Islam moderat dan tradisi popular pesantren: Strategi penguatan Islam moderat di kalangan masyarakat Madura melalui nilai tradisi popular Islam berbasis pesantren

Abd Hannan

= http://dx.doi.org/10.20473/jsd.v13i2.2018.152-168
Abstract views = 13 times | downloads = 2 times

Abstract


Masyarakat Madura selama ini identik dengan religiusitas. Salah satu bentuk religiusitas mereka ada pada kuatnya pengakuan mereka terhadap lembaga keagamaan. Dalam kaitan ini, keberadaan pesantren beserta segala nilai tradisi di dalamnya, merupakan simbol keagamaan yang sejauh ini memiliki pengaruh kuat terhadap keberlangsungan sosial-kultural masyarakat setempat. Beberapa isu krusial yang menjadi fokus pembahasan kajian ini meliputi; Islam moderat, pesentren dan sekian tradisi popular keIslaman yang ada di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep Islam moderat secara mendalam; mendeskripsikan realitas keIslaman pesantren Madura; melakukan kajian mendalam perihal peran dan fungsi strategis nilai tradisi keIslaman popular pesantren, dalam upaya menciptakan realitas keIslaman masyarakat Madura yang moderat. Kajian ini merupakan studi kepustakaan yang mendasarkan pada jenis penelitian kualitatif. Temuan studi ini berisikan penjelasan mendalam tentang konsep Islam moderat, deskripsi naratif eksistensi pesantren Madura, serta deskripsi mendalam peran dan fungsi strategis tradisi popular keIslaman pesantren Madura dalam membentuk Islam moderat. Tulisan ini memberikan sumbangsih dalam hal menjelaskan dinamika sosial keagamaan kontemporer masyarakat Madura. Serta penjelasan peran dan pengaruh pesantren dalam struktur dan sistem sosial keagamaan masyarakat setempat.


Keywords


Islam moderat, pesantren, tradisi popular Islam; masyarakat madura; religiusitas

Full Text:

PDF

References


Ma’arif AS (2009) Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah. Bandung: Mizan.

Madjid N (1993) Islam kemodernan dan Ke-Islaman. Bandung: Mizan.

Mas’ud A (2006) Dari Haramain ke Nusantara: Jejak Intelektual Arsitek Pesantren. Jakarta: Kencana.

Muzadi AM (2007) NU dalam Perspektif Sejarah & Ajaran: Refleksi 65 Th Ikut NU. Surabaya: Khalista.

Nashir H (2015) Memahami Ideologi Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Nata HA (2001) Peta keragaman Pemikiran Islam di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pres.

Oxford Advanced Learner’s Dictionary (1994) Oxford: Oxford University Press 798.

Raharjo WJ (2015) Islam popular sebagai pencarian identitas Muslim kelas menengah Indonesia. Jurnal Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam 5 (1).

Rusli (2009) Gagasan Khaled Abu Fadl tentang Islam moderat versus Islam puritan: Perspektif Sosiologi pengetahuan. Jurnal Ilmu Ushuluddin 8 (1).

Shiddiq A (2006) Khittah Nahdliyyah. Surabaya: Khalista-LTN NU Jawa Timur.

Shihab A (1997) Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama. Bandung: Mizan.

Sitompul EM (1989) Nahdlatul Ulama dan Pancasila. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Suharto T (2014) Gagasan pendidikan Muhammadiyah dan NU sebagai potret pendidikan Islam moderat di Indonesia. Jurnal ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 9 (1).

Taufiqurrahman (2007). Identitas budaya Madura. Jurnal Karsa 11 (1).

Weintraub AN (2011) The Study of Islam and Popular Culture in Indonesia dan Malaysia, dalam Andrew N. Weintrau dkk, Islam and Popular Culture in Indonesia and Malaysia. New York: Routledge.

Wirartha IM (2006) Metodologi Penetilian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Sosiologi Dialektika

View Jurnal Sosiologi Dialektika Stats

Creative Commons License
JSD by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.