RELIGIUSITAS WARIA DI SURABAYA

Fatmawati Fatmawati

= http://dx.doi.org/10.20473/lakon.v8i2.19778
Abstract views = 376 times | downloads = 616 times

Abstract


Tulisan ini bertujuan mengkaji religiusitas waria di Surabaya dengan menganalisis latar belakang kehidupan dan agama, representasi religiusitas, dan hak kebebasan beragama yang mereka miliki. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur dengan dua responden yang dipilih dengan sengaja (purposive) berdasarkan kriteria tertentu. Data primer berupa transkripsi rekaman wawancara yang didukung oleh data sekunder berupa kajian pustaka. Hasil temuan menunjukkan bahwa para waria di Surabaya memiliki latar belakang kehidupan dan agama yang berbeda. Religiusitas mereka direpresentasikan dengan afiliasi pada agama tertentu, keaktifan di organisasi keagamaan, perilaku altruisme, praktik religiusitas, dan manfaat religius yang mereka peroleh. Hak kebebasan menganut suatu agama termasuk mempertahankan dan mengganti agama telah mereka peroleh namun hak kebebasan menjalankan ibadah keagamaan masih harus diperjuangkan.

Keywords


Male to Female Transvestite’s Religiosity; Male to Female Transvestites in Surabaya; Right to Religious Freedom

Full Text:

PDF

References


Amir, Y., & Lesmawati, D. R. (2016). Religiusitas dan spiritualitas: konsep yang sama atau berbeda? Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris & Non-Empiris, 2(2), 67–73.

Arfanda, F., & Anwar, S. (2015). Konstruksi Sosial Masyarakat Terhadap Waria. KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 1(1), 93–102.

Boellstorff, T. (2005). The Gay Archipelago: seksualitas dan bangsa di Indonesia. New Jersey: Princeton University Press.

Campbell, R. L. (2006). Altruism in Auguste Comte and Ayn Rand Did Rand Misunderstand Altruism ? The Journal of Ayn Rand Studies, 7(2), 357–369.

Chasanah, N. C. (2017). Aktivitas sosial keagamaan komunitas Waria di Surabaya (undergraduate). UIN Sunan Ampel Surabaya.

Faidah, M., & Abdullah, H. (2013). Religiusitas dan Konsep Diri Kaum Waria. JSGI, 4(1), 1–14.

Latiefah, U. (2013). Pesantren Waria dan Kosntruksi Identitas. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(1), 87–96.

Praptoraharjo, I., Navendorff, L., & Irwanto. (2015). Survei Kualitas Hidup Waria. Pusat Penelitian HIV dan AIDS, Unika Atma Jaya. Jakarta.

Rahmantyo, L. E. (2013). Waria dan Upayanya dalam meraih kapital simbolik : Studi Kasus Pengajian Al-Ihklas dan Persekutuan Doa Hati Damai dan Kudus. Lakon: Jurnal Kajian Sastra Dan Budaya, 1(2), 62–81.

Safri, A. N. (2014). Pesantren Waria Senin-Kamis Al-Fatah Yogyakarta: Sebuah Media Eksistensi Ekspresi Keberagamaan Waria. ESENSIA, 15(2), 251–260.

Yulianingtias, E., & Harmanto. (2016). Partisipasi Persatuan Waria Kota Surabaya (Perwakos) dalam Kebijakan Penanggulangan HIV/Aids di Surabaya. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 2(4), 425–440.

Zinnbauer, B. J., Pargament, K. I., & Scott, A. B. (1999). The Emerging Meanings of Religiousness and Spirituality: Problems and Prospects. Journal of Personality, 67(6), 889–919.

WAWANCARA

Responden A, 57 tahun, waria beragama Kristen Protestan, wawancara pada 21 September 2018.

Responden B, 37 tahun, waria beragama Islam Muhammadiyah, wawancara pada 21 September 2018.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Lakon is indexed by:

 

 

Creative Commons License
LAKON by Unair  is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. ]

View My Stats