Hubungan antara Self-control dan Dukungan Sosial terhadap Agresivitas Remaja di Kota Surabaya

Aliftra Alwi Tulloh, Ilham Nur Alfian

= http://dx.doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24792
Sari views = 227 times | downloads = 118 times

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prediktor dalam self-control dan dukungan sosial mampu memprediksi agresivitas pada remaja di kota Surabaya. Responden dalam penelitian ini adalah remaja yang bersekolah di surabaya dengan rentang usia 12-21 tahun. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 118 orang, meliputi 31 remaja laki-laki dan 87 remaja perempuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah survei, menggunakan kuesioner. Variabel self-control dalam penelitian ini diukur menggunakan self- control, sedangkan dukungan sosial menggunakan ISEL (Interpersonal Support Evaluation List), serta agresivitas menggunakan aggression scale. Analisis data yang digunakan adalah stepwise regression dengan menggunakan SPSS Versi 25.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, menunjukan bahwa self-control dan dukungan sosial mampu memprediksi agresivitas dengan nilai (B = -0,509, p =0,000) dan R2 = 0,259, self-control mampu memprediksi agresivitas dengan nilai (B=-0,437, p= 0,000), dan dukungan sosial mampu memprediksi agresivitas dengan nilai (B=-0,326, p = 0,000).

Kata Kunci


agresivitas; dukungan sosial; kontrol diri; remaja

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Fields, A. (2018). DISCOVERING STATISTICS USING IBM SPSS STATISTICS (5th ed). SAGE Publications Inc.

Buss, A. H., & Perry, M. (1992). PERSONALITY PROCESSES AND INDIVIDUAL The Aggression Questionnaire. 63(3), 452–459.

Christie, S. (2007). Current Approaches to the Assessment and Management of Anger and Aggression in Youth : A Review.

Cohen, S; Hobermen, H. (1983). Positive events and social supports as buffers of life change stress. Journal of Appleid Psychology.

Cohen , L.G Underwood; Gottlieb, H. b. (2000). Social Support Measurement and Intervention. Oxford University Press. https://doi.org/https://doi.org/10.1093/med:psych/9780195126709.001.0001

Denson, T. F., DeWall, C. N., & Finkel, E. J. (2012). Self-control and aggression. Current Directions in Psychological Science, 21(1), 20–25. https://doi.org/10.1177/0963721411429451

DeWall, C. N., Finkel, E. J., & Denson, T. F. (2011). Self-control inhibits aggression. Social and Personality Psychology Compass, 5(7), 458–472. https://doi.org/10.1111/j.1751-9004.2011.00363.x

Grandis, C. (2019). Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Agresivitas Pada Remaja. http://repository.untag-sby.ac.id/id/eprint/2351

Hamama, L., & Ronen-shenhav, A. (2012). Children and Youth Services Review Self-control, social support , and aggression among adolescents in divorced and two-parent families. Children and Youth Services Review, 34(5), 1042–1049. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2012.02.009

Hoberman, M. (1983). Life Change Stress ’ m a l. 99–125.

Hurlock, E. B. (2001). Developmental psychology : a life-span aproach. Tata McGraw-Hill Publishing.

Santrock, J. (1995). Life Span Development (Edisi Keli). Erlangga.

Luthfi. (2009). Psikologi Sosial. Lembaga Penelitian UIN.

Marsela, R. D., & Supriatna, M. (2019). Kontrol Diri : Definisi dan Faktor. 3, 65–69.

Monks, F., Knoers, A., & Hadito, S. R. (1999). Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Gadjah Mada University Press.

Õ, F. G. (2010). The effect of perceived social support on subjective well-being. 2, 3844–3849. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2010.03.602

Orpinas, P., & Frankowski, R. (2001). of Early Adolescence A Self-Report Measure of. https://doi.org/10.1177/0272431601021001003

Pallant, J. (2010). SPSS Survival Manual: a Step Guide to Data Analysis Using Spss for Windows. Open University Press.

Praptiani, S. (2013). Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Agresivitas Remaja dalam Menghadapi Konflik Sebaya dan Pemaknaan Gender. Jurnal Sains Dan Praktik Psikologi, I(1), 1–13. https://vdocuments.site/1340-3035-1-pbpdf.html

Prayogo, W. (2018). Hubungan Dukungan Sosial Orangtua Dan Religiusitas Dengan Perilaku Agresif. 6(4), 474–481.

Ratnasari, P. (2017). Hubungan Kontrol Diri dan Dukungan Sosial Keluarga dengan Agresivitas Siswa di SMK YP17 Pa. http://etheses.iainkediri.ac.id/id/eprint/280

Nurhalim, S. (2019). Teganya Anak Tendang Kepala Ibu Hanya Karena Uang Rp 10 Ribu. Detik.Com. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4675995/teganya-anak-tendang-kepala-ibuhanya-karena-uang-rp-10-ribu

Sumijah. (2016). PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN REGULASI DIRI TERHADAP AGRESIVITAS REMAJA DARI KELUARGA BROKEN HOME.

Suryanto, Ilham, N. A, Ike, H., Bagus. (2012). Pengantar Psikologi Sosial. Airlangga University Press.

Wills, T. A. (1985). Stress , Social Support , and the Buffering Hypothesis. 98(2).

Wulandari, M. S. (2016). Hubungan antara dukungan sosial dengan subjective well-being pada remaja penyandang disabilitas tunadaksa. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Zahrani & Tri Kurniati Ambarini. (2019). Pelatihan Kontrol Diri untuk Menurunkan Perilaku Agresif Siswa Decreasing Student’s Aggressive Behavior Through Self-control Training. 11(2), 104–113.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##