Identification of Cyclamate in School Snacks and Health Complaints

Anisa Balqis Hadiana

= http://dx.doi.org/10.20473/jkl.v10i2.2018.191-200
Abstract views = 273 times | views = 934 times

Abstract


One of the requirements of safe school snacks that safe to consume is protected from synthetic food additives such as cyclamate. Abuse of cyclamate as sweetener for food or beverages by traders frequently encountered. The purpose of this research was to identify cyclamate in school snacks and health complaints in PG Az-Zahra. This study was an observational descriptive with cross sectional design. The sample consisted of two parts, the food sample and the respondents. The sample consisted of two school snacks and 40 selected respondents using simple random sampling technique. Respondents were interviewed about sex, age, type of snacks consumed, and the frequency of snacks consumption. The sample of school snacks were tested with organoleptic and laboratory to determine cyclamate. The results showed among two snacks, there was a snack contained cyclamate with 218.75 ppm. The respondents who always consumed school snacks were the most experienced health complaints. The most health complaint that experienced by respondents was cough. The advices are regular monitoring of traders hygienic and snacks sanitation by the school and the formation of healthy cafeteria at school. Hoping that people will be more aware to choose safe school snacks for children and brougth healthy meal for children at school. The goverment needs to restrict cyclamate distribution for only selected manufactures so that it can not be abused.


Keywords


snacks, cyclamate, health complaint

Full Text:

PDF

References


Antara, Nyoman Semadi. (2004). Menyehatkan Makanan di Sekolah. Diakses dari http://www.balipost.co.id/ balipostcetak/2004/9/14/o2.htm (sitasi 30 September 2014).

Ayustaningwarno, F. (2014). Teknologi Pangan; Teori Praktis dan Aplikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Badan Standar Nasional. SNI 01-2893-1992, Cara Uji Pemanis Buatan.

Badan Standar Nasional. SNI 01-6993-2004, Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan.

Cahyadi, W. (2008). Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Consumers International. What is Street Food. Diakses dari http://streetfood.org/index. php?option=com_content&task=view&id=31&Ite mid=48 (Sitasi 27 September 2014).

Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan. (2008). Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) serta Upaya Penanggulangannya. Jurnal Info POM. vol. 9 no. 6 hlm: 4–7.

Hadju, N.A., Tuju, H.D.J., Ludong, M.M., dan Langi, T.M. (2012). Zat Pemanis Buatan Pada Minuman Jajanan yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Manado. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan. vol. 2, no.1 Diakses dari Ejournal Universitas Sam Ratulangi (Sitasi 1 Juni 2014).

Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.5.1.4547 Tahun (2004) tentang Persyaratan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan dalam Produk Pangan.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942 Tahun 2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan.

Kominfo. (2014). BPOM: Jajanan Anak Sekolah Harus Aman. Diakses dari http://infopublik.kominfo.go.id/ read/67789/bpom-jajanan-anak-sekolah-harus-aman.html (Sitasi 21 Maret 2014).

Lembaga Konsumen Jakarta. (2006). Makanan dan Minuman yang Membahayakan bagi Konsumen. Diakses dari http://konsumenjakarta.org/(Sitasi 20 Maret 2014).

Mudjajanto, E. S. (2005). Keamanan Makanan Jajanan Tradisional. Diakses dari http://www.kompas.com/ kesehatan/news/0502/18/103616.htm (Sitasi 21 Maret 2014).

Ningtyas, S.Y., Indarto, C., dan Probowati, B.D. (2012). Sikap Murid dan Penjual Makanan Jajanan tentang Higiene dan Sanitasi Makanan di Sekolah Dasar Negeri Kelurahan Rongtengah Kecamatan Sampang. AGROINTEK. vol. 6, no. 2: 105–111.

Novita, S. dan Adriyani, R. (2013). Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pedagang Jajanan Tentang Pemakaian Natrium Siklamat dan Rhodamin B. Jurnal Promkes. vol. 1, no. 2: 192–200.

Nuraini, H. (2007). Memilih dan Membuat Jajanan Anak yang Sehat dan Halal. Jakarta: Qultummedia.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan .

Thamrin, Z., Sirajuddin. S., dan Zakaria. (2014). Analisis Zat Pemanis Buatan (Sakarin dan Siklamat) pada Pangan Jajanan di SD Kompleks Lariangbangi Kota Makassar. Diakses dari http://repository.unhas.ac.id/

handle/123456789/11379 (Sitasi 6 Maret 2015). Wardalisa. (2011). Teori Abraham Maslow.http://

wardalisa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/ files/26402/Materi+07+-+TeoriAbrahamMaslow. pdf (sitasi 21 Maret 2014).

WHO. (2006). Penyakit Bawaan Makanan: Fokus Pendidikan Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Yanuartanti, E. (2011). Identifikasi Bahan Tambahan Makanan dan Labelisasi pada Jajanan Siswa Sekolah Dasar dan Keluhan Kesehatan. Skripsi. Surabaya. Universitas Airlangga.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Hasil gambar untuk by-nc-sa
JKESLING by UNAIR is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Kampus C Universitas Airlangga

Jl. Mulyorejo Kampus C Unair, Surabaya 60115, Indonesia.

E-mail: jurnal.keslingua@gmail.com / jkesling@fkm.unair.ac.id

Phone: +62 8222 383 6877

 

INDEX BY :

 

    

   

 

 site
stats

View My Stats