IDENTITAS ETNIS DAN PROSES AKULTURASI ROHINGYA DI BANGKOK, THAILAND

Rungthum Rangsikul

= http://dx.doi.org/10.20473/lakon.v8i1.9331
Abstract views = 814 times | downloads = 71 times

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk meneliti konstruksi identitas etnis Rohingya dan menemukan proses-proses penyesuaian diri mereka dalam pengungsiannya di Kota Bangkok Thailand melalui proses akulturasi. Dalam penelitian ini, saya berargumen bahwa pengalaman etnis Rohingya di negara Thailand dalam proses konstruksi identitas dan akulturasinya akan cenderung berbeda dengan negara tetanga lain berdasarkan budaya dan keyakinan. Perbedaan pengalaman ini selanjutnya menjadi dasar penelitian untuk melihat bagaimana change and continuities, berbagai perubahan dan hal-hal yang terus dipertahankan dalam konteks konstruksi identitas dan akulturasi etnis Rohingya sebagai bentuk adaptasi mereka di Bangkok. Populasi yang diteliti adalah Rohingya yang tinggal di kota Bangkok, Thailand. Wawancara mendalam digunakan untuk memperoleh data kualitatif dari lima responden Rohingya. Temuan utama adalah strategi akulturasi yang mencerminkan integrasi. Berhubungan dengan orang secara bertahap meningkatkan dari waktu ke waktu. Diskriminasi dianggap sebagai masalah problematik. Hidup dalam lingkungan yang berubah telah dimodifikasi tergantung pada konteks budaya, latar belakang individu, dan karakteristik sosial.

Keywords


Identitas Etnik; Akulturasi; Imigran; Etnis Rohingya; Stategi Akulturasi

Full Text:

PDF

References


Bangkok Post. The challenge of big-city diversity. (https://www.bangkokpost.com/opinion/opinion/1423087/the-challenge-of-big-citydiversity/, diakses pada tanggal 12 Juli, 2018).

Berry, J.W. (1990). Psychology of acculturation: Understanding individuals moving between cultures. In R.W. Brislin (Ed.). Applied cross-cultural psychology. pp. 232-253. London, England: Sage.

Berry, J.W. (1997). Immigration, acculturation, and adaptation. Applied Psychology, 46(1), 5-34

Berry, J. W. (2001). “A Psychology of Immigration”. Journal of Social Issues, 57 (3):615-631.

Berry, J. W. (2003). Conceptual approaches to acculturation. In K. M. Chun, P. Balls Organista, & G. Marín (Eds.), Acculturation: Advances in theory, measurement, and applied research (pp. 17-37). Washington, DC, US: American Psychological Association.

Berry, J.W. (2005). Acculturation: Living successfully in two cultures. International Journal of Intercultural Relations, 29, pp. 697-712

Equal Rights Trust. 2014. Equal Only in Name. The Human Rights of Stateless Rohingya in Thailand. London.

Padilla A.M., Perez W. (2003). “Acculturation, Social Identity, and Social Cognition: A New Perspective”, Hispanic Journal of Behavioral Sciences. 25:35–55.

Phinney, J. (1990). Ethnic identity in adolescents and adults: A review of research. Psychological Bulletin, 108, pp. 499-514.

Phinney, J. S., Horenczyk, G., Liebkind, K., & Vedder, P. (2001). “Ethnic Identity, Immigration, and Well-Being: An Interactional Perspective”, Journal of Social Issues, 57(3):493–510.

Phinney, J. S., Ong AD. (2007). “Conceptualization And Measurement of Ethnic Identity: Current Status and Future Directions”, Journal of Counseling Psychology, 54:271–281.

Redfield, R., Linton, R., & Herskovits, M. (1936). Memorandum on the study of acculturation. American Anthropologist, 38, pp. 149-152.

Sammers, M., Coller, M. (2017) Migration, Routledge: Oxon.

ดร.อาดศิร์ อดิรสี รักษมณี 2009,มัสยดิในกรงุเทพ, ส านักพิมพ์มติชน


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Lakon is indexed by:

 

 

Creative Commons License
LAKON by Unair  is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats