The Influence of Exclusive Breastfeeding Toward The Occurrence of Childhood Pneumonia in East Java

Risa Ayu Wulandari

= http://dx.doi.org/10.20473/jbe.V6I32018.236-243
Abstract views = 714 times | downloads = 6284 times

Abstract


Background: East Java Province is the top three with the highest number of childhood pneumonia and the highest death from pneumonia in Indonesia. One of the factors that can prevent childhood pneumonia is to provide exclusive breastfeeding. Purpose: This study aimed to analyze the effect of giving exclusive breastfeeding on the incidence of childhood pneumonia in East Java Province in 2016. Methods: The design of this study used cross sectional method. This research is an observational analytic study using secondary data from the Health Profile of East Java Province publication in 2016. The population used is the East Java Province Health Profile data in 2012 to 2016, while the sample is the East Java Province Health Profile data in 2016. Data collection conducted in May 2018. The locations used in this study were 38 districts/ cities in East Java Province. Data analysis used a linear regression test with the dependent variable of childhood pneumonia cases and independent variables exclusive breastfeeding. Results: This study shows that there is an effect of exclusive breastfeeding on the incidence of childhood pneumonia with p value= 0.00 (p< 0.05). Exclusive breastfeeding has an effect of 34.70% on the incidence of childhood pneumonia with a strong moderate relationship. Conclusion: There is an influence between exclusive breastfeeding on the incidence of childhood pneumonia in East Java Province in 2016.


Keywords


pneumonia; toddler; exclusive breastfeeding; east java

Full Text:

PDF

References


Anwar, A., & Dharmayanti, I. (2014). Pneumonia pada anak balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 8(8), 359–365.

Astuti, I. (2013). Determinan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui. Health Quality, 4(1), 60–68.

Aulina, M. S., Rahardjo, M., & Nurjazuli. (2017). Pola sebaran kejadian pneumonia pada balita di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(5), 744–752.

Ceria, I. (2016). Hubungan faktor risiko intrinsik dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Jurnal Medika Respati, 11(4), 44–52.

Dinkesprov Jawa Timur. (2017). Profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2016. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Kota Surabaya.

Efni, Y., Machmud, R., & Pertiwi, D. (2016). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Kelurahan Air Tawar Barat Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 5(2), 365–370.

Fibrila, F. (2015). Hubungan usia anak, jenis kelamin dan berat badan lahir anak dengan kejadian ISPA. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 8(2), 8–13.

Fikri, B. A. (2016). Analisis Faktor risiko pemberian asi dan ventilasi kamar terhadap kejadian pneumonia balita. The Indonesian Journal of Public Health, 11(1), 14–27.

Kemenkes RI. (2017). Profil kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.

Lebuan, A. W., & Somin, A. (2017). Faktor yang berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan akut pada siswa taman kanak-kanak di Kelurahan Dangin Puri Kecamatan Denpasar Timur tahun 2014, 6(6), 1–8.

Lestari, N., Salimo, H., & Suradi. (2017). Role of biopsychosocial factors on the risk of pneumonia in children under-five years old at Dr. Moewardi Hospital Surakarta. Journal of Maternal and Child Health, 2(2), 162–175.

Linda. (2017). Hubungan pemberian ASI eksklusif dan bayi berat lahir rendah ( BBLR) dengan kejadian pneumonia pada balita umur 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji. Jurnal Husada Mahakam, IV(4), 277–287.

Luange, B., Ismanto, A. Y., & Karundeng, M. Y. (2016). Hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini dengan kejadian ispa pada bayi 0-6 bulan di Puskesmas Moti Kota Ternate. E-Journal Keperawatan, 4(1).

Nur, A., & Marissa, N. (2014). Riwayat pemberian air susu ibu dengan penyakit infeksi pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 9(2), 144–149.

Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 33 tahun 2012. Pemerintah Republik Indonesia. Jakarta.

Rasyid, Z. (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia anak balita di RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar. Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(3), 136–140.

Sari, N. I., & Ardianti. (2017). Hubungan Umur dan jenis kelamin terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di Puskesmas Tembilahan Hulu. An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 26–30.

Sulistiyowati, T., & Siswantara, P. (2014). Perilaku ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif di Kelurahan Japanan Wilayah Kerja Puskesmas Kemlagi-Mojokerta. Jurnal Promkes, 2(1), 89–100.

Sumiyati. (2015). Hubungan jenis kelamin dan status imunisasi dpt dengan pneumonia pada bayi usia 0-12 bulan. Kesehatan Metro Sai Wawai, 8(2), 63–69.

Sundari, S., Pratiwi, & Khairudin. (2014). Perilaku tidak sehat ibu yang menjadi faktor resiko terjadinya ISPA pneumonia pada balita. Jurnal Pendidikan Sains, 2(3), 141–147.

Susanti, S. (2017). Pemetaan penyakit pneumonia di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, 5(2), 117–124.

Syani, F. El, Budiyono, & Raharjo, M. (2015). Kejadian penyakit pneumonia balita dengan pendekatan analisis spasial di Kecamatan Semarang Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(3).

Tarsikah, Suharno, B., & Puji, H. E. (2017). Pemberian MP ASI dini meningkatkan kejadian morbiditas bayi. Maternal and Neonatal Health Journal, 1(2), 44–50.

UNICEF. (2016). One is too many : ending child deaths from pneumonia and diarrhoea. The United Nations Children's Fund. New York

WHO/UNICEF. (2013). Ending preventable child deaths from pneumonia and diarrhoea by 2025: the integrated global action plan for pneumonia and diarrhoea (GAPPD). World Health Organization and The United Nations Children's Fund. USA.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




    

    

     
 
                                                                    Creative Commons License
JBE by Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
                                                                          License.

                                          Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

                                                         Kampus C Universitas Airlangga

                                        Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

                                            E-mail: jbepid@gmail.com / jbe@fkm.unair.ac.id

                                                            Phone: +62 877-3928-1082

 

Visit JBE Stats