Factors That are Associated to Physical Fitness (VO2 Max) of Football Athletes

Oktian Firman Bryantara

= http://dx.doi.org/10.20473/jbe.V4I22016.237-249
Abstract views = 1750 times | views = 4705 times

Abstract


Non-communicable illnesses to be one cause of death in the world. Prevention of non-communicable illnesses, namely the physical activity and sport.Factors affecting the degree of health and physical fitness of individuals including age, gender, genetics, BMI status, and physical activity. This study has the objective to analyze the association between age and BMI status with physical fitness football athlete. This study used cross sectional design with a total population of 30 people. The independent variable in the research is the age and BMI status, while the dependent variable is physical fitness. Data are presented analytically-observational then analyzed to determine the association strong and big risks Odds Ratio (OR) with 95% Cl. The results showed that age has a strong association with the physical fitness of 0.732 and at the age of 18-35 years at risk 42 times fitter than age> 35-45 years, supplements consumption has a very weak association with thephysical fitness of 0,018 and at the athlete who supplements consumption at risk 1,08 times fitter than who did not supplements consumption,BMI status has a strong association with the physical fitness of 0,548 and the normal BMI status risk 13.2 times more fit than obese BMI status. The conclusion that age and BMI status have a strong association with physical fitness and supplements consumption has a very weak association with physical fitness. Efforts need to be done for the football club Kramayudha is to be expected that the recruitment of players aged between 18-35 and had a normal BMI status in order to contribute to the achievement of the team.

 Keywords: usia, BMI status, football


Full Text:

PDF

References


Ani, M., 2012.Pengaruh Senam Indonesia Sehat terhadap Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV SD Brajan, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.Yogyakarta.http://eprints.uny.ac.id/8762/2/bab2%2010604227102.pdf (sitasi 17 juli 2015)

Bryantara, O. F., 2015. Hubungan antara usia dan status IMT dengan kebugaran jasmani atlet sepakbola. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Budi, I., 2011. Museum Olahraga Indonesia. Bandung.

Ciptadi, Z.D., 2013. Status Kebugaran Jasmani dan Keterampilan Bermain Sepakbola Siswa SSB Gama Usia 13-14 tahun.Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Depkes, R.I., 2002. Panduan Kesehatan Olahraga Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta.

Depkes, R.I., 2005. Petunjuk Teknis Pengukuran Kebugaran Jasmani. Jakarta: Direktorat jenderal bina kesehatan masyarakat direktorat kesehatan komunitas.

Dewi, A.S., 2010. Efek Penggunaan Suplemen Extra Joss Terhadap Stamina Pada Atlet Sepakbola di Divisi Utama Persatuan Sepakbola Langkat Bapor Pertamina Pangkalan Susu.Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Ermita, I., 2004. Nutrisi pada Olahragawan.Gizi Medik Indonesia.

Fatmah, 2011.Gizi Kebugaran dan Olahraga. Bandung: Lubuk Agung.

Gibson, R.S., 1990. Principles of Nutritional Assesment. New York: Oxford University Press.

Hardiansyah, 2011.Penilaian dan Perencanaan Konsumsi Pangan. Bogor: Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB.

Haryono, I., 2007. Gaya Hidup, Status Gizi, dan Stamina Atlet pada Sebuah Klub Sepakbola.Yogyakarta.http://jurnal.ugm.ac.id/bkm/article/view/3614/3102 (sitasi 2 juli 2015).

Herdiawan, R., 2013. Upaya Pencegahan Penyalagunaan Doping Golongan Psikotropika di Kalangan Pemain Sepakbola. Malang: Universitas Brawijaya

Herwin, 2006. Latihan Fisik untuk Pemain Usia Muda, Prestasi volume 2. Jurnal Kesehatan.

Husaini, D.A.P., 2011. Gizi Atlet Sepakbola. Jakarta: Depkes.

Irfan, N., 2007. Hubungan Antara Kekuatan Otot Perut dan Kelentukan Togok dengan Kemampuan Menyundul Bola Posisi Berdiri Kaki Sejajar pada Pemain Sepakbola PS. UNTAG tahun 2007.Skripsi. Semarang.

Irianto, D.P., 2007. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.Yogyakarta.

Ismaya, K., 2004. Hubungan Status Gizi dengan Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar.Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Kemenkes, 2012.Gambaran Penyakit Tidak Menular di Rumah Sakit Indonesia Tahun 2009 Dan 2010.Bulletin jendela data dan informasi kesehatan, II, p.1.

Kuntaraf, K.L. dan Jonathan K., 1992.Olahraga Sumber Kesehatan. Bandung: Percetakan Advent Indonesia.

Laksmi, N.A., 2011. Perilaku Merokok dan Kesegaran Jasmani (VO2 Max) pada Atlet Sepakbola U-21 Kabupaten Sidoarjo.Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Moehji, S., 2003.Ilmu dan Gizi (2) Penanggulangan Gizi Buruk. Jakarta.

Nurcahyo, F., 2011.Survei Profil Kondisi Fisik Pemain Sepakbola Porprov Kabupaten Sleman. Yogyakarta: FIK UNY.

Parlin, T., 2008.Protein dan Prestasi Olahragawan. Jakarta. http:// www.gizi.net (sitasi 16 Agustus 2015).

Septyagana, A.B., 2009. Survei Status Gizi dan Kesegaran Jasmani pada Siswa Sekolah Sepakbola (SSB) Bhaladika Semarang.Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Setyawan, R., 2011. Inovasi Pendidikan Jasmani. Jakarta: Depdiknas.

Sudargo, T., 2007.Pola Makan Sehat untuk Menunjang Kebugaran Atlet. Bandung.

Sugiarto, 2012. Hubungan Asupan Energi, Protein, dan Konsumsi Suplemen dengan Tingkat Kebugaran. Semarang. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan,vol.2.

Supariasa, B.B., 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Syarif, H., 2012. Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Kelas IV dan V Gugus Merah Putih, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.Yogyakarta.http://eprints.uny.ac.id/7927/3/bab%202%20-%2007601247066.pdf

(sitasi 18 juli 2015).

Ulhaq, A., 2013. Olahraga dan Politik Studi Kasus Peran Pemerintah dalam Konfilk Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).Skripsi. Jakarta: UIN.

Utami, F.D., 2009. Hubungan Kebiasaan Minum Jamu dan Konsumsi Suplemen dengan Status Anemia pada Calon Pengantin Wanita.Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga,

Wardani, NEJ. dan K. Roosita., 2008. Aktivitas Fisik, Asupan Energi dan Produktivitas Kerja Pria Dewasa, Studi kasus di Perkebunan Teh Malabar PTPN VII Bandung, Jawa Barat. Jurnal Gizi dan Pangan, 3: 71-78.

World Health Organization (WHO), 2013.Noncommunicable disease and mental health.www.who.int (sitasi 17 Agustus 2015).

Widiany, 2007.Hubungan antara Pola Konsumsi Karbohidrat, Protein, dan Llemak dengan Kesegaran Kardiorespirasi Atlet Sepakbola PERSIBA tahun 2007.Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




    

    

    
 
                                                                    Creative Commons License
JBE by Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
                                                                          License.

                                          Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

                                                         Kampus C Universitas Airlangga

                                        Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

                                            E-mail: jbepid@gmail.com / jbe@fkm.unair.ac.id

                                                            Phone: +62 877-3928-1082

 

Visit JBE Stats