Hubungan Kadar Survivin Serum Berdasarkan Kadar Insulin-Like Growth Factor-1 dengan Derajat Keparahan Akne Vulgaris

Akne vulgaris insulin-like growth factor-1 survivin

Authors

  • Yessy Farina Salim
    yessyfarina@gmail.com
    Program Pendidikan Dokter Spesialis, Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
  • Satya Wydya Yenny Bagian/ Staf Medik Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil, Padang
  • Sri Lestari Bagian/ Staf Medik Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil, Padang
April 4, 2019

Downloads

Latar Belakang: Akne vulgaris (AV) adalah suatu peradangan kronis pada unit pilosebasea dengan gambaran klinis polimorfik. Survivin merupakan inhibitor of apoptosis protein, berperan dalam pengaturan apoptosis dan pembelahan sel. Insulin-like growth factor-1 (IGF-1), secara tidak langsung mengatur ekspresi survivin. Peningkatan sinyal IGF-1 berhubungan dengan peningkatan ekspresi survivin melalui aktivasi jalur phosphatidylinositol 3-kinase/protein kinase B pada keratinosit dan sebosit yang berperan dalam etiopatogenesis AV. Tujuan: Mengetahui hubungan kadar survivin serum berdasarkan kadar IGF-1 dengan derajat keparahan AV. Metode: Penelitian cross sectional study. Tiga puluh satu pasien laki-laki dengan AV berusia 14-17 tahun dengan body mass index normal sebagai sampel penelitian. Kadar IGF-1 dan survivin serum diukur dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay. Hasil: Usia rerata pasien pada penelitian ini 15,54 ­± 0,77 tahun. Akne vulgaris derajat ringan (54,8%) merupakan yang terbanyak ditemukan. Rerata kadar IGF-1 pada kelompok AV derajat berat lebih tinggi 128,03±17,43 ng/ml dibandingkan dengan derajat sedang 115,66±18,67 ng/ml dan 77,47±17,18 ng/ml  pada derajat ringan (p<0,05). Rerata kadar survivin pada kelompok AV derajat berat lebih tinggi 2804,41±1311,17 pg/ml dibandingkan derajat sedang 1173,52±459,37 pg/ml dan 477,90±232,52 pg/ml pada derajat ringan (p<0,05). Peningkatan IGF-1 serum diikuti oleh peningkatan survivin serum dan memiliki korelasi positif dengan derajat keparahan AV (p<0,05 r=0,528). Simpulan: Terdapat hubungan korelasi positif kuat antara kadar survivin serum berdasarkan kadar IGF-1 dengan derajat keparahan AV.