Hubungan antara Perilaku Prososial dengan Kesejahteraan Psikologis pada Penerima Beasiswa Bidikmisi

Durrotun Nasihah, Ilham Nur Alfian

= http://dx.doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.27024
Sari views = 239 times | downloads = 121 times

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku prososial dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa bidikmisi. Perilaku prososial adalah perilaku yang bertujuan menguntungkan dan bermanfaat bagi orang lain tanpa memandang siapa orang lain tersebut. Kesejahteraan psikologis adalah istilah untuk menggambarkan kesehatan psikologis individu ketika fungsi psikologisnya positif. Penelitian dilakukan pada 246 mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi yang berusia 18-21 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Prosocial Tendencies Measure (PTM) yang terdiri dari 23 aitem dan Ryff’s Scales of Psychological Well-Being (RSPWB) yang terdiri dari 21 aitem. Teknik analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson menggunakan perangkat lunak IBM SPSS 25.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan jika terdapat hubungan antara perilaku prososial aspek altruism dan aspek menolong terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi, dan tidak terdapat hubungan antara perilaku prososial dalam aspek emosional, publik, dan krisis terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi.


Kata Kunci


kesejahteraan psikologis; mahasiswa bidikmisi; perilaku prososial

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Carlo, G., & Randall, B. A. (2002). The Development of a Measure of Prosocial Behaviors for Late Adolescents. Journal of Youth and Adolescence, 31(1), 31–44. https://doi.org/10.1023/A:1014033032440

E. H., M. (2016). Hubungan Antara Perilaku Prososial dengan Psychological Well-being pada Remaja. 132–141.

Huppert, F. A. (2009). Psychological Well-being: Evidence Regarding its Causes and Consequences. Applied Psychology: Health and Well-Being, 1(2), 137–164. https://doi.org/10.1111/j.1758-0854.2009.01008.x

Kumar, M. V. (2015). Adolescence psychological well-being in relation to spirituality and pro-social behaviour. 361–366.

Rohmah, L., & E. N. (2015). Persepsi Mahasiswa Bidikmisi Universitas Diponegoro Terhadap Harapan Masa Depannya. 1–15.

Ryff, C. D. (1989). Happiness Is Everything, or Is It? Explorations on the Meaning of Psychological Well-Being. 57, 1069–1081.

Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The Structure of Psychological Well-Being Revisited. 69, 719–729.

Safaria, T. (2012). Manajemen Emosi, Sebuah Panduan Cerdas Bagaimana Mengelola Emosi Positif Dalam Hidup Anda. PT. Bumi Aksara.

Sears, D. O., Freedman, J. L., & Peplau, L. A. (1999). Psikologi Sosial (Terjemahan) (M. Adryanto & S. Soekrisno, Trans.). Erlangga.

Wells, I. E. (2010). Psychology of emotions, motivations and actions: Psychological well-being. New York: Nova Science Publisher, Inc, 6(9), 111334.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##