Pengembangan Formula Gel Ekstrak Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb ) sebagai Antijerawat

Setia Budi, Mila Rahmawati

= http://dx.doi.org/10.20473/jfiki.v6i22019.51-55
Abstract views = 462 times | downloads = 1329 times

Abstract


Pendahuluan: Saat ini obat topikal antijerawat telah banyak beredar dalam bentuk gel dan krim, tetapi masih sedikit antijerawat topikal yang megandung herbal, sebagai bahan aktif atau agen berpotensi dapat mencegah dan mengobati jerawat seperti pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) dengan sifat anti bakterinya. Tujuan: Mengembangkan formulasi sediaan gel pegagan yang stabil. Metode: Pengujian Formulasi pegagan sesuai persyaratan evaluasi dengan basis gel konsentrasi 7%, 8%, 9%, selanjutnya dilakukan evaluasi meliputi pengujian organoleptik, pH, dan viskositas. Formula ditambah ekstrak herba pegagan dengan konsentrasi 2,5% dan 5%. Uji evaluasi formula yang dilakukan meliputi pengamatan homogenitas, uji derajat keasaman, kekentalan dan daya sebar sediaan. Hasil: Rerata pH sediaan didapatkan 6,66. Formula 1 dan Formula 2 terdapat sedikit perbedaan viskositas. Formula 1 dan Formula 2 menunjukkan homogenitas dan daya sebar yang sudah sesuai persyaratan. Kesimpulan: Selama 14 hari, pengujian Formula 2 dengan konsentrasi ekstrak 5% lebih stabil dibandingkan Formula 1 dengan konsentrasi ekstrak 2,5%.

Keywords


Centella asiatica, ekstrak gel, formulasi gel

Full Text:

PDF

References


Adria, G. (2009). Uji Aktivitas Krim Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica (L) Urb) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat. Skripsi; Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Padang.

Dewi, R. K. (2010). Optimasi Formulasi Mikroemulsi Sediaan Hormon Testosteron Undekanoat. Skripsi; Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: DepKes RI.

Djajadisastra, J., Mun’im, A. & Dessy, N. P. (2009). Formulasi Gel Topikal dari Ekstrak Nerii Folium dalam Sediaam Anti Jerawat. Jurnal Farmasi Indonesia; 4; 210-216.

Fauzy, A. (2012). Pengaruh Konsentrasi Minyak Ikan terhadap Penetrasi Kurkumin dalam Sediaan Mikroemulsi Gel.Skripsi; Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Indonesia.

Garg, A. D., Aggarwal, S. G. & Sigla, A. K. (2002). Spreading of Semisolid Formulation. USA: Pharmaceutical Technology.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, (2014), Farmakope Indonesia (edisi V). Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Nurahmanto D., Mahrifah I. R. N. & Rosyidi V. A. (2017). Formulasi Sediaan Gel Dispersi Padat Ibuprofen: Studi Geling Angent dan Senyawa Peningka. Ilmiah Manuntung; 3; 96-105.

Nurdianti, L., Azzahra, S. F. & Aji, N. (2017). Pengembangan Formulasi Sediaan Gel Rambut Antiketombe Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dengan Menggunakan Viscolam sebagai Gelling Agent dan Uji Aktivitasnya terhadap Jamur Pityrosporum ovale. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada; 17; 456-467.

Primastuti, R. F. (2013). Antioxidant and Cytotoxic Activities of Centella asiatica L. Leaves and Extract of Green Coffee Beans in a Cream Preparation for Grade 1-3 Cellulite and Slimming. Makara Journal Sains; 17; 1-5.

Sasanti, T. J. Wibowo, M. S., Fidrianny, I. & Caroline, S. (2012). Formulasi Gel Ekstrak Air Teh Hijau dan Penentuan Aktivitas Antibakterinya terhadap Propionibacterium acne. Skripsi: School of Pharmacy ITB.

Sikareepaisan, P., Suksamrarn, A. & Supaphol, P. (2008). Electrospun Gelatin Fiber Mats Containing A Herbal Centella asiatica Extract and Release Characteristic of Asiaticoside. Nanotechnology; 19; 1-10.

Voight, R. (1994). Buku Pelajaran Teknologi Farmasi (Edisi V). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wasitaatmadja, S. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetik. Jakarta: Universitas Indonesia Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA

View JFIKI Stats

                

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License