Perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Surabaya

Agung Septanto

= http://dx.doi.org/10.20473/jsd.v14i2.2019.126-131
Abstract views = 45 times | downloads = 126 times

Abstract


Judi merpati adalah judi dengan sarana burung yang dilombakan untuk mengadu kecepatan terbang merpati hingga sampai di garis finish yang telah dipersiapkan dan ditentukan oleh panitia “adu doro” (adu merpati). Di Surabaya kegiatan “adu doro” masih sering terlihat eksistensinya. Walaupun Surabaya termasuk kota besar, akan tetapi kegiatan “adu merpati” hanya dilakukan pada waktu tertentu yaitu hari Minggu atau hari libur. Burung merpati sebelum mengikuti lomba harus dilatih terlebih dahulu, latihannya dilakukan setiap sore hari agar “merpati” nya bisa lebih peka daya jelajahnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis perjudian merpati yaitu teori asosiasi diferensial Edwin H Shuterland. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Banyu Urip Surabaya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu menggunakan wawancara mendalam (Indepth interview) dengan informan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Banyu Urip Surabaya, menjelaskan di satu sisi adanya judi merpati dianggap sebagai suatu hal yang biasa, karena masyarakat melihat judi merpati sebagai sebuah hiburan. Namun di sisi lain masyarakat menganggap judi merpati sebagai suatu permasalahan sendiri, karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan di daerah sekitar adu merpati dilakukan.


Keywords


judi merpati; taruhan; perilaku menyimpang; kontrol sosial

Full Text:

PDF

References


Cohen AK (2018) The Sociology of the Deviant Act: Anomie Theory. In Deviance and Liberty (pp. 44-53). Routledge.

Curnow J (2012) Gambling in Flores, Indonesia: Not such risky business. The Australian Journal of Anthropology 23 (1):101-116.

Goode E (2015) Deviant Behavior. Routledge.

Kartono K (2011) Patologi Sosial Jilid I. Jakarta: Raja Grafindo Persada Media.

Kristiansen S & Trabjerg CM (2017) Legal gambling availability and youth gambling behaviour: A qualitative longitudinal study. International Journal of Social Welfare 26 (3):218-229.

LaPlante DA (2009) Sitting at the Virtual Poker Table: A Prospective Epidemiological Study of Actual Internet Poker Gambling Behavior, 25 Computers in Human Behavior 729.

Malizia N (2018) Boredom and social deviant behavior: An empirical study. Advances in Applied Sociology 8 (02):174.

Mulyana D (2005) Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosda karya.

Nicoll FJ (2019) Gambling in Everyday Life: Spaces, Moments and Products of Enjoyment. Routledge.

Nooteboom G (2015) Living dangerously: Oplosan, gambling, and competition as everyday risk taking in Java and East Kalimantan Indonesia. Disaster Prevention and Management 24(4):523-538.

Narwoko DJ & Suyanto B (2010) Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana.

Rocheleau GC, Dennison CR, Finkeldey JG, Reiber MF (2020) Social class differences in the relationships between problem gambling and deviant behavior. Criminal Justice Studies, 1-20.

Sallaz JJ (2008) Deep plays: A comparative ethnography of gambling contests in two post-colonies. Ethnography 9 (1):5-33.

Simanjuntak B (1981) Pengantar Kriminologi dan Patologi. Bandung: Tasrito. Budi T (2011) Sosiologi: Perilaku Menyimpang. Surabaya: PT. Revka Petra.

Widiatedja IGNP (2018) Can Indonesia invoke public morals exception under the World Trade Organization (WTO) for prohibiting cross-border gambling? Yustisia Jurnal Hukum 7 (2):261-279.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Sosiologi Dialektika

Indexing by

  

 

View Jurnal Sosiologi Dialektika Stats

Creative Commons License
JSD by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.