Analisis Kondisi Kesehatan Ikan Patin Pangasius sp. yang Terinfeksi Bakteri Edwardsiella tarda

Budidaya Ikan Hematologi Penyakit Sistem Imun

Authors

  • Qurrota A'yunin
    nine_ayunin@yahoo.com
    Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang
  • Budianto Budianto Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang
  • Sri Andayani Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang
  • Dwi Candra Pratiwi Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang
May 18, 2020

Downloads

Infeksi penyakit menjadi satu masalah yang masih sering timbul pada budidaya ikan patin. Salah satu penyakit yang sering timbul dalam budidaya ikan patin adalah penyakit MES (Motile Edwardsiella Septicemia) atau yang biasa dikenal dengan Edwardsielliosis. Penyebab penyakit MES adalah adanya infeksi dari bakteri Edwardsiella tarda.Bakteri E. tardamerupakan bakteri patogen yang memiliki dampak negatif bagi budidaya ikan air tawar. Analisis darah dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan ikan yang terinfeksi bakteri E. tarda. Sampel ikan patin diambil dari pembudidaya ikan di Kabupaten Sidoarjo. Hasil identifikasi isolat bakteri dari ikan patin menggunakan uji biokimia yaitu ikan positif terinfeksi Bakteri Edwardsiella tarda. Kondisi kesehatan ikan dapat dilihat melalui pemeriksaan darah meliputi eritrosit, leukosit, differensial leukosit (limfosit, monosit, dan neutrofil) dengan hasil 2,480±0.032; 3,460±0.087; 80,38±0.34; 12,85±0.12; dan 6,77±0.28 secara berturut-turut pada ikan patin normal, sedangkan pada ikan patin yang terinfeksi bakteri E. tardayaitu 1,695±0,041; 7,795±0,095; 52,15±0.26;33,61±0.52; dan 14,24±0.47 secara berturut-turut. Ikan patin yang terinfeksi bakteri Edwardsiella tardamenunjukkan kondisi kesehatan yang kurang baik, yang ditunjukkan dari peningkatan nilai leukosit, monosit, dan neutrofil sebagai bentuk respon kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri.