Dinamika Resiliensi Istri Pada Pernikahan Beda Agama

Titania Caesary Rachmadhani, Ike Herdiana

= http://dx.doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24897
Sari views = 230 times | downloads = 45 times

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika resiliensi pada istri di pernikahan beda agama ditinjau dengan menggunakan teori resiliensi milik Wille, Bettge dan Ravens-Sieberer. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses resiliensi antara lain faktor resiko, faktor protektif, stres, kemampuan koping dan kompetensi individu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus intrinsik. Teknik penggalian data yang digunakan adalah wawancara mendalam dari partisipan disertai wawancara significant other lalu dianalisis menggunakan analisis tematik theory driven. Partisipan berjumlah 2 orang istri yang telah menikah dan memiliki suami yang berbeda agama. Partisipan pertama beragama Hindu dengan suami yang beragama Islam, usia pernikahan 25 tahun dan partisipan kedua beragama Kristen dengan suami yang beragama Islam, usia pernikahan 23 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan kedua partisipan memiliki stres yang berbeda pada pernikahan beda agama yang dijalani sehingga mempengaruhi faktor protektif, faktor resiko kemampuan koping dan kompetensi individu yang dimiliki masing-masing partisipan.


Kata Kunci


istri, pernikahan beda agama, resiliensi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agustin, A. (2013). MANAJEMEN KONFLIK ANTARPRIBADI PASANGAN SUAMI ISTRI BEDA AGAMA. 10.

Akbar, C. (2020, Maret 31). Sejak 2004-2011 Ada 1190 Pernikahan Beda Agama. Hidayatullah.com. https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2012/03/31/58025/sejak-2004-2011-ada-1190-pernikahan-beda-agama.html

Dariyo, A. (2003). Psikologi Perkembangan Dewasa Muda (Jakarta). P. Grasindo Anggota Ikapi.

Hikmatunnisa, M., & Takwin, B. (2007). Pengaruh Perbedaan Agama Orang tua terhadap Psychological Well-Being dan Komitmen Beragama Anak. Jurnal Psikologi Sosial, 13, 157–165.

Hutapea, B. (2011). DINAMIKA PENYESUAIAN SUAMI -ISTRI DALAM PERKAWINAN BERBEDAAGAMA. 16(01), 18.

Larasati, S., & Desiningrum, D. R. (2016). PENGALAMAN MENIKAH BEDA AGAMA (SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS). 5, 6.

Lemme, B. H. (1995). Development in Adulthood (USA). Allyn & Bacon.

Pratiwi, I. (2014). Pernikahan Pasangan Beda Agama [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rose, N. N., & Mustafa, M. Y. (2018). Stress Among Working Women: Counselling Services Using the Lazarus Stress Theory and the Practice of Solution-Focused Therapy. Asian Social Work Journal, 3(1), 28–34. https://doi.org/10.47405/aswj.v3i1.30

Sadarjoen, S. S. (2005). Konflik Marital (Bandung). Refika Aditama.

Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Perkembangan remaja (Jakarta). Erlangga.

Wille, N., Bettge, S., & Ravens-Sieberer, U. (2008). Risk and protective factors for children’s and adolescents’ mental health: Results of the BELLA study. European Child & Adolescent Psychiatry, 17(S1), 133–147. https://doi.org/10.1007/s00787-008-1015-y


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##