KONTESTASI PEREMPUAN ARAB MASAIKH BANGIL DALAM PERNIKAHAN ANTAR ETNIS

Fatimah Fatimah, Amirah Anis Thalib

= http://dx.doi.org/10.20473/lakon.v6i1.6792
Abstract views = 659 times | downloads = 1182 times

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi perempuan Arab Masaikh Bangil pada pernikahan antar etnis yang telah dilakukannya. Studi ini berfokus pada perempuan Arab Masaikh Bangil yang arena masyarakat Arabnya termasuk mayoritas serta memiliki hegemoni yang kuat akan doksa dalam  sistem pernikahan perempuan Arab. Faktanya, peneliti menemukan dua perempuan Arab Masaikh yang dianggap melakukan perlawanan terhadap doksa pernikahan perempuan Arab dengan menikahi pria dari etnis Jawa. Dengan menggunakan konsep kontestasi simbolik yang dikenalkan oleh Pierre Bourdieu, ditemukan bahwa kedua perempuan tersebut menggunakan strategi akumulasi modal sosial dan kultural diantaranya guna memenangkan pertaruhan. Namun, akumulasi modal tersebut ternyata tidak cukup untuk menempatkan posisi kedua perempuan tersebut untuk memenangkan pertaruhan. Oleh karenanya, ditemukan bahwa kedua perempuan tersebut ternyata juga mengikuti aturan otonomisasi arena kultural Arab masyarakat Bangil untuk mendapatkan kapital simbolik. Lebih jauh, kedua perempuan tersebut dapat pula dikatakan mengikuti arus aturan permainan dan tidak berhasil melakukan perlawanan.

Kata-Kata Kunci: Kontestasi Simbolik, Perempuan Arab Masaikh Bangil, Pernikahan Antar Etnis, Pierre Bourdieu

 

Abstract: This research aims to examine the strategies of Masaikh Arabian Women in Bangil in terms of their inter-ethnic marriages. This study focuses on Masaikh Arabian Women in Bangil, since this arena has been known for having Arabian as majority as well as their strong hegemony toward the doxa of Arabian women marriage system. In fact, the researchers found two Masaikh Arabian Women who have known for their resistances toward the doxa by marrying a man from Javanese. By using the symbolic contestation introduced by Pierre Bourdieu, this study found that the strategies of both women concern on accumulating the social and cultural capitals to be used for gaining position in the arena. Yet, those accumulated capitals were not enough to gain a position and acknowledgement as well in the arena. Hence, it is found that both women have followed the autonomous rules of Bangil Arabian cultural arena by focusing on gaining the symbolic capital. Furthermore, both women were also found that they were not successful in opposing the system within the arena.

Keywords: Symbolic Contestation, Bangil Masaikh Arabian Women, Inter-Ethnic Marriage, Pierre Bourdieu


Keywords


Symbolic Contestation, Bangil Masaikh Arabian Women, Inter-Ethnic Marriage, Pierre Bourdieu

Full Text:

PDF

References


Bourdieu, Pierre. 1990 In Other Words: Essays Towards a Reflexive Sociology. Stanford: Stanford University Press.

Bourdieu, Pierre. 1991. Language and Symbolic Power. Cambridge: Polity Press.

Bourdieu, Pierre. 1998. Practical Reason: On the Theory of Action. Stanford: Stranford University Press.

Bourdieu, Pierre. 2011. Choses Dites: Uraian & Pemikiran. Bantul: Kreasi Wacana.

Bourdieu, Pierre. 2013. Outline of A Theory of Practice. Cambridge: Cambridge University Press.

Bourdieu, Pierre. 2015. Arena Produksi Cultural: Sebuah Kajian Sosiologi Budaya. Bantul: Kreasi Wacana.

Fuad, Kiki Sakinatul. 2005. Posisi Perempuan Keturunan Arab Dalam Budaya Perjodohan di Bekasi. Universitas Indonesia: Tesis Bidang Kajian Wanita.

Haryatmoko. 2015. “Membogkar Rezim Kepastian: Pemikiran Kritis Post-Strukturalis”. Yogyakarta: Boekoe Tjap Petroek.

Jacobsen, Frode F. 2009. Hadrami Arabs in Present-day Indonesia: an Indonesia-oriented Group with an Arab Signature. London & New York: Routledge.

James P.Spradley. 1997. metode etnografi (Jakarta : PT. Tiara Wacana Yogyakarta)

Karnanta, Kukuh Yudha. 2013. “Paradigma Teori Arena Produksi Kultural Sastra: Kajian Terhadap Pemikiran Pierre Bourdieu”. Jurnal Poetika, vol, 1, No. 1, pp. 1-14.

Karnanta, Kukuh Yudha. 2015. “Sastra ‘Mungkin’: Kontestasi Simbolik Andrea Hirata dalam Arena Sastra Indonesia”.Jurnal Poetika, vol. III, No. 2, pp. 11-21.

Maton, Karl. 2008. “Habitus”, dalam Michael Grenfell (ed), Pierre Bourdieu Key Concepts. Durham: Acumen.

Takwin, Bagus. 2005. “Proyek Intelektual Pierre Bourdieu: Melacak Asal-usul Masyarakat, Melampaui Oposisi Biner dalam Ilmu Sosial”, dalam Richard Harker et.al (ed), (Habitus x Modal) + Ranah = Praktik: Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu. Yogyakarta: Jalasutra.

Rahmaniah, Syarifah Ema. 2014. Multikulturalisme dan Hegemoni Politik Pernikahan Endogami: Implikasi dalam Dakwah Islam. Walisongo. Vol. 22, No. 2.

Ramadhan, Iwan, Noor, Agus Sastrawan, Supriadi. 2015. Asimilasi Perkawinan Arab-Melayu Kampung Arab Kelurahan dalam Bugis Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. 4, No. 4.

Sila, M. Adlin. 2005. Gender and Ethnicity in Sayyid Community of Cikoang, South Sulawesi: Kafa’ah, a Marriage System among Sayyid Females. Antropologi Indonesia. Vol. 29, No. 1.

Suroyyah, Jihan. 2015. Pernikahan campuran dalam komunitas arab (studi tentang penerimaan keluarga perempuan arab terhadap pernikahan campuran di sepanjang). Komunitas. Vol. 4, No. 2

Tridewiyanti, Kunthi. 2009. Identitas Etnik Gender dan Pluralisme Hukum Kajian Perempuan Peranakan Arab dalam Perkawinan di Jakarta. Universitas Indonesia: Disertasi Studi Antropologi


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Lakon is indexed by:

 

 

Creative Commons License
LAKON by Unair  is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats