Diversi sebagai bentuk penyelesaian perkara pidana anak di tingkat penyidikan dalam kasus kejahatan kesusilaan di wilayah hukum Polda Jatim

Fahmi Noor Adly

= http://dx.doi.org/10.20473/jsd.v15i1.2020.26-32
Abstract views = 62 times | downloads = 56 times

Abstract


Fenomena anak yang berhadapan dengan hukum menarik perhatian untuk dikaji lebih jauh. Sebagaimana diketahui bahwasanya bagi seorang pelanggar hukum berusia dibawah 18 tahun, segala bentuk penyelesaian perkara akan berdampak pada perkembangan kepribadian anak. Maka dari itu, diversi merupakan salah satu jalan yang perlu dipertimbangkan oleh penyidik untuk tetap melanjutkan perkara ataupun menghentikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan diversi sebagai bentuk penyelesaian perkara pidana anak di tingkat penyidikan dalam kasus kejahatan kesusilaan di wilayah hukum Polda Jatim serta untuk menganalisis hal-hal yang menjadi faktor penghambat dalam penerapan diversi. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan diversi, adapun penyidik yang berperan ialah penyidik khusus anak yang mana dalam pelaksanaan penangkapan, penahanan, dan pemeriksaan anak dilakukan dalam suasana kekeluargaan, serta penyidik wajib meminta pertimbangan atau saran dari pembimbing kemasyarakatan. Sedangkan faktor penghambat dalam pelaksanaan diversi selama ini yang berlangsung di wilayah hukum Polda Jatim, sepenuhnya dikarenakan adanya permasalahan internal dan eksternal.


Keywords


diversi; pidana; anak; penyidik; kepolisian

Full Text:

PDF

References


Plantika Y (2019) Faktor penyebab perdagangan orang di wilayah hukum Polres Malang Kota. Jurnal Sosiologi Dialektika 14 (1):9-15.

Pratama RH, Sulastri S & Darwis RS (2008) Perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Prosiding KS: Riset & PKM 2 (1):8-13.

Pratama NR (2018) Diversi terhadap anak pelaku tindak pidana dalam sistem peradilan pidana anak. Aktualita 1 (1):242-260.

Priamsari PA (2018) Mencari hukum yang berkeadilan bagi anak melalui diversi. Jurnal Law Reform 14 (2):220-235.

Rahmat DA (2019) Disparitas penerbitan Surat Izin Mengemudi sebagai pemenuhan hak bagi penyandang tunarungu. Jurnal Sosiologi Dialektika 14 (1):26-33.

Ratomi A (2013) Konsep prosedur pelaksanaan diversi pada tahap penyidikan dalam penyelesaian tindak pidana yang dilakukan oleh anak. Arena Hukum 6 (3):394-407.

Rosyidah N (2012) Pembaharuan ide diversi dalam implementasi sistem peradilan anak di Indonesia. Masalah-Masalah Hukum 41 (2):179-188.

Soesilo R (1994) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Serta Komentar Lengkap Pasal Demi Pasal. Bogor: Politeia.

Sosiawan UM (2016) Perspektif restorative justice sebagai wujud perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum. Jurnal Penelitian Hukum 16 (4):425-438.

Stickland RA (2004) Restrorative Justice. New York: Peter Lang Publishing.

Subekti (2003) Pokok-Pokok Hukum perdata. Jakarta: PT. Intermasa.

Wartono NE (2019) Pengawasan penggunaan senjata api legal di wilayah hukum Kepolisian Daerah Metro Jaya. Jurnal Sosiologi Dialektika 14 (1):1-8.

Wicaksono AH & Pujiyono (2015) Pembaharuan ide diversi dalam implementasi sistem peradilan anak di Indonesia. Jurnal Law Reform 11 (1):12-42.

Yudaningsih LP (2014) Penanganan perkara anak melalui restorative justice. Jurnal Ilmu Hukum. Fakultas Hukum Universitas Jambi:67-79.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Sosiologi Dialektika

Indexing by

  

 

View Jurnal Sosiologi Dialektika Stats

Creative Commons License
JSD by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.