Peranan satgas Dwelling Time Polres Pelabuhan Tanjung Perak terhadap penurunan angka Dwelling Time

Ardian Satrio Utomo

= http://dx.doi.org/10.20473/jsd.v13i2.2018.132-140
Abstract views = 37 times | downloads = 58 times

Abstract


Kasus yang ditemukan di Pelabuhan Tanjung Perak adalah akumulasi kontainer lebih dari 6-7 hari. Hal ini tentu sangat merugikan berbagai pihak. Tujuan kajian ini adalah untuk mencari tahu dan menganalisa peranan kepolisian nasional terhadap penurunan tingkat waktu berdiam di Pelabuhan Tanjung Perak. Semakin lama waktu tinggal, semakin tinggi biaya logistik barang. Dalam studi ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi lamanya waktu tinggal hingga 6 sampai 7 hari di Pelabuhan Tanjung Perak masih banyak yang tidak dilaporkan punahnya ilegal, kerjasama lintas sektoral di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan gugus tugas waktu tinggal masih belum optimal dan kurang perilaku kesadaran terhadap Importir. Peran polisi dalam mengurangi waktu tinggal di Pelabuhan Tanjung Perak seperti melaksanakan kegiatan tindakan di lapangan sebagai tindak lanjut pengawasan waktu tinggal untuk mencegah punahnya ilegal; melakukan pengamatan dan patroli ke tempat, objek di dalam terminal kontainer; melaksanakan pengamanan pada saat tinggal pos; melampirkan stiker peringatan ke kontainer yang telah ada selama lebih dari sepuluh hari; koordinasi dengan lembaga lintas sektoral, dan melakukan kegiatan informasi dan komunikasi melalui media.

 


Keywords


waktu tinggal; port; wadah; kontrol sosial; Surabaya

Full Text:

PDF

References


Hamidi (2010) Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press.

Kementerian Perdagangan (2015) Laporan Akhir Analisis Pemenuhan Kebutuhan Barang Pokok di Daerah Perbatasan. Jakarta: Pusat Kebijakan Perdagangan dalam Negeri Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan.

Lusiana et al (2015) Buku Ajar: Metode Penelitian Kebidanan. Yogyakarta: Deepublish.

Nurminarsih S & Rusdiansyah A, Siswanto N & Gani AZ (2015) Dynamic-inventory Ship Routing Problem (D-ISRP) model considering port dwelling time information. Procedia Manufacturing 4:344–351. doi:10.1016/j.promfg.2015.11.050

Rafi S & Purwanto B (2016) Dwelling time management: Antara harapan dan kenyataan di Indonesia. Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik 2 (2).

Safuan S & Budiandru B (2019) Modus kecurangan & program anti kecurangan di pelabuhan (studi kasus pelabuhan di Jakarta). Owner 3 (2):54-65.

Sarjiyanto S (2017) Service of transportation and logistics at TPKS Semarang to shorten the dwelling time in AEC era. Journal of Theory and Applied Management 10 (2):136-149.

Shi Y & Xiaoguang Y (2013) The public transportation system of high quality in Taiwan. Procedia-Social and Behavioral Sciences 96: 1350-1361.

Soekanto S (2009) Peranan Sosiologi Suatu Pengantar, Edisi Baru. Jakarta: Rajawali Pers.

Takola DM (2013) Analysis of Import Container Dwelling time In Surabaya Container Terminal (TPS) Port of Tanjung Perak. Surabaya: ITS.

Tentowi RA, Sumadikara TS & Panggabean R (2016) Politik Hukum Tata Kelola Kepelabuhanan Nasional Studi Kasus Dwelling Time Di Tanjung Priok-Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabean.

Utami WS (2015) Percepatan dwelling time: strategi peningkatan kinerja perdagangan internasional Pelabuhan Tanjung Priok. Economics Development Analysis Journal 4 (1). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Sosiologi Dialektika

Indexing by

  

 

View Jurnal Sosiologi Dialektika Stats

Creative Commons License
JSD by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.