Korupsi State Capture Sebagai Crime Against Humanity

Hana Ramiza

= http://dx.doi.org/10.20473/mi.v3i2.20891
Abstract views = 880 times | downloads = 629 times

Abstract


Korupsi merupakan masalah yang telah diakui oleh komunitas internasional dan tidak hanya menyebabkan kerugian bagi finansial negara, namun juga sarat akan pelanggaran hak asasi manusia. Sifatnya yang sistematis, terencana dan luas membuat munculnya pendapat bahwa korupsi menimbulkan akibat yang mengerikan layaknya penyiksaan, genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan lainnya dan harus ditetapkan sebagai crime against humanity. Artikel ini bertujuan untuk menjawab isu mengenai sifat dan akibat yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi untuk dapat dikategorikan sebagai crime against humanity dengan menggunakan metode penelitian doctrinal research. Sebuah bentuk korupsi yaitu state capture memiliki elemen-elemen yang sesuai dengan crime against humanity sebagaimana diatur dalam Statuta Roma sehingga dengan demikian, korupsi khususnya state capture dapat dikategorikan sebagai crime against humanity. Dengan ditetapkannya korupsi sebagai crime against humanity, maka individu-individu yang terlibat tindak pidana korupsi akan dapat dimintai pertanggungjawaban pidana di bawah hukum internasional melalui international criminal court atau melalui pengadilan pidana internasional ad hoc.

Keywords


Korupsi; State Capture; Crime Against Humanity; Statuta Roma; International Criminal Court.

Full Text:

PDF

References


Buku

Andi Hamzah, Pemberantasan Korupsi Melalui Hukum Pidana Nasional dan Internasional (Raja Grafindo Persada 2006).

Edy Suandi Hamid [Ed.], Menyingkap Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di Indonesia (Aditya Media 1999).

International Council on Human Rights Policy, Corruption and Human Rights: Making the Connection ([s.n] 2009).

M. Cherif Bassiouni, Crimes Against Humanity: Historical Evolution and Contemporary Application, (Cambridge University Press 2011).

Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum Edisi Revisi (Prenadamedia Group 2016).

Robert Cryer [et., al.], An Introduction to International Criminal Law and Procedure, Cambridge University Press 2007).

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif : Suatu Tinjauan Singkat (Rajawali Pers 2001).

Syed Hussein Alatas, Sosiologi Korupsi: Sebuah Penjelajahan dengan Data Kontemporer (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial 1986).

Transparansi Internasional, The Anti-Corruption Plain Language Guide ([s.n] 2009).

Wijowasito, Kamus Umum Belanda Indonesia (Ikhtiar Baru 1999).

Jurnal

Boris Begovic, ‘Corruption: Concepts, Types, Causes and Consequences’ (2005) 26 Center for Opening and Development of Latin America.

Christopher Macleod, ‘Towards a Philosophical Account of Crimes against Humanity’ (2010) 21 The European Journal of International law.

David Luban, A Theory of Crime Against Humanity’ (2004) 29 The Yale Journal of International Law.

Julio Bacio Terracino, ‘Corruption as a Violation of Human Rights’ (2008) International Council on Human Rights Policy.

Lily Evelina Sitorus, ‘State Capture: Is It a Crime? How the World Perceive It’ (2011) 2 Indonesia Law Review.

Matthew Lippman, ‘Crimes Against Humanity’ (1997) 17 Boston College Thirld World Law Journal.

Maurice O. Dassah, ‘Theoritical Analysis of State Capture and Its Manifestation as A Governance Problem in South Africa’ (2018) 14 The Journal for Transdiciplinary Research in Southern Africa.

Thomas R. Snider dan Won Kidane, ‘Combating Corruption through International Law in Africa: A Comparative Analysis’ (2007) 40 Cornell International Law Journal.

Wolfang Muno, ‘Clientelist Corruption Networks: Conceptual and Empirical Approaches’ (2013) Special Issue 3 Comparative Governance and Politics.

Xunwu Chen, ‘The Concept of Crime against Humanity and the Spirit of Our Time’ (2013) 2 Journal of East-West Thought.

Laman

Andrzej Bryl, ‘Crimes against Humanity – in Pursuit of an International Convention’ accessed 1 September 2019.

Black’s Law Dictionary, ‘Corruption’ accessed 19 Maret 2019.

Global Witness, ‘Jade: Myanmar’s ‘Big State Secret’’, (Global Witness, 2015) accessed 8 November 2019.

Ida Lim, ‘Rome Statute: What Is It? Will Agong’s Immunity Be At Risk?’, (malaymail, 2019) accessed 10 September 2019.

J. Alton Hosch, ‘More About the IMFTE’, accessed 5 September 2019.

Maira Martini, ‘State Capture: An Overview’, (Transparansi Internasional, 2014) accessed 5 Oktober 2019.

Pusat Edukasi Anti Korupsi, ‘Apa Itu Korupsi?’ accessed 14 Februari 2019.

Rois Jajeli, ‘Tambang Berujung Maut di Lumajang, ESDM Jatim: Itu Penambangan Ilegal’, (Detik News, 2015 accessed 30 Oktober 2019.

United Nations International Residual Mechanism for Criminal Tribunals, ‘About the ICTY’, accessed 25 Juli 2019.

United Nations International Residual Mechanism for Criminal Tribunals, ‘The ICTR in Brief’, accessed 25 Juli 2019.

United Nations Office on Drugs and Crime Division for Treaty Affairs, ‘Legislative Guide for the Implementation of the United Nations Convention against Corruption’ (2006) accessed 20 Maret 2019.

Perundangan-undangan

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 134, Tambahan Lembaran, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4150).

Pasal 19 Johannesburg Declaration on Sustainable Development.2002.

th International Anti-Corruption Conference, The Seoul Findings, Seoul, Mei 2003.

International Criminal Court, Elements of Crimes, International Criminal Court, Den Haag, 2010, h. 5.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Media Iuris

Creative Commons License

Media Iuris (p-ISSN 2721-8384, e-ISSN 2621-5225) by http://e-journal.unair.ac.id/MI is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Statcounter :

View My Stats 

Media Iuris has been indexed by:

  Hasil gambar untuk pkp index