Mahasiswi perokok: Studi fenomenologi tentang perempuan perokok di kampus

Fauzi Maulana Rizky Akbar

= http://dx.doi.org/10.20473/jsd.v15i1.2020.33-40
Abstract views = 74 times | downloads = 60 times

Abstract


Di era ini, tidak hanya kaum laki-laki yang merokok melainkan kaum perempuan juga melakukannya. Perilaku merokok pada kaum perempuan juga menjadi suatu perdebatan mengenai keetisannya di kalangan masyarakat tertentu yang akhirnya menimbulkan berbagai anggapan. Perilaku merokok bahkan dilakukan oleh mahasiswi yang ada di lingkungan Universitas Airlangga Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna perempuan tentang kebiasaan merokok yang dilakukan di lingkungan Universitas Airlangga Surabaya. Ada makna yang terkandung ketika mahasiswi tersebut saat merokok selain sebagai sebuah kebutuhan. Metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi tersebut merokok karena saat merokok dirinya dapat lebih percaya diri dan mempermudah saat menyelesaikan sebuah permasalahan. Perempuan ini memaknai rokok sebagai Pertama, rokok sebagai hubungan pertemanan karena rokok dapat mencairkan suasana ketika melakukan aktivitas sosial. Kedua, merokok sebagai kebutuhan. Merokok sudah tidak dapat ditinggalkan karena sudah menjadi sebuah ketergantungan. Ketiga, merokok sebagai lifestyle, karena hidup di daerah perkotaan sehingga merokok sudah bukan menjadi sesuatu yang tabu untuk dilakukan. Sebuah pemaknaan terhadap rokok bagi perempuan tidak terlepas dari adanya because of motive sebelum terjadinya in order to motive yang merupakan penyebab dari perempuan merokok dan tujuan mengapa mereka menjadi seorang perokok. Informan merasakan reaksi yang sama dalam lingkungan sosial yaitu menjadi perbincangan teman, diperolok oleh teman, bahan sindiran oleh dosen, penolakan oleh orang tua akan kegiatan merokok tersebut, hingga pembiaran yang dilakukan oleh keluarga karena telah mengganggap hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi di dalam lingkungan keluarganya.


Keywords


perilaku merokok; mahasiswi; perempuan merokok; perilaku menyimpang; kampus

Full Text:

PDF

References


Moleong LJ (2014) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mustadjar M (2013) Sosiologi Gender. Makassar: Rayhan Intermedia.

Mutadhir AA & Patasik JR (2018) perilaku merokok pada kaum perempuan (Studi kualitatif di masyarakat Desa Wondiboi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat). Jurnal Berkala Kesehatan 4 (1):30-39.

Purnomo A (2020) Diskriminasi Gender terhadap Perempuan Merokok oleh Lembaga Akademis. Dalam: https://komunitaskretek.or.id/opini/2020/01/diskriminasi-gender-terhadap-perempuan-merokok-oleh-lembaga-akademis/. Diakses 11 Januari 2020.

Ritzer G & Doouglas G (2003) Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Riyandi G, Wiyono J, & Candrawati E (2017) Hubungan lingkungan sosial dengan perilaku merokok pada wanita di Kota Malang. Nursing News 2 (2):749-760.

Saguni F (2014) Pemberian stereotype gender. Musawa 6 (2):195-224.

Schutz A (1970) On Phenomenology and Social Relations. Chicago: The University of Chicago Press.

Septanto A (2019) Perilaku menyimpang masyarakat penjudi merpati di Surabaya. Jurnal Sosiologi Dialektika 14 (2):126-131.

Snow PC & Bruce DD (2003) Cigarette Smoking in the Teenage Girl: Exploring th Role of Peer Reputatitons, self-concept, and coping. Oxford: Oxford University Press.

Thiangtham W, Kalampakorn S, Intharanate T & Sornsin W (2013) The life experiences of thai woman and smoking: A phenomological study. Chotmaihet Thangphaet 9 (5):56-63.

Wulandari D (2007) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok dewasa awal. Jurnal Arkhe 2 (2):91-100.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Sosiologi Dialektika

Indexing by

  

 

View Jurnal Sosiologi Dialektika Stats

Creative Commons License
JSD by Unair is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.