara keberfungsian keluarga dan dukungan sosial teman sebaya terhadap subjective well-being remaja yang mengalami stres di masa pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa survei. Sebanyak 212 partisipan remaja berusia 14-21 tahun yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara keberfungsian keluarga dengan subjective well-being (r=0,151, p=0,028), terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being (r=0,285, p=0,001), dan terdapat hubungan positif dan signifikan antara keberfungsian keluarga dan dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being p=0,000 atau p<0,05 dan F=9,456 >F tabel 3,04. Penelitian ini menambahkan variansi baru bahwa keberfungsian keluarga dan dukungan sosial teman sebaya secara bersama-sama mampu memprediksi subjective well-being sebesar 8,3%. 


Kata Kunci


keberfungsian keluarga; dukungan sosial teman sebaya; subjective well-being; remaja; COVID-19

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ananda, S. S. D., & Apsari, N. C. (2020). Mengatasi Stress Pada Remaja Saat Pandemi Covid-19 Dengan Teknik Self Talk. 7(2), 248–256.

Diener, E. (2000). Subjective well-being: The science of happiness and a proposal for a national index. American Psychologist, 55(1), 34–43.

Fajarwati, D. I. (2014). Hubungan dukungan sosial dan subjective wellbeing pada remaja smpn 7 yogyakarta. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Fakultas Ilmu sosial dan Humaniora.

Fleming, P., & O’Hara, J. (2020). Impact on family life during Covid-19 pandemic. Barnardos, 2–6.

Hartini, N. (2009). Bencana Tsunami dan Stres Pasca-Trauma pada Anak. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 22(3), 259–264

Holmes, E.A., O'Connor, R., Perry, V.H., Tracey, I., Wessely, S., Arsenault, L., Ballard, C., Christensen, H., Silver, R.C., 2020. Multidisciplinary research priorities for the COVID-19 pandemic: a call for action for mental health science. Lancet Psychiatry, 7(6), 547-560.

Hurlock, E. B. (1993). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Janssen, L. H. C., Kullberg, M. L., Verkuil, B., van Zwieten, N., Wever, M. C. M., van Houtum, L. A. E. M., Wentholt, W. G. M., & Elzinga, B. M. (2020). Does the COVID-19 pandemic impact parents’ and adolescents’ well-being? An EMA-study on daily affect and parenting. PLOS ONE, 15(10 October), 1–21.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). KMK No. HK.01.07-MENKES-413-2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Jakarta.

Kumalasari, F., & Nur, L, A,. (2012). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Remaja Di Panti Asuhan. Jurnal Psikologi Pitutur, 1(1), 22-31.

Nayana, F. N. (2013). Kefungsian Keluarga dan Subjective Well-Being pada Remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 66(1997), 37–39.

Nezlek, J. B., Krejtz, I., Rusanowska, M., & Holas, P. (2018). Within-person relationships among daily gratitude, well-being, stress, and positive experiences. Journal of Happiness Studies, 20(3), 883–898.

Nickerson, A. B., & Nagle, R. J. (2004) The influence of parent and peer attachments on life satisfaction in middle childhood and early adolescence. In Quality of life researche on children and adolecents, 66(1), 35-60.

Nisa, R. A. K. (2012). Sumbangan Self-Esteem, Dukungan Orang Tua, Guru, Dan Teman Sebaya Terhadap Kepuasan Sekolah Pada Siswa Tunarungu Di Smp Dan Sma/Smk Inklusi. Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi.

Pragholapati, A. (2020). Covid-19 Impact on Students. 1–6

Rif’ati, Mas I.; Arumsari, Azizah; Fajriani, Nurul; Maghfiroh, Virgin S.; Abidi, Ahmad F.; Chusairi, Achmad; Hadi, C. (2018). Konsep Dukungan Sosial. Jurnal Psikologi, 15(29), 7577–7588.

Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health Psychology: Biopsychosocial Interaction (7th Ed). New York: John Wiley and Sons.

Shek, D. T. L. (1997). The Relation of Family Functioning to Adolescent Psychological Well-Being, School Adjustment, and Problem Behavior. Journal of Genetic Psychology, 158(4), 467–479.

Tarigan, M. (2018). Hubungan Dukungan Sosial dengan Subjective Well-Being pada Remaja yang Memiliki Orangtua Tunggal. Jurnal Diversita, 4(1), 1–8.

Tian, L., Zhao, J., & Huebner, E. S. (2015). School-related social support and subjective well-being in school among adolescents: The role of self-system factors. Journal of Adolescence, 45(1), 138–148.

Vinkers, C. H., van Amelsvoort, T., Bisson, J. I., Branchi, I., Cryan, J. F., Domschke, K., Howes, O. D., Manchia, M., Pinto, L., de Quervain, D., Schmidt, M. V., & van der Wee, N. J. A. (2020). Stress resilience during the coronavirus pandemic. European Neuropsychopharmacology, 35, 12–16.

Walsh, F. (2003). Changing families in a changing world; Reconstructing family normality. Dalam Froma Walsh (Ed.), Normal family processes (3rd edition):growing diversity and complexity (pp. 7). New York: The Guilford Press.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##