Child Health Monitoring Description in MCTS at Ranuyoso PHC Lumajang

Bettis Wijayanti

= http://dx.doi.org/10.20473/jbe.V4I22016.151-163
Abstract views = 651 times | views = 1310 times

Abstract


 

Infant Mortality Rate in Lumajang was always higher than the infant mortality rate in East Java Province. Ranuyoso is a region with the highest infant mortality rate and AKABA in 2013 and 2014, with 33 and 22 deaths. The Government had implemented a program to improve the health and the consolidation scope is monitored by the Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA). PWS KIA had not been going well according to its purpose as a tool for monitoring the KIA service coverage to increase the range and quality of KIA services. The purpose of this research was to describe the implementation of PWS KIA for indicators of child in Health Center of Ranuyoso which based on attributes of simplicity, acceptability, sensitivity, representativeness, data quality, timeliness and stability. This research used descriptive method evaluative with coordinator midwife, midwives health center and eight village midwives as the respondent. Description based on the attributes of surveillance system showed that PWS KIA indicator of child in Health Center of Ranuyoso was not simple, sensitive but not supported well by the midwives, the data were less quality, not timely and unstable. Alternative solutions to problems that had been found were to performing the advanced analysis to determine the causality amount variables by midwives, holding routine supervision from the senior midwives, procurement of SOP or guidebook for midwives, and computerizing the recording until reporting start from village midwives, also the making of the attendance and expeditions book to record the reporting date of midwives.

 

Keywords: MCTS, attributes surveillance, child health monitoring

Full Text:

PDF

References


Afrima, A., 2011. Akseptabilitas dan Pemanfaatan Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi remaja (PIK-KRR) pada siswa SMU di Kota Bima NTB. Electronic Theses & Dissertations(ETD)Gadjah Mada University: [Diakses 1 September 2015]. http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail⊂=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=50906.

Badan Pusat Statistik, 2012. Angka kematian bayi dan angka kematian dibawah usia lima tahun menurut provinsi. [Diakses 11 Januari 2015]. http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=5.

Camoni, L. et al., 2010. An improved data-collection form for the surveillance of HIV infection in Italy.Journal of Public Health, 28-33.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21135655. [Diakses 21 Oktober 2015]

CDC, 2001. Update guidelines for evaluating public health surveillance systems. Morbidity and Mortality Weekly Report, 17.

Delimayanti, M. K., 2007. Perancangan dan analisis perangkat lunak berbasis web sebagai alat rekam medis pasien di Puskesmas. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2007 (SNATI 2007), 37-40.

Departemen Kesehatan RI, 2006. Manajemen bayi berat lahir rendah untuk bidan desa. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.

Departemen Kesehatan RI, 2009. Pedoman Willayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA). Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan.

Department of Health and Human Services of Centers for Disease Control and Prevention, 2003. Public health surveillance apllied to reproductive health. [Diakses 11 Januari 2015]. http://www.cdc.gov/reproductivehealth/ProductsPubs/PDFs/Epi_Module_01_Tag508.pdf.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, 2014. Profil kesehatan Kabupaten Lumajang Tahun 2014. Lumajang: Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, 2014. Rekap kematian neo dan balita Tahun 2013 dan 2014 Kabupaten Lumajang. Lumajang: Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

Kementerian Kesehatan RI, 2003. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1116 Tahun 2003 tentang pedoman penyelenggaraan sistem surveilans epidemiologi kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI, 2008. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 828 Tahun 2008 tentang petunjuk teknis standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten/kota. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI, 2010. Buku saku pelayanan kesehatan neonatal esensial pedoman teknis pelayanan kesehatan dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.Melati, K. Y., 2015. Institusional repository Diponegoro University. [Diakses 22 Agustus 2015.http://eprints.undip.ac.id/45912/.

Mufdillah, 2009. ANC fokus. Yogyakarta: Nuha Medika.

Murti, B., 2011. Validitas dan reabilitas pengukuran. Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.

Notoatmodjo, S., 2002. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Novika, A. G., Wulan, L., & Nugraheni, S., 2013. Analisis kerja bidan dalam deteksi dini risiko BBLR pada pelayanan antenatal di wilayah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2013. Jurnal Respati, 1-10.

Purwaningrum, Y., 2011. Analisis implementasi pemeriksaan kadar hemoglobin dalam pelayanan antenatal di Puskesmas Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 36-41.

Sari Tarigan S, I. Y., Soedjatmiko, & Hartanto, R., 2010. Perancangan basis data dan layanan akses berbasisService Oriented Architecture (SOA) untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Jurnal Buana Informatika Volume I Nomor I Bulan Januari, 17.

Szeles, G. et al. 2005. A preliminary evaluation of a health monitoring program in Hungaty. European Journal Of Public Health, 15(1), pp. 26–32. http://eurpub.oxfordjournals.org/content/15/1/26.full.pdf+html?sid=f9ba155b-ea7a-414a-a30b-1fcfc2e736d2

[Diakses 21 Oktober 2015).

Wijayanti, B., 2015. Evaluasi pemantauan kesehatan anak pada Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA) berdasarkan atribut surveilans di Puskesmas Ranuyoso Kabupaten Lumajang. Skripsi. Surabaya, Universitas Airlangga: 52-117

Wiyantoro, L., & Sabeni, A., 2007. Hubungan antara sistem pengendalian manajemen dengan perilaku disfungsional: budaya nasional sebagai variabel moderating (penelitian pada manajer perusahaan manufaktur di Jawa Tengah). Simposium Nasional Akuntansi X (pp. 1-35). Makassar: http://multiparadigma.lecture.ub.ac.id/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




    

    

    
 
                                                                    Creative Commons License
JBE by Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
                                                                          License.

                                          Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

                                                         Kampus C Universitas Airlangga

                                        Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

                                            E-mail: jbepid@gmail.com / jbe@fkm.unair.ac.id

                                                            Phone: +62 877-3928-1082

 

Visit JBE Stats