Uji Kandungan Fenolik Total dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Antioksidan dari Berbagai Bentuk Sediaan Sarang Semut (Myrmecodia pendens)

Crescentiana Emy Dhurhania, Agil Novianto

= http://dx.doi.org/10.20473/jfiki.v5i22018.62-68
Abstract views = 1395 times | downloads = 1097 times

Abstract


Pendahuluan: Senyawa fenolik merupakan kelompok senyawa terbesar yang berperan sebagai antioksidan alami pada tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang berpotensi tinggi sebagai antioksidan alami adalah sarang semut (Myrmecodia pendens). Hal tersebut terkait dengan potensinya sebagai sumber senyawa fenolik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji terhadap kandungan fenolik total dari berbagai bentuk sediaan sarang semut dan pengaruhnya terhadap aktivitas antioksidan. Metode: Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dalam sediaan seduhan, rebusan, dan ekstrak sarang semut positif mengandung senyawa fenolik, antara lain: flavonoid, tanin dan polifenol. Uji kandungan fenolik total dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu secara spektrofotometri UV-Vis pada 760,5 nm, dengan hasil pada seduhan, rebusan, dan ekstrak berturut-turut 3,64; 3,37; 2,74 g GAE/100 g bahan kering. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan parameter kapasitas reduksi serium secara spektrofotometri UV-Vis pada 317,5 nm. Hasil: Seluruh sediaan sarang semut, yaitu seduhan, rebusan, dan ekstrak memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan EC50secara berturut-turut 6,78; 2,45; 4,00 µg/mL, dengan EC50 pembanding vitamin C 4,1685 µg/mL. Kesimpulan: Dengan demikian untuk mendapatkan kandungan fenolik yang paling tinggi dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, serbuk kering sarang semut sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk seduhan.

Keywords


fenolik total, antioksidan, sediaan Myrmecodia pendens

Full Text:

PDF

References


Apriyanti, E. A., Satari, M. H. & Laksono, B. (2016). Perbedaan Potensi Antibakteri Ekstrak Metanol Umbi Sarang Semut (Myrmecodia pendens Merr. & Perry) dan NaOCl terhadap Streptococcus mutans (ATCC 25175). Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran; 28; 106-112.

Attamimi, F. A., Ruslami, R. & Maskoen, A. M. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kasar Umbi Sarang Semut (Myrmecodia pendens) dibanding dengan Klorheksidin terhadap Streptococcus sanguinis. Majalah Kedokteran Bandung; 9; 94-101.

Dewi, Y. S. K. & Dominika. (2008). Aktivitas Antioksidasi Ekstrak Fenol Umbi Sarang Semut (Hydnophytum sp.) pada Berbagai Suhu Penyeduhan. Agritech; 28; 91-96.

Dhurhania, C. E. & Purwanti. (2015). The Effect of The Way to Use Sarang Semut (Myrmecodia pendens) in Cancer Treatment against Antioxidant Activity, Tocopherol Content, and Total Flavonoids. Prosiding; Aptisi Komisariat II, Surakarta.

Fatmawati, D., Puspitasari, P. K. & Yusuf, I. (2011). Efek Sitotoksik Ekstrak Etanol Sarang Semut (Myrmecodia pendens) pada Sel Line Kanker Serviks Hela. Sains Medika; 3; 112-120.

Kurniawati, E. & Sianturi, C. Y. (2016). Manfaat Sarang Semut (Myrmecodia pendens) sebagai Terapi Antidiabetes. Majority; 5; 38-42.

Lung, J. K. S. & Destiani, D. K. (2017). Uji Aktivitas Antioksidan Vitamin A, C, E dengan metode DPPH. Farmaka; 15; 53-62.

Noya, E., Buang, Y. & Cunha, T. D. (2013). Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Senyawa Antioksidan Fraksi Kloroform Ekstrak Metanol Sarang Semut (Myrmecodia pendens). Jurnal Kimia Terapan; 1; 6-11.

Nugroho, A. E., Malik, A. & Pramono, S. (2013). Total Phenolic and Flavonoid Contents of and in vitro Antihypertension Activity of Puriffied Extract of Indonesian Cashew Leaves (Anacardium occidentale L.). International Food Research Journal; 20; 299-305.

Sabri, S. (2011). Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif Kangkung Air (Iponemoea aquatica Forsk). Skripsi; Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Setianingsih, N. (2013). Potensi Antioksidan Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia pendens): Pengaruh Bentuk Sarang Semut, Suhu Ekstraksi, Konsentrasi terhadap Aktivitas Antioksidan. Thesis; Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Soeksmanto, A., Subroto, M. A., Wijaya, H. & Simanjuntak, P. (2010). Anticancer Activity Test for Extracts of Sarang Semut Plant (Myrmecodia pendens) to Hela and MCM-B2 cells. Pakistan Journal of Biological Science; 13; 148-151.

Suharyanto, Wahyudi, D. & Lindawati, N. Y. (2013). Metode Ekstraksi Sarang Semut (Myrmecodia Pendens) dengan Teknik Maserasi untuk Menghasilkan Obat Alternatif Kanker Paru. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Prosiding; Semnas Sains & Entrepreneurship I, Semarang.

Raya, M. K., Legowo, A. M. & Wijayahadi, N. (2016). Efektivitas Ekstrak Umbi Sarang Semut sebagai Penurun Kadar Glukosa Darah Tikus Sprague dawley yang Diabetes Mellitus. Jurnal Gizi Indonesia; 4; 138-144.

Rosyadi, I. & Hariono, B. (2017). Potensi Imunologi Serbuk Umbi Tanaman Sarang Semut (Myrmecodia tuberose) terhadap Tikus Wistar yang Diinduksi Streptozotocin. Jurnal Sain Veteriner; 35; 159-164.

Yessica, P. (2012). Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Sarang Semut (Myrmecodia pendens Merr & Perry) terhadap Carsinoma Mammae pada Kultur Sel MCF-7. Skripsi; Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA

View JFIKI Stats

                

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License