Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Kecenderungan Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Pengguna Media Sosial Anonim

Maria Angela Intan Cahyaning Bulan, Primatia Yogi Wulandari

= http://dx.doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.25127
Sari views = 889 times | downloads = 292 times

Sari


Tujuan penelitian ini untuk melihat adakah pengaruh kontrol diri terhadap kecenderungan perilaku cyberbullying pada remaja pengguna media sosial anonim. Penelitian ini ditujukan untuk remaja akhir berusia 18-21 tahun yang menggunakan media sosial anonim. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 493 orang. Alat ukur pada penelitian ini yaitu Brief Self Control Scale dan Skala Cyberbullying. Teknik yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif, yakni analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS 24 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat pengaruh siginifikan antara kontrol diri dan cyberbullying. Dari hasil persamaan analisis regresi didapatkan persamaan yaitu Y = 220.523 + (-2.418). Dapat disimpulkan bahwa kontrol diri memilki pengaruh negatif terhadap cyberbullying yang bermakna semakin tinggi kontrol diri akan menurunkan kecenderungan perilaku cyberbullying pada remaja pengguna media sosial anonim.


Kata Kunci


cyberbullying; kontrol diri; media sosial anonim

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adilah, B. (2015). Praktik cyberbullying di media sosial (Studi kasus pada Ask. Fm). Surabaya: Universitas Airlangga.

Amriel, G. P. (2015). Hubungan antara kontrol diri dengan kepatuhan berlalu lintas pada remaja pengendara sepeda motor di Surabaya. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial.

Aroma, I. S., & Suminar, D. R. (2012). Hubungan antara tingkat kontrol diri dengan kecenderungan perilaku kenakalan remaja. Jurnal psikologi pendidikan dan perkembangan, 1(2), 1-6.

Aviyah, E., & Farid, M. (2014). Religiusitas, kontrol diri dan kenakalan remaja. Persona: Jurnal psikologi Indonesia, 3(02).

Ayun, P. Q. (2015). Fenomena remaja menggunakan media sosial dalam membentuk identitas. Channel, Vol. 3; No. 2, hal. 1-16.

Bayraktar, F., Machackova, H., Dedkova, L., Cerna, A., & Ševčíková, A. (2014). Cyberbullying: The discriminant factors among cyberbullies, cybervictims, and cyberbully-victims in a Czech adolescent sample. Journal of interpersonal violence, 3192-3216.

Bossler, A. M., & Holt, T. J. (2010). The effect of self-control on victimization in the cyberworld. Journal of Criminal Justice, Volume 38, Issue 3, 227-236.

Casey, B., & Caudle, K. (2013). The teenage brain: self control. Association for psychology science, 82-87.

Denson, T. F., DeWall, C. N., & Finkel, E. J. (2012). Self-control and aggression. Current directions in psychological science, 21(1), 20-25.

Holmes, L. D. (1997). Virtual politics: Identity and community in cyberspace. Sage.

Joinson, A. N. (2001). Self‐disclosure in computer‐mediated communication: The role of self‐awareness and visual anonymity. European journal of social psychology, 31(2), 177-192.

Khairunnisa, A. (2013). Hubungan religiusitas dan kontrol diri dengan perilaku seksual pranikah remaja di MAN 1 Samarinda. Psikoborneo, No.3, 126-131.

Kominfo. (2014, Februari 18). Riset Kominfo dan UNICEF Mengenai Perilaku Anak dan Remaja Dalam Menggunakan Internet. Diakses pada tanggal 17 November 2019 dari https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3834/siaran+pers+no.+17pikominfo22014+tentang+riset+ko

Kowalski, R. M., & Limber, S. P. (2007). Electronic bullying among middle school students. Journal of adolescent health, 41(6), S22-S30.

Larasati, A. (2016). Kecenderungan perilaku cyberbullying ditinjau dari traits dalam pendekatan big five personality pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Yogyakarta. Jurnal Psikologi Integratif, Vol. 4, No. 2, 161-182.

Lazarinis, F. (2010). Online risks obstructing safe internet access for students. The electronic library, Vol. 28, No. 1, 157-170.

Limilia, P., & Fuady, I. (2016). Peran fitur anonim media sosial dalam keputusan penggunaan media sosial di kalangan remaja. Jakarta: Serikat Pekerja Pers.

Morsünbül, Ü. (2015). The effect of identity development, self-esteem, low self-control and gender on aggression in adolescence and emerging adulthood. Eurasian journal of educational research, 61, 99-116.

Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Omernick, E., & Sood, S. O. (2013). The impact of anonymity in online communities. In 2013 International Conference on Social Computing, pp. 526-535.

Pallant, J. (2010). A step by step guide to data analysis using SPSS. Berkshire UK: McGraw-Hill Education.

Pei, M. (2011). The relation between parent-child attachment, child-rearing behaviors, and aggression in childhood and adolescence. 1-38.

Riebel, J., Reinhold, S., & Fischer, J. C. (2009). Cyberbullying in Germany – an exploration of prevalence, overlapping with real life bullying and coping strategies. Psychology science quarterly, 298-314.

Romer, D., Duckworth, A. L., Sznitman, S., & Park, S. (2010). Can adolescents learn self-control? Delay of gratification in the development of control over risk taking. Prevention science, 11(3), 319-330.

Saifullah, F. (2016). Hubungan antara konsep diri dengan bullying pada siswa-siswi SMP (SMP NEGERI 16 SAMARINDA). eJournal Psikologi, 200-214.

Santrock, J. W. (2003). Adolescence: Perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga.

Santrock, J. W. (2007). Psikologi pendidikan edisi kedua.

Setyawati, I. (2016). Pengaruh cyberbullying di media sosial Ask. Fm terhadap gangguan emosi remaja (Studi pada siswa-siswi SMAN 10 Bandarlampung). Bandar Lampung.

Streep, P. (2013, June 25). 4 things teens want and need from social media. Diakses pada tanggal 4 April 2020 dari https://www.psychologytoday.com

Suler, J. (2004). The online disinhibition effect. Cyberpsychology & behavior, 7(3), 321-326.

Tabachnick, B. G., Fidell, L. S., & Ullman, J. B. (2007). Using multivariate statistics (Vol. 5, pp. 481-498). Boston, MA: Pearson.

Tangney, J., Baumeister, R., & Boone, A. (2004). High self control predicts good adjustment, less pathology, better grades, and interpersonal success. Journal of Personality, 272-322.

Untari, P. H. (2019, Mei 22). Pengguna internet Indonesia paling banyak di usia 15-19 tahun. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 dari https://techno.okezone.com/read/2019/05/21/207/2058544/2018-pengguna-internet-indonesia-paling-banyak-di-usia-15-19-tahun

Ursia, N. R. (2013). Prokrastinasi akademik dan self-control pada mahasiswa skripsi Fakultas Psikologi Universitas Surabaya. Jurnal Sosial Humaniora, 1(17).

Walker, J. S., & Bright, J. (2009). False inflated self-esteem and violence: a systematic review and cognitive model. The Journal of Forensic Psychiatry & Psychology, 1-32.

Willard, N. E. (2007). Cyberbullying and cyberthreats: Responding to the challenge of online social aggression, threats, and distress. United States of America: Research Press.

Yanes, A. (2014). Privacy and anonymity. 1-7


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##