Efektivitas Cairan Kristaloid dan Koloid Pasien Demam Berdarah Anak di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul

Baiq Adelina Atbam Munawwarah, Dyah Aryani Perwitasari, Nurcholid Umam Kurniawan

= http://dx.doi.org/10.20473/jfiki.v5i12018.20-29
Abstract views = 2197 times | downloads = 12994 times

Abstract


Pendahuluan: Kunci keberhasilan terapi pada demam berdarah yaitu tercukupinya kebutuhan cairan. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam terapi cairan yaitu jenis cairan dan jumlah cairan yang diberikan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perbedaan jenis cairan terhadap perbaikan klinis, laboratoris dan lama rawat inap pasien demam berdarah anak di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Metode: Pasien anak demam berdarah yang memenuhi kriteria inklusi diberikan cairan kristaloid (ringer laktat) atau koloid (gelatin) dan dilakukan pemantauan suhu tubuh, hematokrit, trombosit dan lama rawat inap. Hasil dianalisis mengunakan SPSS dengan unpaired t test. Hasil: Kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna (p < 0,05) terhadap nilai trombosit (24 dan 48 jam pemberian cairan), nilai hematokrit (72 jam pemberian cairan) dan lama rawat inap sedangkan kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p > 0,05) pada gejala demam (suhu tubuh). Kesimpulan: Terapi cairan koloid memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap perbaikan gejala klinis dan laboratoris serta mengurangi lama rawat inap pasien.

Keywords


demam berdarah, kristaloid, koloid

Full Text:

PDF

References


Akhmad, A. P. (2012). Evaluasi Penggunaan Obat pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Periode Oktober 2012 - Februari 2015. Skripsi; Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Chiocca, E. M. (2011). Advance Pediatric Assesment. Philadelphia: Lippincott Williams & Walkins.

Departemen Kesehatan (Depkes) RI. (2004). Tatalaksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jendral P2M Depkes RI.

Depkes RI. (2011). Profil Kesehatan Indonesia 2010 by Depkes RI. http://www.depkes.go.id/downloads/profil_Kesehatan_Indonesia_2010.pdf. Accessed: 5 Agustus 2017.

Dung, N. M., Day, N. P., Tam, D. T., Loan, H. T., Chau, H. T. & Minh, L. N. (1999). Fluid Replacement in Dengue Shock Syndrome: A Randomized, Double-Blind Comparison of Four Intravenous-Fluid Regimen. Clinical Infectious Disease; 29; 787-794.

Erlinda, F., Sadiah, A. & Maya, T. (2015). Hubungan Kadar Trombosit dan Hematokrit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien Dewasa. Prosiding; Penelitian Sivitas Akademika Universitas Islam Bandung, Bandung.

Ginanjar. (2008). Demam Berdarah, a Survival Quide (Cet. 1). Yogyakarta: B. First (PT Benteng Pustaka).

Hukom, A. O. E., Warouw, S. M., Memah, M. & Mongan, A. E. (2013). Hubungan Nilai Hematokrit dan Jumlah Nilai Trombosit pada Pasien Demam Berdarah Dengue. Manado. Jurnal e-Biomedik; 3; 738-742.

Hung, N. T. (2012). Fluid Management for Dengue in Children. Paediatrics and International Child Health; 32; 39-41.

IDAI. (2009). Pedoman Pelayanan Medis. Palembang: IDAI Press.

Lubis, M. (2003). Spectrum of DSS in Haji Adam Malik Hospital during 5 years: Research report from JKPKBPPK. Jakarta: Badan Litbang Kesehatan.

Mandriani, E. (2009). Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang Mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS) Rawat Inap di RSU Dr. Pirngadi Medan Tahun 2008. Skripsi; Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan.

Muliansyah, T. B. (2015). Analisa Pola Sebaran Demam Berdarah Dengue terhadap Penggunaan Lahan dengan Pendekatan Spasial di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2011-2013. Journal of Information System for Public Health; 1; 47-54.

Nhan, N. T., Phuung, C. X. T., Kneen, R. & Wills, B. (2001). Acute Management of Dengue Shock Syndrome, A Randomized Double-Blind Comparison of A Intravenous Fluid Regimens in the First Hour. Clinical Infectious Disease; 32; 204-211.

Nisa, D. W., Notoatmojo, H. & Rohmani, A. (2013). Karakteristik Demam Berdarah Dengue pada Anak di Rumah Sakit Roemani Semarang. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah; 1; 93-97.

Nopianto, H. (2012). Faktor–Faktor yang Berpengaruh terhadap Lama Rawat Inap pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Jurnal Kedokteran Diponegoro; 1; 20-25.

Prasetyo, V. P, Azis, A. L. & Soegijanto, S. (2009). Comparison of the Efficacy and Safety of Hydroxyethyl Starch 130/0.4 and Ringer’s Lactate in Children with Grade III Dengue Hemorrhagic Fever. Paediatrica Indonesia; 49; 97-103.

Rasyada, A., Ellyza, N. & Zulkarnain, E. (2014). Hubungan Nilai Hematokrit terhadap Jumlah Trombosit pada Penderita Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kesehatan Anak; 3; 343-347.

Soegianto, S. (2002). Penatalaksanaan Demam Berdarah Dengue pada Anak: Lab Ilmu Kesehatan Anak-FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo. Surabaya: Tropical Disease Center.

Suciawan, N. (2000). Tatalaksana Terapi Cairan Penderita Demam Berdarah Dengue. Tesis; Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

World Health Organization (WHO). (1997). Dengue Haemorrhagic Fever: Diagnosis, Treatment, and Control. 2nd ed. Genewa: WHO.

World Health Organization (WHO). (2012). Demam Berdarah Dengue: Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan dan Pengendalian Ed. 2. Jakarta: EGC.

Yakub, R., Kemas, H., Hasrul, P. & Agustria, H. (2014). Pola Jumlah Trombosit Pasien Rawat Inap BDB RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dengan Hasil Uji Serologi Positif yang Diperiksa di Laboraturium GrahaSpesialis RSUP Dr. Mohammad Hoesin. Majalah Kedokteran Sriwijaya; 2; 104-110.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA

View JFIKI Stats

         

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

    Find Us on Social Media:

                    

 Jfiki Farmasi Unair  @jfiki.unair