Indonesia sebagai Kekuatan Menengah: Komparasi Respon Indonesia terhadap Illegal Fishing dan Laut Tiongkok Selatan

Kezya Agustina Hananya, Fitra Shaumi Azzahra

= http://dx.doi.org/10.20473/jhi.v10i2.7303

Abstract views = 882 times | downloads = 5425 times

Abstract


Dihadapkan pada kondisi internasional yang condong ke arah anarki, lingkungan
internasional memiliki klasifikasi tersendiri yang didasarkan pada pengaruh politik negara
dan kemampuan nasional. Klasifikasi tersebut terdiri dari negara-negara gagal, berkekuatan
kecil, berkekuatan menengah, regional, berkekuatan besar, dan adikuasa. Berdasarkan
penilaian kemampuan nasional dan perbandingan dengan negara lain, Indonesia dapat
diklasifikasikan sebagai negara kekuatan menengah. Hal ini dapat dibuktikan dari tanggapan
Indonesia terhadap dua isu berbeda, yaitu penangkapan ikan ilegal dan klaim Tiongkok di
bagian utara Pulau Natuna. Kedua tantangan ini mengandung beberapa kesamaan, namun
membangkitkan berbagai tanggapan dari Indonesia. Sementara Indonesia menunjukkan
tindakan berani terhadap pelaku penangkapan ikan ilegal dari negara-negara Asia Tenggara,
Indonesia tidak menunjukkan tindakan yang sama terhadap Tiongkok. Kenyataannya,
Indonesia cenderung tidak jelas dan memilih untuk berada di tengah masalah daripada
terlibat dalam konflik. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membuktikan bahwa tesis
Breuning tentang tingkat analisis sistemik internasional juga berlaku dalam konteks ini.

Keywords


kebijakan luar negeri, penangkapan ikan ilegal, poros maritim, kekuatan menengah, Laut Tiongkok Selatan

Full Text:

PDF

References


Buku

Breuning, Marijke, 2007. Foreign Policy Analysis: A Comparative

Introduction. New York: Palgrave Mcmililan.

Internet

Antara News, 2016. Natuna Islands indisputably belong to

Indonesia: Foreign minister [Online]. http://www.antaranews.

com/en/news/102388/natuna-islands-indisputably belong-toindonesia-

foreign-minister.[diakses 19 Oktober 2017]

Detik Finance, 2014. Menteri Susi: Kerugian Akibat Illegal Fishing

Rp 240 Triliun [Online]. https://finance.detik.com/beritaekonomi-

bisnis/2764211/menteri-susi-kerugian- akibat-illegalfishing-

rp-240-triliun .[diakses 19 Oktober 2017].

Dharanindra, Clay Vulcano. 2016. Mempertanyakan Kebijakan

Penenggelaman Kapal Asing. Pusat Studi Sosial Asia Tenggara

Universitas Gadjah Mada [Online]. http://pssat.ugm.ac.id/

id/2016/03/24/mempertanyakan-tindakan-penenggelamankapal-

asing/ . [diakses 18 oktober 2017]

Food and Agriculture Organization, 2014. Fishery and Aquaculture

Country Profiles: The Republic of Indonesia [Online]. http://

www.fao.org/fishery/facp/IDN/en#CountrySector-Overview

. [diakses 19 Oktober 2017].

Global Fire Power, 2017. Indonesia Military Strength: Current

Military Capabilities and Available Firepower for the Nation

of Indonesia [Online]. https://www.globalfirepower.com/

country-military-strength- detail.asp?country_id=indonesia.

[diakses 22 Oktober 2017].

Global Fire Power, 2017. China Military Strength: Current

Military Capabilities and Available Firepower for the Nation of

China [Online]. https://www.globalfirepower.com/countrymilitary-

strength- detail.asp?country_id=china . [diakses 22

Oktober 2017].

Hua Chunying, 2016. Foreign Ministry Spokesperson Hua

Chunying’s Remarks on Indonesian Navy Vessels Harassing

and Shooting Chinese Fishing Boats and Fishermen [Online]

http://www.fmprc.gov.cn/mfa_eng/xwfw_665399/

s2510_665401/2535_665405/t1373402.shtml. [diakses 20

Oktober 2017].


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Hubungan Internasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

e-ISSN: 2715-1565

https://intra2.lipi.go.id/issn/data/1569559056.png

p-ISSN: 1411-9382

https://intra2.lipi.go.id/issn/data/1180429770.png


Jurnal Hubungan Internasional is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Indexed By: