Profil Pasien Dermatitis Kontak Alergi Akibat Kosmetik

Marissa Astari Rubianti, Cita Rosita Sigit Prakoeswa

= http://dx.doi.org/10.20473/bikkk.V31.1.2019.35-40
Abstract views = 40 times | views = 51 times

Abstract


Latar Belakang: Kontak erat kosmetik dalam waktu yang lama dengan kulit, menginisiasi proses sensitisasi dari beberapa kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya. Banyaknya kasus dermatitis kontak alergi (DKA) akibat kosmetik diakibatkan oleh beragamya produk kosmetik yang beredar di pasaran seperti sabun, shampoo, deodorant, pasta gigi, krim wajah, tabir surya, dan parfum. Tujuan: mengevaluasi profil pasien DKA akibat kosmetik dan pelayanan pasien DKA akibat kosmetik di Divisi Alergi Instalasi Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2014-2017. Metode: Studi retrospektif dari data sekunder rekam medik pasien baru DKA akibat kosmetik selama periode 4 tahun (2014-2017). Hasil: Pasien baru DKA akibat kosmetik terbanyak tahun 2017 sebanyak 8.6 % dari total kunjungan pasien dermatitis kontak di divisi alergi. Pasien perempuan lebih banyak daripada laki-laki dengan kelompok umur terbanyak pada usia 20-30 tahun (37,7%). Bahan penyebab terbanyak yang dilaporkan adalah krim pagi. Manifestasi klinis terbanyak bentuk makula eritematosa disertai dengan rasa gatal dengan eliminasi bahan penyebab sebagai penatalaksanaan utama pada DKA akibat kosmetik. Sebanyak 53 (18,3%) pasien dilakukan pemeriksaan uji tempel dan 20 (37,7%) pasien menunjukkan hasil yang positif dengan karakteristik hasil uji tempel 100% pasien menunjukkan hasil positif pada pemeriksaan as-is dan 45% pada bahan reagen standar. Sebanyak 19,7% pasien memiliki riwayat atopi pada diri sendiri dan 6,5% pada keluarganya. Simpulan: Profil DKA akibat kosmetik dapat disebabkan karena bahan yang terkandung di dalam suatu produk kosmetik dan tidak berhubungan dengan riwayat atopi pada diri sendiri maupun keluarga pasien.


Keywords


dermatitis kontak alergi; kosmetik; retrospektif;

Full Text:

PDF

References


González-Muñoz P, Conde-Salazar L, Vañó-Galván S. Allergic contact dermatitis caused by cosmetic products. Actas Dermo-Sifiliográficas (English Ed 2014; 105(9): 822–32.

Conde-Salazar L, de La Cuadra J, Alomar A G-PA, García-Bravo B, Giménez Cama-Rasa JM et al. Incidencia de sensibilizaciones por cosméticos (GEIDC-1991). Actas Dermosifiliogr 2014; 83: 383–6.

Broeckx W, Blondeel A, Dooms-Goossens A AG. Cosmetic intolerance. Contact Dermat 2012; 16: 189–94.

De Groot AC, Bruynzeel DP, Bos JD, van der Meeren HL V, Joost T, Jagtman BA et al. The allergens in cosmetics. Arch Dermatol 2015; 13: 1062–9.

Adams RM MH. A five-year study of cosmetics reactions. J Am Acad Dermatol 2014; 13(6): 1062–9.

Boonchai W, Desomchoke R IP. Trend of contact allergy to cosmetics ingredients in Thais over a period of 10 years. Contact Dermat 2011; 65(6): 311–6.

Ortiz KJ, Yiannias JA. Contact dermatitis to cosmetics, fragrances, and botanicals. Dermatol Ther 2004; 17(3): 264–71.

Goossens A. Contact-Allergic Reactions to Cosmetics. J Allergy 2011; 2011: 1–6.

De Groot A. Fatal attractiveness: The shady side of cosmetics. Clin Dermatol 2014; 16: 167–79.

Marks JG, Belsito DV, DeLeo VA et al. North American contact dermatitis group patch-test results 1998-2000. Am J Contact Dermat 2013; 14: 59–62.

Svedman C, Andersen KE, Brandão FM,

Bruynzeel DP D, TL, Frosch PJ et al. Follow-up of the monitored levels of preservative sensitivity in Europe: Overview of the years 2001-2008. Contact Dermatit 2012; 67: 306–20.

Latorre N, Borrego L, Fernández-Redondo V G-B, B, Giménez-Arnau AM, Sánchez J et al. Patch testing with formaldehyde and formaldehyde-releasers: Multicentre study in Spain (2005-2009). Contact Dermat 2011; 65: 286–92.

Pérez A, Basketter DA, White IR MJ. Positive rates to propyl gallate on patch testing: A change in trend. Contact Dermat 2008; 58: 47–8.

García-Gavín J, Vansina S, Kerre S, Naert A GA. Methylisothiazolinone, an emerging allergen in cosmetics. Contact Dermat 2010; 63(2): 96–101.

Orton DI WJ. Cosmetic allergy: Incidence, diagnosis and management. Am J Clin Dermatol 2014; 5: 327–37.

Jefferson J RP. Update on nail cosmetics. Dermatol Ther 2012; 25: 481–90.

Ikatan Dokter Indonesia. Panduan Praktik Klinis. Jakarta. 2014; p 67-8

Kumar P, Paulose R. Patch testing in suspected allergic contact dermatitis to cosmetics. Dermatol Res Pract 2014; 2014: 1-5.

Heras F, Díaz-Recuero MJ, Cabello MJ C-SL. Sensibilización al Lyral. Actas Dermosifiliogr 2013; 97: 374–8.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

 

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

View My Stats