Factors That Related With Diptheria Cases of Children in Bangkalan Health Centers in 2016

Isnaniyanti Fajrin Arifin, Corrie Indria Prasasti

DOI: http://dx.doi.org/10.20473/jbe.v5i1.2017.26-36
Abstract viewed = 129 times | PDF downloaded = 390 times

Abstract


The diptheria cases raised up in Bangkalan District in 2015, as many as 19 case with CFR 15,79% spread in 13 subdistricts/villages. This study was to analyze the risk factors the corelated factors to dipheria cases of children with case control design and analyses data using computer computing. It condusted in July-December 2016 by using questionnaire, interviews, observation, and measurement. Total sample was 48 respondents which number of case 8 respondents and number of control 40 respondents. Variabel in this study were characteristic (age, sex, level of education), the completeness of immunization DPT, and the condition of the physical environment of the house. Characteristic (level of education), the completeness of immunization DPT, and the condition of the physical environment of the house had corelated to diptheria cases. The most influential variable was the completeness of immunization DPT (p value = 0,037; OR = 4,667). Health workers in particular in collaboration with the village midwife cadres need to increase it’s role as educator and conselor in providing information in the form of outreach to the community related to the risk of transmission of diphtheria and immunization basics awarding benefits to the entire Neighborhood/village at Posyandu activities until it reaches the target UCI.


Keywords: risk factors, diphtheria cases, Bangkalan sub district Health Centers


Full Text:

PDF

References


Azwar, A. 2009. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Mutiara Sumber Widya

Arthika D. 2012. Assessment Pelayanan Imunisasi DPT di Unit Pelayanan Swasta Surabaya. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga; 1. http://adln.fkm.unair.ac.id/ gdl.php?mod=browse&op=read&id=adlnfkm-adlndinastyart-2436 [Sitasi 18 Desember 2016]

Budiman. 2006. Penelitian Kesehatan. Bandung : PT. Refika Adiatama.

Dinkes Kabupaten Bangkalan. 2015. Ringkasan Eksekutif Data dan Informasi Kesehatan Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan

Fajar. N. A, Purba. I. G. 2010. Hubungan Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku Keluarga Terhadap Kejadian Difteri Pada Balita Di Kelurahan Cambai Kota Prabumulih tahun 2010. Jurnal Pembangunan Manusia. Volume. 4, Nomor. 12, Universitas Sriwijaya. Mei 2010. Hal. 1-15. Diakses pada 06 Desember 2016 pukul 21.42 http꞉balitbangnovdasumsel.com/data/download/2 0140128150303/pdf.

Kartono, B. 2007. Hubungan Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Difteri Pada Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2005-2006 dan di Kabupaten Garut Bulan Januari Tahun 2007. Tesis Program Magister Program Studi ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta.

Keman, S. 2005. Kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Vol 2(1):,pp.29-42

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Perkembangan Kasus Difteri dan Distribusi Kasus Difteri di Kabupaten/Kota Tahun 2010-2014. Kemenkes RI Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1077/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah

Kumalaili, N. 2011. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi DPT HB Combo Polindes Labang Kecamatan Sreseh kabupaten Sampang. KTI. Stikes Yarsi;1. Diunduh dari http://share.stikesyarsis.ac.id/elib/main/dok/00295 pada 08 Desember 2016

Kusno, Y. 2013. Faktor-Faktor Internal yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Balita Usia 1-5 Tahun di Wilayah Kerja Pukesmas Situ Gintung Ciputat Tahu 2013. Skripsi. Jakarta; Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: 69-87

Lemeshow, S. 1997. Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

Lia, A. 2010. Faktor Risiko Kejadian Difteri pada KLB Difteri di Sidoarjo Tahun 2010. Skripsi. Universitas Airlangga: 67–71.

Lubis, B. 2005. Penelitian Status Imunisasi Terhadap Penyakit Difteri Dengan Schick Test pada Murid Sekolah Taman Kanak-kanak di Kotamadya Medan. e-Journal USU Repository. 2005. Universitas Sumatera Utara. Diakses pada 05 Desember 2016, pukul 21.52 WIB

Lubov, S. 2011. Epidemic diptheria in India 1991-1998. The journal of Infectious Diseases 2001 : p 589:591

Mustikawati, D. 2012. Faktor karakteristik individu yang mempengaruhi penularan penyakit difteri di kabupaten Situbondo. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 20(5):pp.34-35

Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta

Nuruaprilyanti, I. 2009. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu dalam Pemberian Imunisasi DPT Pada Bayi di Kecamatan Pancoran Mas Depok Tahun 2009. Skripsi. Depok : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Patel, UV. 2006. A retrospective study of diphtheria cases, Rakjot, Gujarat.Indian Journal of Community Medicine, Vol. XXIX, no. 4. Oktober-Desember 2004. p. 161-163

Purwana, dan Djaja. 2008. Hubungan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Kabupaten Tasikmalaya (2005–2006) dan Garut Januari 2007 Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, vol.11 No.1 Hal 82. Diunduh dari http://journal.ui.ac.id/ upload/artikel/02 pada 28 Desember 2016

Purwanto, A. 2011. Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Ibu dalam Pemberian Imunisasi Dasar pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Bajeng Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Skripsi. Fakutas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin: 1-8

Setyowati N. 2011. Faktor yang mempengaruhi Kontak Positif Difteri di Kabupaten Jember. Tesis. Jember: Universitas Jember. Diunduh dari http://digilib.unej.ac.id/gdl42/ gdl.php?mod=browse&op=read&id=gdlhub-gdlniningsety-5058 pada 22 Desember 2016

Sitohang, R.V. 2006. Hubungan Kepadatan Serumah Dengan Kejadian Difteri Pada Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di Kabupaten Cianjur Jawa Barat Tahun 2000-20001. Tesis. Program Magister Program Studi Epidemiologi Kekhususan Epidemiologi Lapangan Universitan Indonesia, Jakarta

Sudoyo, A.W, Setiyohadi B., Alwi I., Simadibrata M., dan Setiati S. 2006. Ilmu Penyakit dalam jilid II edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia.

Utami. 2010. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Penularan Difteri di Kota Blitar Propinsi Jawa Timur. Tesis. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Surabaya.

UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

WHO. 2012. Data insidence rate annual. WHO Regional Office Report. http://apps.who.int/immunization_monitoring/en/globalsummary/timeseries/tsincedecedip.htm Diakses pada 28 Desember 2016 pukul 18.50 WIB


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
JBE by unair is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Kampus C Universitas Airlangga

Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

E-mail: jbepid@gmail.com / jbe@fkm.unair.ac.id

Phone: +62 877-3928-1082

View My Stats