Mutu Produk Madu yang Dijual di Surabaya

Eka Aprillia Suhartini, Juniar Moechtar, Asri Darmawati

= http://dx.doi.org/10.20473/jfiki.v5i12018.45-55
Abstract views = 139 times | views = 593 times

Abstract


Pendahuluan: Madu adalah cairan alami dengan konsistensi kental dan rasa manis yang dikumpulkan oleh lebah madu dari sari bunga atau bagian lain tumbuhan. Produk madu yang dipasarkan harus memiliki nomor registrasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dan memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3545-2013. Nomor registrasi produk madu diawali dengan kode ML, MD, TR dan P-IRT. Perbedaan kode awal pada nomor registrasi menunjukkan katagori produsen pengolah produk madu. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mutu produk madu yang diregistrasi dengan katagori berbeda mengacu persyaratan SNI 01-3545-2013. Metode: Dalam penelitian ini mutu 4 sampel produk madu dibandingkan dengan acuan parameter SNI untuk madu. Setiap sampel produk madu mewakili satu kode awal nomor registrasi. Nama sampel tersebut dipilih secara acak dari beberapa nama produk madu dengan kode awal nomor registrasi yang sama. Parameter SNI yang diuji meliputi: organoleptis, kadar air, kadar abu, kandungan padatan tidak larut air, keasaman, kadar  5-hydroxymethyl-furfuraldehyde (HMF), aktivitas enzim diastase, cemaran logam (Pb,Cd, Hg, As), kadar batas kloramfenikol, cemaran mikrobiologi, kadar gula pereduksi dan sukrosa. Hasil: Resume hasil penelitian ini adalah: sampel dengan kode awal MD dan P-IRT memenuhi persyaratan  parameter SNI, kecuali kadar HMF melebihi batas yang ditetapkan. Sampel dengan kode awal ML memenuhi persyaratan SNI kecuali kadar HMF dam kadar abu. Sampel dengan kode awal TR memenuhi persyaratan SNI kecuali kadar air. Kesimpulan: Semua sampel madu memenuhi 12 dari 13 persyaratan parameter mutu SNI-01-3545-2013.


Keywords


madu, produk madu, Surabaya

Full Text:

PDF

References


Anonim. (2009). A Reference Guide to Nature's Sweetener by National Honey Board. https://www.honey.com/files/general/refguide.pdf. Accessed: 7 Desember 2014.

Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSN). (1992). SNI-01-2891-1992: Cara Uji Makanan dan Minuman. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSN). (2013). SNI-01-3545-2013: Madu. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

BPOM RI. (2012). Peraturan Kepala BPOM RI Nomor Hk.03.1.23.04.12.2205 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Jakarta: BPOM RI.

Comesa Harmonised Standart. (2004). Standard for Honey, Revised Codex Standard For Honey. Codex Stan 12-1981; 1-8.

Departemen Kesehatan RI (Depkes RI). (2012). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 007 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional. Jakarta: Depkes RI.

Dinkov, D. H. (2001). Experimental Detection of Honey Adulteration with Iso Sweet 77555P. using a Modification of Winkler’s Method. Apiacta; 4.

Feng, P., Weagant, S. D., Grant, M. A. & Burkhardt, W. (2002). Bacteriological Analytical Manual, Enumeration of Escherichia coli and the Coliform Bacteria (Chapter 4). Silver Spring: U. S. Food and Drug Administration.

Gobessa, S., Seifu, E. & Bezabih, A. (2012). Physicochemical Properties of Honey Produced In The Homesha District Of Western Ethiopia. Journal of Apicultural Science; 56; 33-40.

Gomes, S., Dias, L. G. Leandro, L., Moreira, Rodrigues, P. & Estevinho, L. (2010). Physicochemical, Microbiological and Antimicrobial Properties of Commercial Honeys from Portugal. Braganca: Centro de Investigação de Montanha (CIMO).

Keppy, N. K. & Allen, M. W. (2009). The Determination of HMF in Honey with an Evolution Array UV-Vis Spectrophoto-meter. Madison: Thermo Fisher Scientific.

Sihombing, D. T. H. (1997). Ilmu Ternak Lebah Madu. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Suranto, A. (2007). Terapi Madu. Jakarta: Penebar Plus.

Sutami, A. (2003). Pengaruh Waktu Penyimpanan dalam Refrigerator terhadap Komposisi Kimia Madu Asli dan Madu Palsu. Skripsi; Fakultas Peternakan IPB, Bogor.

TGA. (1998). Honey Scientific Report. Office of Complementary Medicines. https://www.tga.gov.au/sites/default/files/report-honey-9812.pdf. Accessed: 16 Desember 2013.

Voldrich, M., Rajchl, A., Cizkova, H. & Cuhra, P. (2009). Detection of Foreign Enzyme Addition into the Adulterated Honey. Czech Journal of Food Sciences; 27; S280-S282.

White Jr, J. W. & Doner, L. W. (1980). Honey Composition and Properties. Phila-delphia: Eastern Regional Research Center.

White, W. (1992). Honey (In: Graham, M. O. the Hives and the Honey Bee). Hamilton: Dadant and Son.

Zappala, M., Fallico, B., Arena, E. & Verzera, A. (2005). Methods for the Determination of HMF in Honey: a Comparison. Food Control; 16; 273-277.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA

View JFIKI Stats

                

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License