Pemaknaan fashion: Studi gaya hidup pada komunitas Indonesia Sneakers Team Surabaya

Satrio Manggala Putra Sahrub

= http://dx.doi.org/10.20473/jsd.v14i2.2019.103-110
Abstract views = 170 times | downloads = 223 times

Abstract


Fashion menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari penampilan dan gaya keseharian dan telah menjadi identitas sesorang. Identitas sosial seseorang terbentuk melalui proses sosial sehingga membedakannya dengan orang lain dilihat dari ciri-ciri sosial seperti kebiasaan berpakaian, kebiasaan mengisi waktu luang, kebiasaan berbelanja dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna mode sebagai bentuk identitas sosial dan gaya hidup di Tim Sepatu Surabaya. Penelitian ini dilakukan di komunitas Tim Indonesia Sneakers Surabaya. Untuk menjawab masalah dalam penelitian ini digunakan teori Jean Baudrillard dan hyperreality dogma Leisure Class oleh Thorsten Veblen. Penelitian ini menggunakan model definisi sosial dengan teknik purposive untuk mendefinisikan informan. Informan dalam anggota komunitas penelitian adalah sepuluh sepatu tim Indonesia Surabaya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi di lapangan telah dianalisis dengan melalui proses pengumpulan data, kehilangan data, data presentasi, tipe data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang ditemukan antara lain: Tim Sepatu Indonesia Surabaya adalah sekelompok orang yang hobi mengumpulkan sepatu dari berbagai merek. Komunitas ini lahir melalui forum di satu media sosial. Seorang anggota komunitas yang telah berpartisipasi dalam penerimaan konsumen karena nilai baru yang terjadi di setiap komunitas aktif yang bertemu dengan tim Indonesia. Selain itu, anggota komunitas terinspirasi oleh idola mereka dan diamati di media sosial untuk band. Fashion dimaksudkan untuk menjadi hobi, mengidentifikasi dan membangun citra yang baik di masyarakat.


Keywords


identitas sosial; fashion; tim sepatu Indonesia; gaya hidup; media

Full Text:

PDF

References


Barnard M (2009) Fashion sebagai Komunikasi. Yogyakarta & Bandung: Jalasutra.

Barnard M (2010) Fashion statements: Communication and culture. In Fashion Statements (pp. 23-34). Palgrave Macmillan, New York.

Baudrillard JP (2006) Masyarakat Konsumsi. Cetakan ke-2. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Black S (2009) Editorial in fashion practice. The Journal of Design, Creative Process and the Fashion Industry 1 (1):5-8.

Barthes R (1983) The fashion system (p. 243). Berkeley: University of California Press.

Chua BH (Ed.) (2002) Consumption in Asia: Lifestyle and Identities. Routledge.

Davis F (2013) Fashion, Culture, and Identity. University of Chicago Press.

Dharmawan OP (2017) Fenomena sneakers impor (Studi konstruksi sosial pemakai sneakers impor Universitas Negeri Surabaya). Jurnal Paradigma 5 (1).

Eco U (2004) Tamasya Dalam Hiperealitas. Jakarta: Jalasutra.

Entwistle J (2015) The Fashioned Body: Fashion, Dress and Social Theory. John Wiley & Sons.

Featherstone M (2007) Consumer Culture and Postmodernism. Sage.

Fionda AM & Moore CM (2009) The anatomy of the luxury fashion brand. Journal of brand Management 16 (5-6):347-363.

Handoko CT (2004) Metroseksualitas dalam iklan sebagai wacana gaya hidup posmodern. Nirmana 6 (2):132-142.

Hendariningrum R & Edy S (2008) Fashion dan Gaya Hidup: Identitas dan Komunikasi. Theses: Universitas Pembangunan Nasioanl Veteran Yogyakarta.

Hinton PR (2013) Returning in a different fashion: culture, communication and changing representations of ‘Lolita’in Japan and the West. International Journal of Communication 7 (21).

Kaiser SB (1997) The Social Psychology of Clothing: Symbolic Appearances in Context. Fairchild. New York.

Mulyana D (2005) Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Scott B (2006) Scottish café society: Contemporary consumption issues and lifestyle identities. International Journal of Contemporary Hospitality Management.

Suyanto B (2013) Sosiologi Ekonomi: Kapitalisme dan Konsumsi di Era Maysrakat Post-Modernisme. Jakarta: Prenada Media Kencana.

Sweetman P (1999) Anchoring the (postmodern) self? Body modification, fashion and identity. Body & Society 5 (2-3):51-76.

Turner BS (2006) British sociology and public intellectuals: Consumer society and imperial decline. The British Journal of Sociology 57 (2):169-188.

Wolfinbarger M & Gilly MC (2001) Shopping online for freedom, control, and fun. California management review 43 (2):34-55.

Okiriswandani F (2013) Gaya hidup santai mahasiswa (Studi pada mahasiswa Universitas Negeri penikmat coffe shop di Starbucks Coffee). Jurnal Sosial dan Politik 2 (1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Sosiologi Dialektika

Indexing by

  

 

View Jurnal Sosiologi Dialektika Stats

Creative Commons License
JSD by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.